Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Kebahagiaan untuk Kevin..


__ADS_3

Arka menatap Kay. Arka tau Kay juga masih sangat mencintainya. Buktinya Kay tadi mencium fotonya saat bersama Kevin.


"Ka..aku nggak mau membahas ini lagi..sampai kapan kamu akan terus be--"


Arka mendaratkan ciuman di bibir Kay. Kay sangat terkejut dengan Arka yang tiba-tiba menciumnya. Arka tersenyum menatap Kay.


"Aku tau Kay, maaf jika aku selalu menanyakan ini sama kamu. Sekarang kamu tidurlah aku tau kamu capek."


"Ka..apa yang kamu lakukan tadi?"


"Itu hanya ciuman sebagai ungkapan aku masih sayang sama kamu, walau pun kamu nggak merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan. Tapi mulai sekarang aku akan mengubur perasaan ini dalam-dalam, karena sekarang aku sudah tau jawabannya."


"Maksud kamu apa, Ka?" Tanya Kay penasaran.


"Nggak apa-apa, tidurlah. Aku juga mau tidur," ucap Arka sambil mengusap lembut puncak kepala Kay.


Arka berdiri dan berjalan menaiki tangga. Kay menatap kepergian Arka. Kay mengusap bibirnya yang baru saja dicium oleh Arka.


"Ada apa dengan diriku, kenapa hati ku selalu bergetar saat Arka mencium bibirku? Aku nggak boleh mempunyai perasaan ini lagi, aku nggak boleh menyakiti Arka lagi."


Arka masuk kedalam kamar dan berjalan menuju ranjang. Arka merebahkan tubuhnya di samping Kevin. Arka memeluk Kevin.


"Ayah janji, Ayah akan memberikan keluarga yang lengkap untuk kamu sayang. Ayah, kamu dan Bunda, ita akan tinggal bersama selamanya," ucap Arka sambil mengecup kening Kevin.


Kay masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Kay menatap fotonya saat bersama Arka dan Kevin.


"Apa aku boleh berharap untuk memiliki kamu lagi, Ka? Apa aku akan sanggup untuk membuat kamu bahagia setelah apa yang aku lakukan sama kamu selama ini? Apa aku masih pantas mendapatkan cinta kamu? Tapi selama 5 tahun ini aku sudah banyak membuatmu menderita. Maafin aku yang nggak mampu mempertahankan cinta kita dan malah mengkhianati kamu. Tapi mengapa kamu masih mencintaiku? Mengapa, Ka? Padahal banyak wanita cantik yang menyukai kamu, tapi kenapa kamu masih tetap bertahan dengan cintamu kepadaku?"





Arka membuka matanya dengan perlahan. Arka melihat Kevin masih tertidur lelap. Arka turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Arka keluar dari kamar. Arka berteriak memanggil bik Minah.


"Bik Minah lagi pergi ke pasar," ucap Kay dari arah dapur.


"Kamu ngapain di dapur?" Tanya Arka sambil berjalan menghampiri Kay.


"Lagi bikin sarapan lah emangnya mau apa lagi."


Arka melihat Kay sedang memasak sup kesukaannya. Arka senang Kay masih ingat makanan kesukaannya.


"Kamu jangan GR dulu, aku masak ini karena ini juga makanan kesukaan Kevin," ucap Kay sambil menyiapkan makanan di atas meja.

__ADS_1


"Iya-iya, siapa juga yang ke GR an hanya gara-gara kamu masakin makanan kesukaan aku. Tapi aku suka akhirnya aku bisa merasakan lagi masakan kamu," ucap Arka sambil tersenyum.


Kay senang bisa melihat senyuman Arka seperti dulu lagi. Kay memang sengaja memasak makanan kesukaan Arka.


"Apa Kevin sudah bangun?"


"Belum..biarkan saja dulu, Kevin pasti kecapekan," ucap Arka lalu duduk di kursi meja makan.


Kay duduk didepan Arka dan mengambilkan makanan untuk Arka dan meletakkannya didepan Arka.


"Makasih," ucap Arka sambil tersenyum.


Arka mulai memakan makanan yang ada didepannya. Kay bisa melihat Arka memakan masakannya dengan sangat lahap.


"Pelan-pelan saja, nggak akan ada yang minta makanan kamu," goda Kay.


"Habisnya masakan kamu enak. Sudah lama aku nggak makan masakan kamu. Andai aku bisa makan masakan kamu setiap hari."


"Aku akan masakin kamu setiap hari. Aku akan bawakan bekal makan siang buat kamu ke kantor."


