Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Menceraikan..


__ADS_3

"Kak, kalau boleh jujur aku nggak senang kalau kalian bercerai, tapi aku juga nggak suka kalau kak Ardi selalu menyakiti Kay. Aku sudah mengikhlaskan Kay untuk Kak Ardi, tapi kak Ardi malah menyia-nyiakan Kay hanya untuk menuntut penjelasan dari aku. Selama kak Ardi pergi, aku selalu melihat Kay menangis dan menderita. Jadi aku nggak akan membiarkan itu terjadi lagi. Kak Ardi terlalu egois jika Kak Ardi berniat untuk memiliki Kay dan Monic sekaligus. Pikirkan lah baik-baik, Kak, jika Kakak memang sayang sama Kay dan ingin Kay bahagia, maka lepaskanlah Kay, jika Kakak nggak bisa melepaskan Monic," ucap Arka lalu berdiri dan meninggalkan Ardi.


✓✓✓✓


Setelah satu minggu dirawat di rumah sakit akhirnya Monic diperbolehkan pulang. Monic semakin melekat sama Ardi dan tak membiarkan Ardi untuk pergi sendirian. Monic begitu takut Ardi akan meninggalkannya dan menyusul Kay ke Pekanbaru.


Ardi merasa sangat frustasi karena sikap protektif Monic kepadanya. Sebenarnya Ardi ingin sekali menemui Kay dan memintanya untuk membatalkan perceraian mereka, tapi Monic selalu mengekor kemanapun dia pergi.


"Ric, apa kamu sudah menandatangani surat cerai itu?"


"Sudah, kamu tenang saja," ucap Ardi berbohong.


"Jangan percaya sama omongan Kak Ardi!" Teriak Arka sambil berjalan mendekati Ardi dan Monic.


"Kamu sudah pulang, gimana kabar Kevin?" tanya Ardi terkejut melihat kedatangan Arka.


"Kevin baik-baik saja, Kay juga baik-baik saja, aku ke sini hanya ingin memberikan surat cerai dari Kay, aku harap kali ini Kak Ardi mau menandatanganinya," ucap Arka sambil berjalan mendekati Ardi.


"Jadi kamu belum menandatangani surat cerai itu! Kenapa Ric, apa kamu nggak perduli sama aku dan anak kita?" tanya Monic marah.


"Bukan begitu, Mon, aku cuma butuh waktu untuk memutuskannya. Aku hanya ingin menunggu waktu yang tepat," ucap Ardi mencoba memberi alasan.


"Aku nggak perduli apa pun alasan kamu, aku ingin kamu menandatangani surat cerai itu sekarang juga! kalau enggak, kamu bakal menyesal seumur hidupmu, karena aku akan balik ke LA dan tak akan aku biarkan kamu menemui anak kita," ancam Monic.


"Mon...kamu harus tenang, ingat kandungan kamu sangat lemah dan kamu nggak boleh pergi jauh-jauh, apa kamu nggak perduli sama kondisi kandungan kamu?" tanya Ardi cemas.


"Bukannya kamu yang nggak perduli sama anak kita, hah!" seru Monic yang sudah semakin emosi.


Ardi tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungan Monic. Ardi tidak akan membiarkan Monic semakin emosi karena itu akan berdampak buruk untuk kandungannya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menandatangani surat cerai ini," ucap Ardi lalu membuka amplop coklat yang diberikan Arka.


"Kakak pasti membutuhkan ini," ucap Arka sambil memberikan pena kepada Ardi.


Ardi mengambil pena dari tangan Arka dan langsung menandatangi surat cerai itu.


"Ingat, Ka, aku nggak akan membiarkan kamu mengambil Kay dari aku," ucap Ardi lalu melemparkan surat cerai itu ke wajah Arka.


Arka menatap Ardi sambil tersenyum. Arka berhasil membuat Ardi menandatangani surat cerainya. Arka mengambil surat cerai yang jatuh ke lantai.


"Sekarang kak Ardi sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi sama Kay, jadi kakak nggak berhak melarang aku untuk mendekati Kay. Ingat, Kak, Kevin itu anak aku, jadi aku lebih leluasa untuk mendekati Kay. Lihat saja, suatu saat Kay pasti mau menerima aku kembali karena Kevin membutuhkan sosok ayahnya," ucap Arka sambil menyunggingkan senyumannya.


"Kamu!" seru Ardi kesal dan menarik kerah baju Arka.


