Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Pernikahan Kenzo


__ADS_3

Ardi sudah bersiap-siap untuk menghadiri pesta pernikahan Kenzo. Pria itu terlihat sangat tampan dengan setelan jas berwarna putih. Meskipun saat ini usianya sudah 36 tahun, tapi wajah tampannya masih melekat pada dirinya.


Sebenarnya dalam tiga tahun ini kedua orang tua Ardi terus memaksanya untuk segera menikah. Bahkan papanya ingin kembali menjodohkannya dengan anak sahabatnya, tapi dengan tegas Ardi menolaknya. Pria itu begitu trauma dengan yang namanya perjodohan.


“Papa mau ke mana?” tanya Rasya saat melihat papanya berpakaian rapi.


“Papa mau menghadiri acara pernikahan teman Papa. Apa kamu mau ikut? Sekalian menemani Papa,” tawar Ardi sambil mengusap puncak kepala anaknya.


Rasya menggelangkan kepalanya, “Rasya nggak mau, di sana pasti hanya ada orang dewasa. Nanti Rasya bosan di sana, mendingan di rumah main game,” tolaknya.


“Jangan sering main game, kamu juga harus belajar. Apa kamu nggak takut nilai kamu turun? Bukannya kamu ingin seperti Kak Kevin?”


Rasya mengangguk mengerti, “iya, Pa. nanti setelah selesai bermain game, Rasya akan belajar,” ucapnya.


“Apa nggak ke balik itu, belajar dulu baru main game sayang.”


“Iya-iya,” ucap Rasya sambil mengerucutkan bibirnya.


“Ya udah, Papa pergi dulu, nanti tidurnya jangan malam-malam.” Rasya menganggukkan kepalanya, dia lalu mencium tangan papanya dan melangkah pergi menaiki tangga menuju kamarnya.


Ardi melihat anaknya yang tengah menaiki tangga, “andai aku mempunyai banyak waktu untuk menemani Rasya, diaa pasti nggak akan seperti sekarang. Maafin Papa sayang karena memisahkan kamu dari mama kamu,” ucapnya lalu melangkah keluar rumah.


***


 


Acara pernikahan Kenzo di gelar dengan sangat mewah. Pernikahan itu berlangsung disebuah hotel bintang lima. Dengan dekorasi yang sangat mewah dan elegan, suasana yang begitu romantis dengan berbagai macam bunga yang menghiasi ruangan tempat acara pernikahan Kenzo di selenggarakan.


Kenzo nampak tengah duduk di pelaminan dengan seorang gadis cantik yang kini sudah sah menjadi istrinya. Gadis itu terlihat masih sangat muda, bahkan umurnya ternyata lebih muda dari Zahra. Ardi, Micel, dan juga Kris tengah menaiki pelaminan. Mereka ingin mengucapkan selamat kepada Kenzo dan juga istrinya.


“Bagaimana, istri aku sangat cantik kan? Dia bahkan lebih muda dari Zahra,” ucap Kenzo bangga.

__ADS_1


Sahwa yang tak lain istri Kenzo, mencubit pinggang suaminya. Gadis itu terlihat sangat malu karena Kenzo bersikap berlebihan di depan teman-temannya. Kenzo meringis menahan sakit.


“Iya-iya, kamu memang perayu wanita, nggak heran kamu bisa mendapatkan gadis semuda ini untuk menjadi istri kamu,” sindir Micel sambil tersenyum.


“Apa kamu menyesal telah menolak ku dulu?” tanya Kenzo dengan nada bercanda. Walau bagaimana pun Micel pernah menjadi wanita yang sangat dia cintai meskipun cintanya bertepuk sebelah tangan.


Micel tersenyum sinis, “aku nggak menyesal, karena aku mendapatkan suami yang lebih baik dari pada kamu,” sindirnya lagi.


Ardi dan Kris hanya menggelengkan kepalanya mendengar sindiran demi sindiran yang keluar dari mulut Micel.


Kris merangkul pundak Micel, “sayang, kamu harus ingat kalau kamu sedang hamil, jangan terlalu membenci Kenzo,” ucapnya dengan nada sedikit menyindir.


“Silahkan kalian semua menyindir ku, yang penting sekarang aku sudah bahagia dengan istri ku tercinta,” ucap Kenzo sambil mengecup punggung tangan istrinya.


Setelah mengucapkan selamat kepada Kenzo, mereka turun dari pelaminan. Ardi melihat Zahra sedang naik ke pelaminan bersama dengan Samuel, “ternyata dia datang bersama dengan tunangannya,” ucapnya pelan.


