
Setelah menenangkan Rasya yang menangis, Ardi menidurkan Rasya didalam box bayi disebelah ranjangnya. Dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Sejak Rasya lahir, Ardi sudah tak lagi tidur seranjang dengan Monic. Rasya biasanya tidur bersama Monic, tapi malam ini Monic ada urusan bersama teman-temannya, dia meninggalkan Rasya bersama dengan Ardi.
Ardi merasa tubuhnya sangat lelah. Setelah seharian mengurus urusan kantor Ardi ingin mengistirahatkan tubuhnya, tapi tidak disangka Monic pergi dan meninggalkan Rasya bersamanya.
Walau badan terasa amat lelah, tapi Ardi tetap menjaga Rasya dengan senyuman diwajahnya. Karena bagi Ardi Rasya adalah semangat hidupnya, pengobat rasa lelah nya..
Ardi menatap langit langit kamarnya.
Di kala aku merindu..
Ingin ku jumpa dirimu..
Sepi melanda merasuk di kalbu..
Terbayang senyuman manis mu..
Mewarnai hari hari..
Agar aku buat kau terpaku..
Ingin kau hadir di sini..
Temani hatiku yang sepi..
Seandainya engkau tau..
Aku rindu kepadamu..
\( Merindu By Ryeni \)..
Ardi bangun dan duduk di tepi ranjang, dia
ingin sekali mendengar suara Kay. Ardi mengambil ponsel dari atas meja dan mencoba untuk menelfon Kay.
Tutt..tutt..tutt..
Kay dan Arka masih tertidur nyenyak setelah semalaman bergelut di ranjang sampai pagi. Arka membuka matanya secara perlahan setelah mendengar ponsel Kay berbunyi.
Arka menyandarkan tubuhnya dan mengambil ponsel Kay dari atas meja dengan malasnya. Arka membuka mata lebar lebar untuk melihat siapa yang menelfon Kay pagi-pagi.
Sambil mengguap Arka melihat layar ponsel Kay.
__ADS_1
"Kak Ardi," gumam Arka sambil menajamkan matanya. Arka mengucek kedua matanya dan kembali melihat layar ponsel Kay..l
"Beneran Kak Ardi," ucap Arka lalu menjawab telfon dari Ardi.
"Hemm..ada apa kak?" Sahut Arka dengan malasnya. Gimana tidak malas pagi-pagi sudah menelfon menganggu orang tidur saja.
Saat mendengar suara Arka sontak Ardi langsung mematikan ponselnya. Ardi lupa jika Kay sudah menikah dengan Arka.
Ardi kembali menatap layar ponselnya. Dia ingin sekali mendengar suara Kay, tapi dia bingung harus memberi alasan apa kepada Arka. Karena rasa rindunya kepada Kay akhirnya Ardi kembali menelfon Kay.
Tutt..tutt..tutt..
Arka mengambil nafas dan membuangnya kasar. Dia kembali mengambil ponsel Kay dan menjawab telfon.
"Ada apa kak ? Kalau mau bicara sama Kay, Kay masih tidur," ucap Arka kesal. Matanya masih mengantuk, baru dua jam dia tidur sudah ada yang menganggu.
"Bisa bangunin Kay nggak? ada yang mau aku bicarakan sama Kay," pinta Ardi.
"Em...kalau nggak penting nanti kakak telfon lagi saja. Kay baru saja tidur, karena kelelahan semalam," ucap Arka lalu mengguap karena matanya sudah nggak kuat untuk tetap terjaga.
"Memangnya Kay semalam ngapain? Apa Kevin lagi sakit?" Tanya Ardi cemas.
"Semalaman aku dan Kay sedang--" Arka mengantungkan ucapannya. Arka tidak tega meneruskan ucapannya, karena dia tidak ingin membuat kakaknya semakin sakit hati.
"Sedang apa, Ka?" Tanya Ardi penasaran.
"Sayang...bangun, ada telfon buat kamu," ucap Arka sambil mengusap lembut pipi Kay.
Kay menyingkirkan tangan Arka dari pipinya. Dia membalik tubuhnya membelakangi Arka. Kay benar-benar sudah tak punya tenaga lagi untuk bangun. Badannya terasa sangat lemas karena ulah Arka yang semalam tidak melepaskan Kay barang sebentar saja.
Kay tetap tidak bergeming, Arka kembali membangunkan Kay dengan menggoyang-goyangkan tubuh Kay.
