Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Bonus Chapter 15


__ADS_3

Zahra menarik kursi di depan Ardi lalu dia duduki, “untuk apa kakak menyuruh aku datang ke sini?” tanyanya. Gadis itu masih terlihat sangat kesal dengan pria yang ada di depannya.


“Kamu mau pesan apa?” tanya Ardi bersikap normal. Ardi memperhatikan penampilan Zahra yang sangat berbeda dengan semalam. Saat ini rambut gadis itu tergerai dengan indah, bahkan dia memakai sedikit polesan make up di wajahnya.


“Maaf, Kak. Sebenarnya hari ini aku ada janji dengan sahabat aku, jadi aku nggak bisa lama-lama. Katakan saja sekarang apa yang ingin kakak katakan, aku nggak punya banyak waktu.” Zahra melipat kedua lengannya di dada.


Ardi menghela nafas panjang, ternyata menghadapi gadis di depannya ini tidak mudah, dia harus extra bersabar agar moodnya tidak rusak, “Ok...aku akan bicara sekarang.” Ardi mengulurkan tangannya, “kita kenalan dulu, nama aku Ardi,” imbuhnya.


Zahra menjabat tangan Ardi, “kakak udah tau nama aku, jadi aku nggak perlu memberi tahu kakak siapa nama aku,” ucapnya lalu melepas tangannya dari genggaman tangan Ardi.


“Aku ingin jujur sama kamu, sebenarnya aku adalah orang yang sudah menabrak kamu pada malam naas itu. Kecelakaan yang membuat kamu koma dan hilang ingatan.”


Zahra tersentak, kedua matanya membulat seketika, “tapi kata Kak Leo, kakak orang yang sudah menolong aku pada saat kecelakaan itu?” tanyanya bingung.


“Aku memang yang sudah menolong kamu, tapi aku juga yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi. Tapi semua itu tidak sepenuhnya salah aku, karena dengan tiba-tiba kamu berlari di depan mobil aku. Karena malam itu aku dalam keadaan sedikit mabuk, aku nggak bisa mengendalikan mobil aku, hingga terjadilah kecelakaan naas itu,” jelas Ardi.


Tubuh Zahra seketika melemas, “aku tidak ingat apa yang sebenarnya terjadi malam itu, dan kenapa aku bisa berada di sana. Aku sudah berusaha mengingatnya, tapi semua itu sia-sia,” ucapnya sedih.


“Zahra, aku memintamu datang ke sini bukan untuk mengingatkan kamu tentang masa lalu kelam kamu. Aku hanya ingin mengatakan kebenarannya, aku juga ingin meminta maaf dengan tulus, aku menyesal, aku tidak bisa menemani kamu hingga kamu sadar,” ucap Ardi dan tanpa dia sadari saat ini dia tengah menggenggam tangan


gadis itu.


Zahra menepiskan senyumannya, dia lalu melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ardi, “aku sudah memaafkan kakak, aku tau itu bukan sepenuhnya salah kakak. Seharusnya aku berterima kasih karena kakak sudah mau menolong aku malam itu,” ucapnya.


“Terima kasih kamu sudah mau memaafkan aku,” ucap Ardi lega, sekarang sudah tidak ada lagi yang mengganjal di hatinya.


Zahra beranjak dari duduknya, “terima kasih kakak sudah menjelaskan semuanya. Aku minta maaf karena sudah berprasangka buruk kepada kakak kemarin malam. Kalau begitu aku permisi, maaf aku nggak bisa lama-lama, karena sahabat aku sedang menunggu di bawah,” ucapnya lalu melangkah pergi.


Ardi menatap kepergian Zahra, entah mengapa ada sesuatu yang aneh di hatinya, “kenapa aku merasa begitu kehilangan saat Zahra pergi? Ada apa ini?”


***


Sudah satu bulan semenjak Ardi terakhir bertemu dengan Zahra di restauran itu, dia sudah tidak lagi bertemu dengan gadis itu lagi. Pria itu mendengar kabar dari sahabatnya jika gadis itu sudah kembali ke Jepang untuk meneruskan kuliahnya.


Micel terlihat sangat senang karena saingannya kini telah pergi, tidak akan ada lagi halangan yang akan menghalanginya untuk mendapatkan cinta Ardi. Gadis itu bahkan tidak memperdulikan Kenzo yang terus mengejarnya.


Micel melihat Ardi keluar dari ruangannya, dia sepertinya sudah bersiap-siap untuk pulang. Ardi menyapa Micel dan melanjutkan langkahnya.


“Ardi, tunggu!” Micel berlari menghampiri Ardi.


“Ada apa?” tanya Ardi setelah menghentikan langkahnya.


