
Hari ini adalah hari pernikahan Leon dan Leona. Pernikahan keduanya diadakan di sebuah hotel berbintang di kota tersebut.
Para keluarga Leona yang dari Bali datang semua dan kini sudah berbaur dengan keluarga Leon. Keluar dari pihak wanita ini hanya bisa pasrah sebab acara pernikahan yang diadakan sesuai dengan ajaran agama Islam sebab Leona sudah menjadi mualaf berbeda dengan keluarganya sendiri yang non Islam.
Acara pernikahan dibuka dengan seorang MC menyapa para tamu yang hadir dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dari seorang Qori ternama di kota tersebut.
Setelah acara pembacaan ayat suci Al-Qur'an selesai, kini di lanjutkan dengan acara sambutan dari keluarga kedua mempelai.
Sambutan pertama, dilakukan oleh pihak mempelai laki-laki. Ayah dari Leon langsung menyampaikan sambutannya atas kehadiran keluarga dari mempelai wanita yang telah jauh-jauh datang ke tempat tersebut. Ayah Leon juga menyampaikan terima kasih karena pinangan putranya telah disambut baik oleh keluarga Leona.
Sambutan kedua dari mempelai wanita yang dalam hal ini ayah Leona wakilkan pada Tuan David, papa dari Vierdo. Ya pengantin wanitanya memang berangkat dari kediaman Vierdo dan pria itu serta keluarganya berperan sebagai keluarga Leona juga.
Wali nikah pun sudah ayah Leona serahkan kepada pak penghulu.
__ADS_1
Setelah acara sambutan selesai di sana diadakan acara Ulimatul ur'sy bagi para tamu undangan pria yang memang tempatnya terpisah dari para tamu undangan yang berjenis kelamin wanita. Khutbah nikah adalah acara selanjutnya kemudian disambung dengan acara akad nikah. Pak penghulu pun mengucapkan kalimat ijab dan dijawab dengan kalimat qabul dari Leon.
"Bagaimana para saksi, sah?"
"Sah."
"Sah."
"Sah."
"Alhamdulillah." Orang yang hadir di acara pesta pernikahan itu mengucapkan syukur karena acaranya terbilang sukses. Pak penghulu pun memimpin doa.
Setelah pembacaan doa selesai Leon menyematkan cincin kawin di jari manis Leona dan Leona pun balas menyematkan cincin kawin di jari manis Leon. Saat Leon mencium kening Leona terdengar sorak-sorai dari semua tamu undangan.
__ADS_1
"Ini tanda tangan dulu." Pak penghulu meminta Leon dan Leona menandatangani dokumen. Kedua mempelai itu pun melakukan apa yang diminta sebelum akhirnya melakukan sungkeman kepada kedua orang tua kedua mempelai.
Ayah dan ibu Leona benar-benar memasrahkan Leona pada suaminya itu agar dijaga dengan baik sebab Leona bisa dikatakan tidak mempunyai keluarga di kota tempat tinggal Leon. Yang Leona punya di kota tersebut adalah keluarga sahabatnya yang sudah menganggap Leon sebagai bagian keluarga mereka.
"Leon kau jaga dia baik-baik, jangan sampai kau sakiti dia. Kau tahu bukan, hanya karena ingin bisa hidup bersamamu dia telah mengambil keputusan besar dalam hidupnya sampai menjadi mualaf, sedangkan kamu tahu sendiri bukan keluarganya adalah keluarga pendeta. Jagalah hatinya dan jangan sampai kau membuat dia kecewa karena kalau dia kecewa berarti kamu juga membuat paman yang selama ini mendukung kalian ikut kecewa," nasehat Papa David disertai anggukan dari Vierdo.
"Benar itu Leon, jangan sia-siakan pengorbanan Leona."
"Pasti Paman, pasti Vir. InsyaAllah saya akan memegang amanat dari kalian dan juga dari orang tua Leona. Saya akan menjaga tubuh dan hati Leona sampai ajal memisahkan kami."
Perkataan dari Leon yang begitu mantap itu membuat kedua orang tua Leona bisa bernafas lega dan bisa melepaskan putrinya itu ke pelukan Leon.
"Semoga kalian selalu dilimpahkan kebaikan dari Tuhan Yang Maha esa," ujar ayah Leona.
__ADS_1
"Terima kasih Pa atas doanya dan terima kasih juga telah mempercayai Leona padaku," ujar Leon.
Bersambung.