Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Pulang kampung..


__ADS_3

Sudah berbulan bulan Ardi pergi meninggalkan rumah.Tak ada kabar berita soal Ardi.Kay sudah putus asa,Kay semakin yakin kalau Ardi memang benar benar meninggalkannya.


Lina dan Jonny tidak tega melihat Kay yang selalu murung dan sedih.Lina tidak tau harus berbuat apa.Hanya Arka yang bisa membuat Kay kembali ceria lagi tapi kini Arka sedang ada di Paris menyelesaikan masalahnya dengan Sela.


Arka ingin memutuskan pertunangannya dengan Sela karena Arka tidak mau membohongi dirinya sendiri.Arka juga tidak ingin menyakiti Sela karena sampai kapanpun Arka tidak bisa mencintai Sela.


Kay yang sudah merasa putus asa kini mencoba untuk mengikhlaskan Ardi.Kay ingin pulang kerumah orangtuanya.Kay sangat merindukan kedua orangtuanya.


Lina dan Jonny tak bisa menghalangi keinginan Kay untuk bertemu kedua orangtuanya.Lina dan Jonny juga tak punya alasan untuk menahan Kay lagi karena disini mereka merasa bersalah atas sikap Ardi yang telah meninggalkan Kay.


Kay dan Kevin kini telah sampai di Pekanbaru.Tanah kelahiran Kay,Kay sangat merindukan kota kelahirannya.


Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )


" Ya sebentar.." teriak Merisa sambil berjalan menuju pintu.


Ceklek ( suara pintu terbuka )


" Hallo bun..." ucap Kay sambil tersenyum manatap Merisa.


" Sayang..kenapa nggak ngabarin bunda kalau mau kesini.." ucap Merisa terkejut dan langsung memeluk Kay.


" Kay kangen sama bunda.." ucap Kay.


" Bunda juga kangen sama kamu sayang..mana cucu oma yang ganteng.." ucap Merisa sambil mencari cari Kevin.


Kevin bersembunyi dibelakang Kay karena Kevin merasa asing dengan Merisa.Sudah lama Merisa tidak mengunjungi Kay dan keluarganya karena terakhir mereka berkunjung saat Kevin berumur satu tahun dan sekarang Kevin udah berumur hampir tiga tahun.


" Sayang..kasih salam sama oma.." ucap Kay sambil menarik tangan Kevin.


" Hallo oma.." ucap Kevin.


" Hallo sayang..oma kangen banget sama kamu,sekarang kamu sudah besar ya ganteng lagi.." ucap Merisa sambil mengendong Kevin.


" Ayah mana bun..? " tanya Kay sambil menarik kopernya masuk kedalam rumah.


" Ayah kamu belum pulang sayang,ayah kamu sekarang sibuk banget,kadang larut malam baru pulang.Oya sayang..mana suami kamu,kok nggak ikut kalian ? " tanya Merisa.


"Ayah pergi ninggalin bunda..Kevin benci ayah.." ucap Kevin.


" Keviiinnn..bunda nggak suka ya Kevin ngomong kayak gitu lagi.." bentak Kay.

__ADS_1


" Huee...bunda jahat,Kevin benci bunda.." teriak Kevin sambil memeluk Merisa.


" Maafin bunda sayang..bunda nggak bermaksud untuk membentak Kevin.." ucap Kay menyesal karena sudah membentak Kevin.


" Sayang sebenarnya ada apa ini,bunda nggak mengerti,apa benar yang dikatakan Kevin kalau Ardi pergi meninggalkan kamu ? katakan sayang ..!! " ucap Merisa cemas.


" Nanti Kay ceritakan bun,sekarang Kay capek mau istirahat dulu.." ucap Kay sambil berjalan menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya.


Kay berjalan menuju jendela kamarnya dan menatap keluar jendela.Kay meneteskan air mata yang sedari tadi ditahannya.Merisa dan Kevin masuk kedalam kamar.Merisa mendudukan Kevin diatas sofa.


" Katakan sama bunda apa yang sebenarnya terjadi.Kenapa Ardi meninggalkan kalian ? " tanya Merisa sambil berjalan menghampiri Kay.


Kay memeluk Merisa dan menangis dalam pelukan Merisa.Kay menumpahkan kesedihan yang selama ini ia tahan.


" Menangislah sayang jika itu bisa mengurangi beban yang selama ini kamu pikul.." ucap Merisa sambil mengusap lembut punggung Kay.


Kay menangis sepuas puasnya dalam dekapan Merisa.Kay sudah tidak sanggup menahan sakit yang ia rasakan selama ini.Sakit karena Ardi tega meninggalkannya tanpa memberinya penjelasan.


" Ceritakan sama bunda apa yang sebenarnya terjadi,bunda tidak mau ada yang kamu sembunyikan dari bunda,apapun itu.." ucap Merisa.


Kevin tengah asyik menonton acara kesukaannya.Kay duduk ditepi ranjang begitu juga dengan Merisa.


" Mungkin terjadi sesuatu sama Ardi sayang,apa kamu sudah mencarinya ? " tanya Merisa.


" Segala cara udah Kay lakukan bun termasuk melaporkannya kepada polisi tapi tetap nggak ada hasil.Kak Ardi bagai ditelan bumi.." ucap Kay.


