Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Penjelasan Part 1


__ADS_3

Ardi bisa melihat raut kecemasan di wajah Kay.


"Dia ngotot nggak mau pulang, dia mau pulang kalau aku menceraikan kamu," ucap Ardi.


"Apa! kenapa Arka bisa seegois itu!" Seru Kay terkejut.


"Aku bisa memahami keadaan Arka, dia itu sangat mencintai kamu, dia nggak bisa hidup tanpa kamu," ucap Ardi sambil menatap Kay.


Kay merasa semakin bersalah terhadap Arka, Kay tidak tau harus berbuat apa.


"Sayang, maafin aku, aku juga sangat mencintai kamu, tapi keadaan yang memaksa kita untuk berpisah, aku nggak bisa menolak keinginan Ayah aku, maafin aku, maafin aku," ucap Kay tanpa sadar air mata menetes di kedua pipi Kay.


Saat mendengar Kay memanggil Arka sayang membuat hati Ardi seakan remuk redam, hatinya begitu sakit, tapi Ardi menyadari kalau ini semua adalah salahnya yang tiba-tiba muncul diantara Kay dan Arka, hingga membuat mereka menderita.


Ardi tidak tau harus berbuat apa, akhirnya Ardi melajukan mobilnya meninggalkan rumah Tony. Sesampainya di rumah.


Kay langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Kay duduk terkulai lemas didepan pintu, hatinya tak kuasa menahan sakit sama seperti yang Arka rasakan saat ini.


"Sayang maafin aku, aku sudah membuat hidup kamu menjadi seperti ini, andai aku tau lebih awal kalau Ardi itu kakak kamu maka aku nggak akan menerima perjodohan ini, dan aku nggak akan menghancurkan hidup kamu seperti ini,


...Apa yang harus aku lakukan, aku nggak bisa jika aku harus berpisah dengan Ardi, karena jika aku berpisah dengan Ardi maka aku akan mengecewakan kedua orang tuaku, dan Ayah aku mungkin akan kembali jatuh sakit, maafkan aku karena aku nggak bisa mempertahankan cinta kita, aku nggak bisa memperjuangkan cinta kita sampai akhir, walau begitu aku masih mencintaimu, hanya kamu orang yang paling aku cintai."


Kay meluapkan semua isi hatinya, air mata mengalir di kedua pipinya, Kay menangis tersedu-sedu.


Ardi hanya diam diluar kamar, mendengarkan semua luapan emosi Kay. Ardi menyenderkan tubuhnya di dinding, dia tidak menyangka sebegitu besar pengorbanan Kay untuk menerima perjodohan ini.


"Maafkan aku Kay, tanpa sengaja aku telah merebut semua kebahagiaan kamu, andai aku tidak menerima perjodohan ini, maka kamu nggak akan pernah menikah denganku dan kamu bisa hidup bahagia bersama Arka. Sekarang aku nggak tau harus berbuat apa, karena aku juga berada diposisi yang sulit, kamu tidak ingin kita bercerai, tapi kamu juga tak bisa melupakan Arka,


...Arka, maafin kakak karena sudah menghancurkan hidup kamu, kakak memang egois, karena kakak sangat mencintai orang yang kamu cintai hingga kakak tak sanggup untuk melepaskannya."


Ardi sudah tak lagi mendengar suara tangisan Kay. Ardi mencoba membuka pintu secara perlahan.


Ardi melangkahkan kaki dengan perlahan, dia berjalan menuju ranjang. Ardi melihat Kay sudah terlelap dengan sedikit sisa air mata disudut matanya.


"Maafin aku Kay, aku janji aku akan selalu membuatmu bahagia, apa pun akan aku lakukan agar kamu bisa kembali lagi tersenyum, aku akan membawa Arka kembali pulang agar kamu tidak semakin merasa bersalah, selamat malam Kay, semoga mimpi indah," ucap Ardi lalu mencium kening Kay.


Ardi menarik selimut dan menutupi tubuh Kay. Dia berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di sofa. Tak butuh waktu lama Ardi pun terlelap.


Keesokan harinya..

__ADS_1


Setelah selesai sarapan Kay bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


"Ma..Pa, Kay berangkat ke kampus dulu ya," pamit Kay lalu mencium tangan Lina dan Jonny.


"Iya sayang, hati-hati ya," ucap Lina.


"Kamu berangkat sama Ardi saja," ucap Jonny.


"Papa tenang saja, mulai hari ini Ardi akan mengantar jemput Kay, karena Kay sekarang adalah tanggung jawab Ardi," ucap Ardi lalu berdiri.