"Em...siapa sih yang menelfon! aku masih mengantuk ini, semalaman kamu nggak membiarkan aku untuk beristirahat. Aku masih capek, badan aku lemas, aku nggak mau bangun! kamu saja yang angkat telfonnya," ucap Kay dengan mata yang masih terpejam.
"Sayang, bangun dulu dong, kalau kamu nggak bangun aku akan bikin kamu nggak bisa bangun sampai besok pagi," ancam Arka lalu mengecup tengkuk Kay. Tangan Arka mulai menyusuri tubuh Kay.
Tubuh Kay mengeliat karena sentuhan sentuhan Arka.,Kay takut Arka benar-benar akan melakukannya. Dengan malas akhirnya Kay membuka matanya. Kay menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Dia menyandarkan tubuhnya dan mengambil ponselnya dari tangan suaminya. Saat Kay ingin mengangkat telfon, Ardi sudah mengakhiri panggilannya.
"Mana? nggak ada telfon, kamu bohongin aku ya," ucap Kay lalu melempar ponselnya ke ranjang dan kembali merebahkan tubuhnya. Mata Kay benar-benar masih mengantuk.
Arka mengambil ponsel Kay, Ardi benar-benar mengakhiri panggilannya. Arka meletakan ponsel Kay ke atas meja dan kembali merebahkan tubuhnya sambil memeluk Kay.
Ardi mengakhiri panggilannya saat mendengar percakapan Kay dan Arka. Hati Ardi seakan tercabik-cabik. Semakin sakit terasa.
"Sekarang kamu sudah bahagia bersama Arka, Kay. Kamu benar-benar sudah melupakan aku. Aku sudah nggak ada harapan lagi untuk bisa bersamamu. Andai Kau tau Kay, aku masih sangat mencintaimu," gumamnya dalam hati.
✓
__ADS_1
✓
✓
Terdengar suara pintu di ketuk.
"Ais..siapa lagi sih! menganggu orang tidur saja. Nggak tau orang capek apa!" Seru Arka kesal. Arka membangun Kay agar membuka pintu karena Arka malas untuk bangun. Tubuhnya juga lemas setelah semalam bertempur sampai pagi.
"Malas ah, kamu saja," ucap Kay lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya sampai ujung kepalanya.
Pintu kembali di ketuk.
"Ayah..bunda, bukain pintunya!" Teriak Kevin sambil terus mengetuk pintu kamar bundanya yang sedari tadi tidak dibuka-buka juga pintunya.
Arka dan Kay sontak langsung melebarkan matanya setelah mendengar suara Kevin..)
"Kevin!" Teriak Arka dan Kay bersamaan. Kay tidak ingin anaknya melihat dirinya yang acak-acakan, akhirnya Kay meminta Arka untuk membuka pintu.
"Kamu saja yang bukain pintu, aku mau mandi dulu," ucap Kay lalu turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi.
Arka turun dari ranjang dan mengenakan pakaiannya kembali. Dia berjalan menuju pintu dan membuka pintu kamar. Arka berjongkok didepan anaknya.
"Ada apa sayang?" Tanya Arka sambil memegang kedua tangan Kevin.
"Oma menyuruh ayah dan bunda untuk sarapan."
"Bilang sama oma, ayah sama bunda mau mandi dulu, sekarang Kevin temui oma dulu, sebentar lagi ayah dan bunda turun," ucap Arka sambil tersenyum.
"Iya ayah," ucap Kevin lalu berjalan menjauh dari kamar Kay.
Arka menutup pintu dan masuk ke dalam kamar. Kay keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kevin mana?" Tanya Kay lalu melihat ke arah pintu yang tertutup.
"Kevin sudah turun ke bawah, ayah dan bunda menyuruh kita untuk sarapan, tapi aku malas, aku ingin berduaan sama kamu," ucap Arka sambil memeluk Kay dari belakang.
Arka mengecup tengkuk Kay dan menyandarkan dagunya ke bahu Kay. Dia merasa belum puas menghabiskan waktunya bersama istrinya semalaman. Kay mengusap lembut puncak kepala Arka.
"Jangan gitu dong, kasian ayah, bunda dan Kevin, mereka sudah menunggu kita, sekarang kamu mandi," ucap Kay lalu membalikan tubuhnya menghadap Arka.
Dengan malas Arka melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kamar mandi. Kay hanya tersenyum melihat tingkah Arka. Kay mengambil pakaian dalam lemari dan memakainya.
"Aku tunggu dibawah ya!" Teriak Kay setelah selesai menyisir rambutnya dan memakai make up tipis agar mukanya terlihat lebih fress.
"Ok sayang!" Teriak Arka dari dalam kamar mandi.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1