Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Aku ingin penjelasan


__ADS_3

Zahra meminta Samuel untuk ikut serta dalam perebutan buket bunga pengantin itu, gadis itu terus merengek hingga membuat Samuel mau tidak mau menuruti keinginan gadis itu.


“Apa kamu ingin segera menikah, hingga meminta ku untuk ikutan hal konyol seperti itu,” ucap Samuel sambil mendengus kesal.


“Ya siapa tau, nanti kita ketularan dan bisa cepat menikah,” ucap Zahra sambil menggerakkan kedua alisnya naik turun.


“Itu kan kamu, aku mah ogah, aku belum siap untuk menikah.” Samuel lalu berjalan menuju kerumunan orang-orang yang ingin mendapatkan buket bunga itu. Ternyata banyak juga yang mempercayai mitos seperti itu. Pikirnya.


Micel melihat Samuel berada di antara kerumunan para tamu undangan yang ingin berebut buket bunga itu.


“Ardi, bukannya itu Samuel tunangannya Zahra. sepertinya dia ingin mendapatkan buket bunga itu agar dia bisa secepatnya menikah dengan Zahra,” ucap Micel.


Kris menyentuh lengan Micel lalu menggelengkan kepalanya, dia tau apa yang kini tengah di rasakan sahabatnya itu.


“Kalau begitu aku yang akan mendapatkan bunga itu.” Ardi melangkahkan kakinya menuju kerumunan orang-orang yang baginya terlihat begitu konyol. Hanya demi sebuket bunga mereka rela berdesak-desakkan.


“Aku akan memulainya ya...setelah hitungan ke tiga, bunga ini akan kami lempar. Satu...dua...tiga...” Kenzo dan Sahwa meleparkan buket bunga itu ke udara.


“Aku penasaran siapa yang akan mendapatkan buket bunga itu.” Kedua mata Kenzo membulat dengan sempurna saat sekerumunan orang mulai pergi satu persatu. Karena yang mendapatkan bunga itu adalah Ardi, sedangkan di depan Ardi, Samuel tengah berdiri sambil menatapnya. Apa mereka saling mengenal? pikirnya.


Ardi memberikan buket bunga itu kepada Samuel, “berikan ini untuk Zahra, bukankah dia sangat menginginkan bunga ini?” ucapnya.


Samuel menepiskan senyumannya, “terima kasih, tapi itu nggak perlu,” tolaknya.


Ardi menarik tangan Samuel dan memberikan buket itu ke tangan Samuel, “anggap saja ini hadiah dari aku untuk pertunangan kalian,” ucapnya.


“Kamu sa...”


Ardi melangkahkan kakinya pergi menjauh sebelum Samuel menyelesaikan ucapannya. Ardi mengajak Micel dan Kris untuk pulang, tapi sebelum itu dia ingin berpamitan kepada Kenzo.


“Sorry, aku nggak bisa menunggu sampai acara ini selesai,” ucap Ardi.


“Apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?” tanya Kenzo.


“Apa?”


“Apa kamu mengenal Samuel? Aku lihat tadi kamu dan Samuel saling merebutkan buket bunga itu?” tanya Kenzo penasaran.


“Ardi memang mengenal Samuel, bukannya dia itu tunangannya Zahra?” tanya Micel.

__ADS_1


Kenzo mengernyitkan dahinya, dia lalu tertawa, “tunangan...tunangan dari mana. Kamu mendengar itu dari siapa?” tanyanya saambil menahan tawanya.


“Maksud kamu apa? Samuel memang tunangan Zahra kan? Karena Zahra sendiri yang bilang sama aku.” Ardi menatap Kenzo dengan seksama, dia ingin mendengar penjelasan dari sahabatnya itu.


Kenzo menepuk bahu Ardi, “kamu telah di bohongi oleh Zahra. Samuel itu bukan tunangan Zahra, tapi dia itu adik tiri aku, itu berarti Samuel itu kakak sepupunya Zahra. tunangan dari mana coba,” ucapnya menjelaskan.


Ardi membulatkan kedua matanya dengan sempurna, dia nampak begitu tersentak. Begitu juga dengan Micel dan Kris, mereka juga sama-sama terkejut seperti Ardi.


“Kamu nggak sedang membohongi aku kan?” tanya Ardi memastikan. Jika yang di ucapkan Kenzo benar, itu berarti aku masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan Zahra. pikirnya.


Kenzo mengangguk, “kalau kamu nggak percaya, apa aku perlu memanggil Samuel dan Zahra kemari?” ucapnya.


Ardi menggeleng, “nggak perlu, karena aku akan memberikan kejutan kepada Zahra. kamu lihat saja nanti,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.