Kay dan Ardi berjalan keluar, mereka masuk ke dalam mobil. Ardi melajukan mobilnya.


"Kay, gimana nanti kalau kamu ketemu sama Arka? apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku akan menjelaskan semuanya, aku akan membujuk Arka agar mau kembali lagi ke rumah."


"Apa kamu sanggup menahan semuanya? semua amarah Arka, kamu tau kan Arka sangat mencintai kamu," ucap Ardi cemas.


"Aku akan terima semua amarahnya, aku juga sangat mencintainya, yang menderita disini bukan hanya dia, mau sampai kapan pun kita nggak bisa seperti dulu lagi,.walaupun akan terasa sakit tapi ini semua sudah terjadi."


"Maafin aku Kay, tanpa sengaja aku sudah menyakiti hati kamu."


"Nanti kamu nggak usah menjemput ku, aku mau bicara sama Arka, aku akan menyelesaikan hari ini juga," ucap Kay lalu keluar dari mobil.


Kay berjalan menuju kampus, dia mencari keberadaan Vero dan Tony. Kay melihat Tony dan Vero sedang duduk berdua.


"Hai, Vero..Ton," sapa Kay.


"Hai, Kay," sapa Vero balik.


"Maaf Vero, aku pergi dulu," ucap Tony lalu melangkah pergi.


"Ton..tunggu!" Teriak Kay lalu berjalan mendekati Tony.


"Aku tau kamu marah sama aku, tapi aku bisa menjelaskan semuanya," ucap Kay.


"Nggak ada yang perlu kamu jelasin lagi Kay, aku nggak menyangka kamu akan setega itu sama Arka, kamu tau kan Arka itu sangat mencintai kamu, tapi kenapa kamu menyakitinya?" Tanya Tony marah.


"Ton..kenapa kamu marah sama Kay? sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Tanya Vero penasaran.

__ADS_1


"Kamu tanya saja langsung sama sahabat kamu ini, apa yang telah dia perbuat sama Arka," ucap Tony lalu melangkah pergi meninggalkan Kay dan Vero.


Vero semakin penasaran dengan sikap Tony yang tiba-tiba marah-marah tidak jelas.


"Kay, sebenarnya ada apa ini?"


"Maafin aku, aku nggak cerita sama kamu selama ini, aku nggak tau harus mulai dari mana."


Vero mengajak Kay untuk duduk, Vero ingin Kay merasa tenang dulu.


"Sekarang kamu ceritakan semua sama aku, apa yang sebenarnya terjadi?"


"Aku sudah menyakiti hati Arka, aku sudah mengkhianatinya."


"Maksud kamu apa? kamu selingkuh gitu?" Tanya Vero terkejut.


"Ini lebih parah dari pada selingkuh, aku..aku sudah menikah," ucap Kay sambil menundukkan kepalanya.


"Apa! kamu bercanda kan, Kay! " Seru Vero terkejut sambil memegang kedua pundak Kay.


Vero tidak percaya dengan apa yang diucapkan Kay, karena Vero tau hanya Arka yang sangat dicintai Kay.


"Kamu menikah sama siapa? bagaimana kamu bisa menikahi orang lain, karena kamu sangat mencintai Arka. Bagaimana kamu bisa menyembunyikan hal sebesar ini sama aku, katakan Kay," ucap Vero.


"Maafin aku, aku nggak tau harus berbuat apa, aku terpojok, aku nggak punya pilihan lain," ucap Kay lalu tanpa sadar air mata menetes di kedua pipinya.


"Maksud kamu apa Kay? nggak punya pilihan! jangan bilang kamu di jodohkan?" Tanya Vero yang semakin terkejut.


"Ya..saat Bunda aku bilang kalau Ayah aku sedang sakit, saat itu lah Ayah aku memberi tahu aku, kalau Ayah aku ingin menjodohkan aku dengan anak sahabatnya, waktu itu aku bingung. Kamu tau kan kondisi Ayah aku kayak gimana, jadi aku nggak bisa menolak permintaan Ayah ku, akhirnya aku menerima perjodohan itu," jelas Kay.


"Terus bagaimana Arka bisa tau kalau kamu sudah menikah? apa kamu sudah bertemu dengan Arka?" Tanya Vero penasaran.


"Aku ketemu Arka di rumahnya."


"Apa! bukannya kamu tidak tau rumah Arka?" Tanya Vero terkejut.


"Itu karena aku...


~oOo~

__ADS_1


__ADS_2