" Terus kenapa kamu bisa berfikir kalau Ardi pergi meninggalkan kamu ? Bukannya Ardi sangat mencintai kamu dan Kevin.." ucap Merisa penasaran.


Merisa tau betul kalau Ardi begitu sangat mencintai putrinya.Perjuangan Ardi untuk mendapatkan cinta Kay yang begitu berat hingga harus melawan adik kandungnya sendiri.Jadi mana mungkin dengan mudahnya Ardi meninggalkan Kay dan Kevin.


" Kak Ardi nggak mau lagi menerima Kay dan Kevin bun karena Kay udah menyakiti Kak Ardi,karena Kay udah mengecewakan kak Ardi.." ucap Kay sedih.


" Maksud kamu apa sayang ? bunda benar benar tidak mengerti.." ucap Merisa binggung.


" Kevin..Kevin bukan anak Kak Ardi bun.." ucap Kay yang kini mulai meneteskan air mata.


" Maksud kamu apa sayang ? mana mungkin Kevin bukan anak Ardi,kamu jangan bercanda sayang,jelas jelas Kevin lahir dari rahim kamu jadi mana mungkin Kevin bukan anaknya Ardi.." ucap Merisa terkejut.


" Kevin memang lahir dari rahim Kay bun..tapi Kevin bukan anak Kak Ardi melainkan anaknya Arka.." ucap Kay disela tangisannya.


Merisa sangat terkejut mendengar ucapan Kay.Merisa bagai tersambar petir disiang bolong..

__ADS_1


" Bagaimana itu bisa terjadi sayang ? bagaimana kamu bisa melakukan itu sama Arka..apa kamu nggak bisa menjaga harga diri kamu.." ucap Merisa sedikit emosi.


Merisa tidak menyangka putrinya tega melakukan hal seperti itu.Merisa merasa sangat kecewa kepada Kay.


" Maafin Kay bun..waktu itu Kay benar benar tidak tau.Waktu Kay bangun dari tidur tiba tiba Arka udah berada dikamar Kay.Arka melakukan itu tanpa Kay sadari bun,maafin Kay..Kay menyesal bun.." ucap Kay yang terus menangis.


" Apa Arka tau kalau Kevin itu anaknya ? " tanya Merisa sambil memegang kedua pundak Kay.


" Arka belum tau bun..Kay tidak akan pernah memberitahu Arka.." ucap Kay.


" Kamu harus memberitahu Arka,dia berhak tau kalau Kevin itu adalah anaknya.Kevin membutuhkan kasih sayang ayahnya sayang.." ucap Merisa.


" Nggak bun..ayah Kevin hanya satu yaitu kak Ardi nggak ada yang lain.." ucap Kay dengan nada sedikit keras.


" Tapi kenyataannya apa sayang,Ardi pergi meninggalkan kamu.Mungkin Ardi nggak mau menerima kebenaran kalau Kevin bukan anaknya hingga dia memutuskan untuk pergi meninggalkan kalian.." ucap Merisa.


" Apa salah Kay bun ? Kay tidak sengaja melakukan itu,Kay melakukan itu karena terpaksa bun.." ucap Kay sambil memeluk Merisa.


" Bunda juga nggak habis pikir kenapa Arka tega melakukan itu,Arka itu anak yang baik tapi kenapa dia bisa berubah seperti itu,sebenarnya bunda marah atas sikap Arka terhadap kamu tapi bunda tidak bisa berbuat apa apa karena nasi sudah menjadi bubur apalagi sekarang ada Kevin.Jadi bunda juga nggak bisa menyalahkan Arka sepenuhnya.Ini nggak akan terjadi kalau ayah dan bunda tidak memisahkan kamu dan Arka.." ucap Merisa menyesali atas perbuatannya dulu.


" Bunda jangan menyalahkan diri bunda sendiri,Kay udah ikhlas bun.Mungkin ini sudah takdir hidup Kay.Mungkin ini balasan untuk Kay karena sudah menyakiti hati orang yang dengan tulus mencintai Kay.." ucap Kay lalu menghapus air matanya.


" Sampai kapan kamu akan menyembunyikan ini dari Arka..? " tanya Merisa.


" Kay nggak tau bun..Kay hanya ingin hidup tenang.Kay akan membesarkan Kevin sendiri.." ucap Kay.


" Tapi ayah kamu harus tau semua ini sayang,bunda udah cerita sama ayah kamu kalau dulu kamu dan Arka saling mencintai.Ayah kamu juga sangat menyesal karena sudah memaksa kamu untuk menikah dengan Ardi.." ucap Merisa.


" Tapi Kay takut bun.Kay takut akan membuat ayah shock,Kay nggak mau membuat penyakit ayah kambuh lagi.." ucap Kay sedih.


" Bunda akan bicara sama ayah kamu pelan pelan.Bunda nggak ingin kamu menahan semua ini sendiri.." ucap Merisa.


" Bun..boleh nggak Kay dan Kevin tinggal disini.Kay nggak mau balik lagi ke Jogja karena Kay tidak mau lagi menginggat rasa sakit ini bun.." ucap Kay.


" Tentu aja sayang,bunda senang jika kamu mau tinggal disini.." ucap Merisa.


" Makasih bun..." ucap Kay senang.


" Bunda..Kevin lapar.." teriak Kevin.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2