
Setelah Ardi menandatangani surat cerai dari Kay, hidup Ardi berubah drastis. Dia sering mabuk-mabukan dan tidak lagi memperdulikan Monic.
Jonny dan Lina merasa sangat sedih melihat keadaan Ardi yang semakin hari semakin terpuruk.
Jonny ingin sekali meminta Kay untuk kembali lagi bersama Ardi, tapi Jonny merasa tidak enak hati terhadap sahabatnya David. Karena dia lah hidup Kay menderita, karena perjodohan yang ia lakukan membuat hidup Kay dan Ardi menderita.
Jonny menyesali perbuatannya. Hidup anak-anaknya menjadi hancur, bahkan sekarang Ardi sangat membenci Arka. Jonny tau ini bukan kesalahan Arka, tapi kesalahan dirinya.
Setiap malam Ardi selalu memanggil nama Kay di setiap tidurnya. Monic semakin tidak tega melihat keadaan suaminya. Tapi bagaimana pun Monic tetap tidak akan melepaskan Ardi, karena Monic tidak ingin kehilangan Ardi. Monic juga tidak ingin anaknya terlahir tanpa ayah.
"Pa...Mama nggak tega melihat keadaan Ardi seperti ini, Ardi selalu menyiksa dirinya dengan mabuk-mabukan, bahkan dia tidak lagi memperdulikan Monic," ucap Lina sedih.
"Papa juga nggak tau harus gimana, Ma. Papa juga bingung. Kalau Papa meminta Kay kembali sama Ardi, Papa merasa nggak enak sama David, karena Papa hidup Kay menderita. Kalau Papa nggak menjodohkan Ardi dengan Kay, maka sekarang Kay akan bahagia dengan Arka."
"Mama juga nggak tega sama Arka, Pa. Sampai sekarang Arka belum juga mau menikah, walau Arka sudah mempunyai anak, tapi Arka masih enggan untuk menikah, karena Arka ingin fokus sama pekerjaan dan Kevin. Mama sedih Pa, kenapa keluarga kita bisa hancur seperti ini. Kedua anak kita mencintai orang yang sama. Bahkan sekarang mereka saling membenci," ucap Lina semakin sedih.
Jonny sangat mengerti apa yang kini sedang dirasakan istrinya. Sebagai kepala keluarga Jonny merasa gagal, dia tidak bisa membahagiakan istri dan juga anak-anaknya.
"Pa..Ma, tolongin kak Ardi!" Teriak Monic dari dalam kamar.
Jonny dan Lina langsung bergegas menuju kamar Ardi setelah mendengar teriakan Monic. Mereka masuk ke dalam kamar Ardi.
Jonny dan Lina berlari menghampiri Monic dan Ardi.
"Ada apa dengan Ardi?" tanya Lina cemas.
__ADS_1
"Ardi badannya panas banget Ma dan dari tadi Ardi selalu mengigau memanggil nama Kay terus," ucap Monic cemas.
"Ayo kita bawa Ardi ke rumah sakit," ajak Jonny.
"Ardi nggak mau ke rumah sakit, Pa, Monic sudah membujuknya, tapi Ardi tetap nggak mau," ucap Monic sambil menatap Ardi.
Lina duduk di samping Ardi. Lina mengusap kening Ardi yang penuh dengan keringat.
"Sayang, kenapa kamu bisa jadi seperti ini, jangan siksa dirimu lagi sayang," ucap Lina sedih.
"Ma..Kay mana Ma, Ardi ingin ketemu denhan Kay, Ma. Ardi sangat merindukan Kay, tolong Ardi, Ma, jangan pisah Ardi dari Kay, Ma. Ardi nggak bisa hidup tanpa Kay," ucap Ardi tanpa sadar air mata menetes membasahi kedua pipinya.
Ardi sangat merindukan Kay. Setiap detik, menit, dan setiap saat Ardi selalu merindukan Kay.
"Enggak, Ma. Ardi nggak mau ke rumah sakit, Ardi cuma mau Kay, Ma, panggil Kay ke sini, Ardi mohon," pinta Ardi dengan suaranya yang terlemah.
Lina menatap suaminya, dia tidak tau harus berbuat apa. Lina tidak tega melihat keadaan Ardi, suhu badan Ardi sangat panas. Lina keluar dari kamar Ardi dan mengambil air hangat untuk mengompres kening Ardi.
Lina mulai mengompres Ardi. Setelah beberapa jam demamnya mulai turun, tapi Ardi terus saja memanggil-manggil nama Kay.
Jonny akhirnya memutuskan untuk menelfon Arka, karena saat ini Arka sedang bekerja di perusahaan David sebagai direktur pelaksana.
"Arka..ponsel kamu berbunyi," ucap David.
Saat ini Arka sedang meeting bersama David di sebuah restoran sekalian makan siang. David sudah sangat dekat dengan Arka. Bahkan David berharap Arka dan Kay menikah, tapi Arka maupun Kay tidak memperdulikan permintaan David.
__ADS_1
Bagi Arka Kay belum lama bercerai dengan Ardi. Kay juga belum siap untuk membina rumah tangga lagi. Arka memang selalu perhatian dan peduli sama Kay, tapi Arka juga tidak mengharapkan Kay mau menerimanya.
Sekarang yang jadi prioritas Arka adalah pekerjaannya sekarang dan juga Kevin. Begitu juga dengan Kay, Kay ingin lebih fokus sama pekerjaannya dan juga Kevin.
Saat ini Kay bekerja sebagai sekertaris Arka. David menjabat sebagai CEO, tapi David menyuruh Kay untuk menjadi sekretaris Arka, dengan tujuan agar mereka kembali dekat.
Arka mengambil ponselnya dari dalam tas. Arka melihat siapa yang menelfon.
"Siapa?"
"Papa, Om."
"Jawablah, siapa tau penting?"
"Baik, Om," ucap Arka lalu mengangkat telfon dari papa nya.
"Halo, Pa," sahut Arka.
"Arka, sekarang kamu dimana?"
"Arka lagi meeting sama Om David, Pa. Ada apa, Pa, kok kelihatannya Papa sangat panik?" tanya Arka penasaran.
"Kakak kamu sedang sakit, dia selalu memanggil nama Kay. Kakak kamu ingin sekali bertemu dengan Kay. Apa kamu bisa membujuk Kay untuk menemui kakak kamu?" tanya Jonny.
~oOo~
__ADS_1