Kenzo mengernyitkan dahinya, “apa yang kamu rencanakan, awas saja kalau kamu sampai mengacaukan acara pernikahan aku,” ancamnya.


“Kamu lihat saja nanti!” Ardi melangkahkan kakinya turun dari pelaminan.


“Apa kita nggak jadi pulang!” teriak Kris.


“Kalian duluan saja, aku masih ada hal penting yang harus aku lakukan!” teriak Ardi.


***


 


“Wah...sebentar lagi kakak akan segera menyusul Kak Kenzo,” godanya.


Samuel mendudukkan tubuhnya di samping Zahra, “kan sudah aku bilang, aku belum mau menikah,” ucapnya.


“Tapi aku mendengar dari Mama, katanya om ingin menjodohkan kakak.” Zahra melihat wajah Samuel yang terlihat sangat murung.


Samuel menghela nafas berat, “aku sudah menolaknya, tapi Papa tetap memaksa aku untuk menemui gadis itu,” ucapnya.


“Apa kakak sudah menemuinya? Apa dia cantik? Apa dia juga gadis muda seperti istri Kak Kenzo?” Zahra terlihat begitu penasaran.


Samuel menjitak kening Zahra hingga membuat gadis itu mengaduh, “kamu ini sudah seperti wartawan saja. Aku belum menemuinya, aku nggak ada waktu, lagian aku nggak ingin menikah dengannya, jadi buat apa aku menemuinya,” ucapnya.


“Kakak coba temui dia dulu, siapa tau dia jodoh kakak,” bujuk Zahra.

__ADS_1


Samuel melihat Ardi yang kini tengah berjalan ke arahnya, “yang datang bukan jodoh aku, tapi jodoh kamu,” ucapnya sambil terus menatap Ardi.


Zahra mengernyitkan dahinya, “maksud kakak apa? Kok jodoh ku?” tanyanya bingung.


“Kamu lihat saja ke depan.”


Zahra mengalihkan tatapannya mengikuti arah tatapan mata Samuel, “Kak Ardi! Serunya terkejut.


Kini Ardi sudah berdiri di depan Samuel dan Zahra, “apa aku boleh bicara sebentar dengan Zahra?” tanyanya.


Samuel menatap Zahra, gadis itu menautkan kedua alisnya dan menggeleng pelan, jangan di izinkan, jangan. Pikirnya.


Samuel tersenyum lalu beranjak dari duduknya, “lebih baik kalian selesaikan masalah kalian,” ucapnya lalu melangkah pergi.


“Kak Samuel!” seru Zahra. Samuel melambaikan tangannya ke atas, dia berharap masalah Zahra akan segera terselesaikan.


“Kak Ardi mau bicara apa? Aku nggak punya banyak waktu, aku juga nggak ingin Kak Samuel salah paham nantinya.” Zahra memberanikan diri untuk menatap kedua mata Ardi.


Ardi tersenyum, dia lalu mendudukkan tubuhnya di samping Zahra, “dia nggak akan salah paham, lagian apa yang akan dia curigai dari kamu?” tanyanya.


“Mau Kak Ardi apa?” saat ini Zahra nampak begitu gugup dan gelisah. Dia terus meremas jemari-jemari tangannya yang sudah mengeluarkan keringat dingin.


“Aku ingin penjelasan.”


Zahra mengernyitkan dahinya, “penjelasan soal apa?” tanyanya.


“Pertunangan kamu,” ucap Ardi sambil melipat kedua lengannya di dada.


“Ada apa dengan pertunangan aku? Memangnya ada yang salah dengan pertunangan aku?”


Ardi mengangguk, “tentu saja ada yang salah, aku nggak akan pernah mengizinkan kamu bertunangan dengan siapa pun,” ucapnya.


Zahra mengepalkan kedua tangannya, kedua matanya mulai berkaca-kaca, “kenapa! Apa hanya kakak yang boleh bahagia, apa aku tidak boleh bahagia! Kakak saja bisa menikah dengan Kak Micel, kenapa aku nggak boleh bertunangan dengan Kak Samuel, kenapa!” serunya. Zahra mencoba untuk menahan cairan bening yang sudah memenuhi kedua sudut matanya agar tidak jatuh.


“Karena dia kakak sepupu kamu, jadi kamu nggak boleh menikah dengannya.”


Kedua mata Zahra membulat dengan sempurna, “dari mana kakak tau?” tanyanya terkejut. Gadis itu tidak menyangka kebohongannya akan terbongkar secepat ini.


Ardi menarik Zahra ke dalam pelukannya, dengan cepat gadis itu mendorong tubuh Ardi, “apa yang Kak Ardi lakukan?” teriaknya.

__ADS_1


~oOo~


 


__ADS_2