Samuel melihat Ardi tengah menatap dirinya dan juga Zahra, tapi gadis itu tidak menyadarinya. Zahra mengandeng lengan Samuel dan berjalan mendekati Kenzo dan juga Zahwa.


“Kenapa kamu ajak dia kemari?” Kenzo menatap Samuel dengan tatapan tidak suka.


“Kan aku sudah bilang sama kakak, kakak bilang terserah kan,” ucap Zahra dengan tersenyum.


Samuel mengulurkan tangannya, “selamat ya, Kak. Aku minta maaf jika selama ini aku dan Mama sudah menyakiti hati kakak,” ucapnya.


Kenzo tetap diam, dia bahkan tidak menyambut uluran tangan Samuel. Sahwa lah yang menyambut uluran tangan Samuel dan mengucapkan terima kasih.


“Kak, tidak baik menyimpan kemarahan lama-lama. Lagian ini kan bukan salah Kak Samuel, memangnya Kak Samuel mau apa terlahir dari keluarga seperti itu? Nggak, Kak. Yang salah di sini adalah om dan tante. Kita kan nggak bisa memilih harus terlahir dari rahim siapa, keluarga yang seperti apa,” ucap Zahra.


Samuel menatap Zahra lalu menggelengkan kepalanya, dia lalu mengajak gadis itu untuk turun dari pelaminan. Namun saat Samuel ingin melangkahkan kakinya, Kenzo menarik tangan Samuel lalu memeluknya, “maafin aku, aku tau ini semua bukan salah kamu. Makasih kamu sudah mau datang ke pernikahan aku,” ucapnya.


Sahwa dan Zahra tersenyum melihat adegan yang begitu mengharukan. Samuel melepaskan pelukan Kenzo, “terima kasih, Kak. terima kasih sudah mau menerima dan menganggap aku sebagai keluarga kakak,” ucapnya.

__ADS_1


“Tolong sampaikan maaf aku kepada Mama, katakan juga sama Mama jika selama ini Papa sangat merindukannya,” ucap Kenzo sambil menepiskan senyumannya.


Zahra dan Samuel saling menatap, mereka lalu tersenyum. Kenzo mengernyitkan dahinya, “kenapa kalian malah tersenyum seperti itu? Apa ada yang tidak aku ketahui selama ini?” tanyanya penasaran.


“Apa kakak tidak tau kalau selama ini diam-diam om masih menemui tante?” tanya Zahra sambil menahan tawanya.


“Papa! Dia ternyata membohongi aku selama ini!” seru Kenzo.


“Kak, jangan salah kan mereka, mereka juga pantas untuk bahagia,” ucap Samuel.


“Sudahlah, lebih baik sekarang kalian turun, bikin aku tambah emosi saja,” ucap Kenzo kesal.


“Jangan emosi gitu dong, masa pengantin baru sudah emosi gitu. Nanti malam pertamanya gagal gimana ini,” goda Zahra.


Kenzo tersenyum sambil menatap Sahwa yang tengah menundukkan wajahnya, “memangnya kamu tau apa yang di lakukan saat malam pertama?” tanyanya meledek.


“Ya taulah, memangnya aku anak kecil yang nggak tau soal begituan,” ucap Zahra sambil mengerucutkan bibirnya.


Kenzo mendekatkan wajahnya ke Zahra, “apa kamu juga sudah pernah melakukannya,” bisiknya.


Zahra mencubit perut Kenzo hingga membuat pria itu meringis kesakitan, “aku bukan gadis seperti itu ya, Kak. jangan menganggap rendah aku,” ucapnya kesal.


“Maaf, aku kan hanya bercanda,” ucap Kenzo sambil mengusap perutnya yang terasa panas.


“Bercanda kakak kelewatan.” Zahra lalu melangkahkan kakinya meninggalkan pelaminan. Samuel mengikuti gadis itu dari belakang.


Acara pun di lanjutkan dengan pelemparan buket bunga dari sang pengantin. Sahwa dan Kenzo tengah bersiap-siap untuk melempar buket bunga yang sudah mereka genggam bersama-sama.


“Ardi kamu nggak ikutan seperti mereka? Siapa tau kamu yang akan menikah berikutnya,” ucap Micel.


Ardi mendengus kesal, suasana hatinya saat ini sedang buruk, “aku nggak percaya dengan hal seperti itu,” ucapnya. Tatapan mata Ardi sejak tadi tak teralihkan, dia kini sedang menatap Zahra yang sedang mengobrol dengan Samuel. Sedekat itu kah mereka? Apa aku benar-benar sudah tidak memiliki harapan lagi?

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2