Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Part 61. Curhatan Leona


__ADS_3

Sejak melihat Leona jadi pendiam Leon jadi merasa bersalah, tetapi dia bukanlah orang yang mudah untuk meminta maaf dan gengsinya terlalu tinggi.


Leon melakukan hal yang sama terhadap Leona hanya berbicara tentang pekerjaan tanpa pernah mau berbasa-basi. Sikap Leon yang seperti ini menjadi terlihat dingin di mata Leona.


Namun demikian, Leona masih selalu curhat tentang perasaannya terhadap Leon pada Keysa. Dia mengatakan tetap tidak bisa melupakan cintanya pada Leon meskipun dia melihat tatapan Leon berubah sangat dingin terhadapnya.


"Elo kenapa sih tetap pertahanin perasaan itu, kayak nggak ada laki-laki lain aja," ucap Keysa pada suatu sore. Saat itu Leona yang baru pulang bekerja mampir dulu ke rumah Keysa sahabatnya. Setelah menyarankan untuk mandi terlebih dahulu terhadap Leona, Keysa mengajak sahabatnya itu untuk mengobrol di balkon lantai dua. Di depan kamar Keysa sendiri. Saat ini Leona sudah memakai dress panjang milik Keysa.


"Nggak tahulah Key, aku sudah berusaha menghilangkan perasaan ini dan sudah berdoa pada Tuhan agar mencabut perasaan yang menyiksaku ini, tetapi sampai saat ini belum berhasil juga. Mungkin usahaku kurang gigih dan doaku kurang khusuk kali jadi tidak diterima oleh Tuhan," ucap Keysa dengan perasaan tidak menentu.


"Gimana bisa cepat melupakan kalau kamu tetep bekerja dalam satu kantor dengannya," keluh Keysa.


"Ya mau gimana lagi dong Key, aku butuh duit untuk bertahan di kota ini. Kalau pulang aku takut disuruh nikah oleh orang tuaku."

__ADS_1


"Mungkin dia memang jodohmu kali Leona, coba kamu terima pria yang dijodohkan oleh orang tuamu," saran Keysa.


"Mana mungkin dia orang bule jadi saya kurang srek aja kalau punya suami orang luar," jelas Leona.


"Aneh zaman sekarang tuh cewek-cewek pada ngejar yang bule-bule. Eh elo malah lari dikejar cowok bule," canda Keysa lalu tertawa.


"Nggaklah mana bisa, kita kan beda agama."


Memang sejak ditolak cintanya oleh Leon hanya gara-gara pria itu mengatakan bahwa mereka tidak akan bisa bersatu karena beda agama, Leona langsung meminta Keysa untuk mengajari tentang agama Islam karena melihat Keysa yang lumayan taqwa. Keysa pun menceritakan tentang agama yang dipeluknya dan ternyata Leona tertarik. Dia langsung meminta Keysa untuk memandunya agar bisa memeluk agama sahabatnya itu.


Dengan senang hati Keysa menuntun Leona untuk membaca syahadat dan pada saat itu pula Leona memeluk agama Islam.


Saat tahu, bukannya senang Leon malah menganggap Leona orangnya mudah goyah dan suka mempermainkan agama hanya karena yang namanya cinta. Entahlah Leon menjadi ragu apakah perasaan Leona padanya memang perasaan cinta yang tulus ataukah hanya obsesi semata.

__ADS_1


"Terus kamu pikir Leon bukan orang bule gitu?" tanya Keysa heran. Leona tidak suka pada orang bule, tetapi malah mencintai Leon yang notabene-nya adalah keturunan bule, dan jangan salah, Keysa juga keturunan bule dari Mommy-nya.


"Beda lah Key, dia kan blesteran gitu persis kayak kamu. Kalau sama tunanganku di Bali, dia asli orang bule jadi aku takut diajak tinggal di luar negeri," jelas Leona.


"Terus dia sudah diberitahu kalau kamu tidak mau sama dia? Elo tuh Leona jangan suka PHP-in orang," protes Keysa.


"Sudah, kebetulan dia kan temanku sewaktu kecil. Jadi aku bilang sama dia meskipun orang tua kita menjodohkan, aku tetap tidak punya rasa apapun sama kamu. Aku tetap nganggap kamu sebagai sahabat tidak lebih."


"Terus dia jawab apa?" tanya Keysa penasaran.


"Dia bilang ...."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2