"Ardi! apa yang mau kamu lakukan ke Arka!" Teriak Lina.


Lina berjalan mendekati mereka. Ardi melepaskan tangannya dari kerah baju Arka.


"Nggak apa-apa kok, Ma, Arka cuma minta Kak Ardi untuk menandatangani surat cerai yang Kay kirim," ucap Arka.


"Jadi Kay sudah memutuskan untuk bercerai dari kamu sayang?" tanya Lina terkejut.


"Iya Ma, dan Ardi sudah menandatanganinya," ucap Ardi.


"Jika itu yang terbaik untuk kalian, Mama juga nggak bisa berbuat apa-apa. Mama nggak tega melihat Kay selalu menangis, Mama juga ingin Kay bahagia, kamu harus ikhlas sayang," ucap Lina sambil memeluk Ardi.


"Ma, mulai sekarang Arka akan tinggal di Pekanbaru, karena ayahnya Kay meminta Arka untuk bekerja di perusahaannya. Arka juga ingin selalu dekat dengan Kevin," ucap Arka.


Ardi tidak senang mendengar keputusan Arka untuk tinggal di Pekanbaru, karena itu bisa menghalanginya untuk mendapatkan Kay kembali. Ardi berjalan keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Ardi tidak memperdulikan teriakan Monic yang terus memanggilnya.

__ADS_1


"Mon, lebih baik kamu istirahat, kondisi kamu sangat lemah. Kamu harus menjaga kandungan kamu. Beri Ardi waktu untuk sendiri," ucap Lina sambil mengusap lembut punggung Monic.


"Baiklah Ma, kalau gitu Monic ke kamar dulu," ucap Monic lalu berjalan menaiki tangga.


Lina sebenarnya tidak tega melihat kondisi Monic. Lina mengusulkan Monic untuk pindah ke kamar Kay tapi Monic menolak.


"Ma, Arka mau siap-siap dulu, hari ini juga Arka akan pindah ke Pekanbaru," ucap Arka.


"Tapi sayang, apa kamu nggak kasian sama kakak kamu. Kamu tau kan kakak kamu sangat mencintai Kay. Mama sebenarnya nggak setuju dengan perceraian mereka, tapi Mama juga nggak bisa berbuat apa-apa, karena Mama juga nggak tega melihat Kay menderita," ucap Lina sedih melihat rumah tangga anaknya hancur.


"Mama tenang saja, ada Monic di sisi Kak Ardi. Arka tau bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang benar-benar kita sayangi, tapi Arka nggak mau selamanya terpuruk, Ma."


"Terus sekarang apa rencana kamu sayang?"


"Arka hanya akan fokus sama kerjaan Arka dan juga Kevin, Ma, karena bagi Arka, Kevin adalah segala-gala nya."


"Apa kamu masih mencintai Kay selama ini?"


"Ya, Ma. Arka masih sangat mencintai Kay, tapi Arka sudah mengikhlaskan Kay untuk Kak Ardi walau akhirnya Kak Ardi menyia-nyiakan Kay dan menyakitinya."


"Apa kamu ada niatan untuk mendapatkan Kay kembali?"


"Arka nggak tau, Ma. Kay mungkin juga sudah nggak ada rasa sama Arka. Mama tenang saja, Arka akan jagain Kay," ucap Arka sambil memeluk mama nya.


Arka sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga Kay dan Kevin. Arka tak akan membiarkan Kay dan Kevin menderita. Walaupun Arka tau dirinya sudah tidak berarti apa-apa untuk Kay.


"Arka ke kamar dulu ya, Ma. Arka mau berkemas, Arka ingin berangkat hari ini juga, Arka ingin segera memberikan surat cerai ini kepada Kay," ucap Arka lalu berjalan menaiki tangga.


Arka masuk ke dalam kamar dan segera mengemasi semua pakaiannya. Arka juga membawa foto-fotonya saat bersama Kay. Setelah selesai berkemas Arka keluar dari kamar. Saat melewati kamar Monic, Arka mendengar suara tangisan dari dalam kamar.

__ADS_1


"Kasian kamu, Mon. Tapi ini pantas kamu dapatkan, karena kamu sudah menyakiti hati Kay. Kalau kamu nggak hadir dalam hidup Kak Ardi, maka Kay nggak akan menderita seperti ini," gumam Arka dalam hati.


~oOo~


__ADS_2