"Serius!"


"Iya..sudah sekarang kamu habiskan dulu makanan kamu."


"Terima kasih, Kay," ucap Arka senang.


Kevin membuka matanya secara perlahan. Kevin melihat ayahnya sudah tidak ada di kamar. Kevin turun dari ranjang dan berjalan keluar.


"Kevin lapar, Bun," ucap Kevin lalu duduk di samping bundanya.


"Kevin nggak mandi dulu?" Tanya Arka.


"Nanti saja, Yah. Kevin lapar banget, Bunda masak makanan kesukaan Kevin ya?" Tanya Kevin sambil melihat sup di atas meja.


"Iya sayang, ya sudah, Bunda ambilkan makanan untuk Kevin," ucap Kay lalu mengambil piring dan diisi dengan nasi, sup dan lauk.


Kay meletakkannya didepan Kevin.


"Makasih, Bun," ucap Kevin sambil tersenyum.


"Mau Ayah suapin?" Tawar Arka.


"Nggak usah, Yah. Kevin sudah bisa makan sendiri kok," tolak Kevin sambil memasukan satu suapan ke mulutnya.


Arka senang Kevin sudah tumbuh besar. Arka mengusap lembut puncak kepala Kevin.


"Anak ayah sudah besar ya," ucap Arka sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ayah..kita jadi jalan-jalan kan hari ini?" Tanya Kevin.


"Iya..sekarang kamu habiskan dulu makanan nya setelah itu mandi."


"Baik, Yah, Bunda juga ikut kan?" Tanya Kevin sambil menatap bundanya.


"Iya sayang," ucap Kay sambil mengusap lembut puncak kepala Kevin.


Arka senang melihat Kay dan Kevin bisa berkumpul dengannya saat ini. Arka berharap semua ini tak akan cepat berakhir. Arka tersenyum melihat Kay dan Kevin.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" Tanya Kay penasaran.


"Nggak apa-apa kok, ya sudah aku mau memanasi mobil dulu, setelah kalian selesai bersiap-siap segara temui aku. Aku tunggu diluar," ucap Arka lalu berdiri.


Kevin dengan cepat menghabiskan makanannya. Setelah selesai makan Kay membantu Kevin mandi dan berpakaian. Kay menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Kay memasukan beberapa bajunya Arka dan Kevin. Kay juga tidak lupa membawa bekal makanan yang sudah dia siapkan.


Kay dan Kevin keluar dari rumah. Mereka masuk ke dalam mobil. Arka melajukan mobilnya.


"Apa kamu bahagia sayang?" Tanya Arka.


"Iya, Yah, Kevin sangat bahagia, karena Kevin bisa jalan-jalan sama Ayah dan Bunda."


"Ayah janji kita akan sering jalan-jalan seperti ini. Ayah akan lebih banyak meluangkan waktu Ayah untuk Kevin."


"Ayah serius!" ucap Kevin senang.


"Ya..sayang, semua ini demi Kevin. Apa Kevin bahagia?"


"Kevin sangat bahagia, Yah, terima kasih Ayah," ucap Kevin lalu memeluk Arka.


"Ayah senang jika Ayah bisa membahagiakan kamu sayang, hanya itu yang bisa Ayah berikan, tapi Ayah janji, Ayah akan memberikan keluarga yang lengkap untuk kamu suatu hari nanti," ucap Arka sambil mengusap puncak kepala Kevin.


"Jadi Arka benar-benar serius mau mencari pendamping hidup dan ibu baru untuk Kevin. Apa aku harus bahagia mendengarnya atau aku harus bersedih? tapi apa hak aku untuk bersedih. Aku sudah berusaha mengikhlaskan kamu, Ka, tapi kenapa hati aku nggak bisa?" gumam Kay dalam hati.


"Ada apa, Kay?" Tanya Arka penasaran.


"Enggak ada apa-apa kok?"


"Ka...jangan kamu mengasih janji sama Kevin, takutnya kamu nggak bisa menepatinya dan malah mengecewakan Kevin," imbuhnya lagi.


"Nggak apa-apa Kay, kita akan jalan seperti ini di akhir pekan."


"Makasih, Ka."


"Untuk apa?"


"Semuanya, untuk kasih sayang kamu sama Kevin dan perhatian kamu ke aku. Terima kasih untuk semuanya, terima kasih karena kamu masih mau mencintaiku sampai sekarang, terima kasih," ucap Kay dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


"Kay...kamu--"


~oOo~


__ADS_2