“Aku ingin mengajak kamu makan malam, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.” Ardi menganggukkan kepalanya, mereka lalu berjalan menuju lift.


***

__ADS_1


“Kamu mau bicara apa?” tanya Ardi lalu memasukkan satu suapan ke mulutnya.


“Apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?” Ardi menganggukkan kepalanya. “apa hubungan kamu dengan Zahra?” imbuhnya.


Ardi mengernyitkan dahinya, dia lalu menelan makanan yang ada di mulutnya, “kenapa kamu menanyakan itu?” tanyanya penasaran.


“Aku cuma ingin tau aja, apa hubungan kamu dengan ABG itu.”


Ardi menggeleng sambil tersenyum, “memang apa yang kamu pikirkan, apa kamu pikir aku ada hubungan khusus dengan Zahra?” Micel mengangguk pelan. “aku nggak ada hubungan apa-apa dengan Zahra, aku hanya mempunyai salah sama gadis itu dan aku perlu meminta maaf padanya,” jelasnya.


Micel menghela nafas lega, “syukurlah,” ucapnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Ardi.


“Kenapa kamu bilang syukur?” tanya Ardi heran.


“Em...itu, sebenarnya aku...aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu, tapi kamu jangan marah ya,” pinta Micel sambil menatap kedua mata Ardi.


“Apa itu?”


“Ardi, aku ingin jujur sama kamu, selama ini aku mencoba untuk menahan perasaan ini, tapi aku sudah nggak sanggup menahannya lagi.”


Ardi mengernyitkan dahinya, “maksud kamu apa?” tanyanya penasaran.


“A—ku menyukaimu, aku sangat mencintaimu.”


Kedua mata Ardi membulat seketika, mulutnya menganga, “apa kamu bilang, aku nggak salah dengerkan! Kamu menyukai aku? Bukannya kamu itu sama Kenzo...”


“Micel, kamu tau kan Kenzo sangat menyukai kamu, selama ini dia begitu perhatian sama kamu, apa kamu tidak menyadari itu?”


“Aku nggak ada perasaan apa-apa terhadap Kenzo, dia yang terus mengejar aku, padahal aku sudah menolaknya berkali-kali.”


Ardi menggenggam tangan Micel, “Micel dengerain aku. Selama ini aku hanya menganggap kamu sebagai sahabat aku, kamu itu baik, kamu berhak mendapatkan lelaki yang lebih dari aku. Contohnya Kenzo, dia pria baik, apa lagi dia sangat menyukaimu,” ucapnya.


“Tapi aku mencintai kamu, Di. Aku nggak menyukai Kenzo,” ucap Micel dengan mata sendunya.


“Kamu pasti salah, mana mungkin kamu menyukai aku. Aku ini duda, aku pernah gagal dua kali dalam pernikahan. Aku sendiri saja takut untuk memulai lagi sebuah hubungan dengan siapa pun, karena aku takut akan menyakiti orang lain lagi.”


“Nggak! Aku yakin dengan perasaan aku ini, aku mau menerima kamu apa adanya, aku nggak perduli dengan status kamu yang duda itu. Aku mencintaimu sejak kita masih kuliah dulu, tapi karena sikap dingin kamu membuat aku untuk mencintaimu dalam diam. Tapi sekarang kamu sudah berubah, kamu sudah menjadi pria yang berhati


hangat, aku menyukaimu dengan tulus.”


Ardi melepas genggaman tangannya, “maafkan aku, Cel. Aku nggak bisa, lebih baik kamu pertimbangkan lagi perasaan kamu itu, Kenzo lebih berhak mendapatkan cinta kamu, bukan aku.” Ardi lalu beranjak dari duduknya, “aku harap ini obrolan terakhir kita untuk membahas ini, karena aku tidak ingin membahasnya lagi. Aku nggak ingin bekerja dengan kamu dalam kecanggungan. Aku akan menganggap obrolan ini tidak pernah ada, lebih baik sekarang kita pulang, aku akan mengantar kamu pulang,” ucapnya lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Micel yang masih diam mematung.


“Ardi, aku nggak akan pernah menyerah untuk mendapatkan kamu. Aku tau kamu juga menyukai aku, tapi demi Kenzo kamu menepis perasaan kamu itu.” Micel beranjak dari duduknya dan mengikuti Ardi dari belakang.


~oOo~

__ADS_1


VISUAL PEMERAN KEKASIHKU KAKAK IPARKU SEASON 1


ARKA



NIKAYLA



KEVIN



ANSEL



ARDI



MONIC



RASYA



**VISUAL KEKASIHKU KAKAK IPARKU SEASON 2


ARDI



**ZAHRA



MICEL



KENZO**

__ADS_1



**


__ADS_2