Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Part 78. Ada Yang Kecewa


__ADS_3

Setelah pembacaan do'a selesai, kini saatnya kedua mempelai melakukan sungkeman terhadap kedua orang tua masing-masing secara bergantian.


Setelah acara sungkeman selesai kini giliran Para tamu undangan untuk menyalami kedua mempelai. Dengan diiringi oleh musik dari band, Vierdo dan Itnas berjalan menuju pelaminan dan berdiri di depan tempat duduk mereka bersiap-siaplah untuk mendapatkan ucapan selamat.


Para sahabat Vierdo dan Itnas sengaja mengambil start terakhir dan memberikan kesempatan kepada para tamu agar menyalami kedua mempelai terlebih dahulu.


Setelah semua para tamu undangan naik dan telah memberikan ucapan selamat kepada Vierdo dan Itnas akhirnya kini tiba saatnya giliran teman-teman kedua mempelai naik ke atas untuk mengucapkan selamat.


"Ayo Du, kita naik bareng biar ramai," ajak Thalita pada Syahdu yang masih terbengong-bengong menatap Kana yang sedang berbincang-bincang dengan Gino. Mereka baru tahu bahwa Gino adalah teman kuliah Vierdo di Inggris.


Yang jadi pertanyaan dari semua orang adalah apakah Gino beneran tukang ojek sebab kuliahnya saja jauh sampai ke Inggris. Kalau bukan karena beruang mana mungkin kuliah sampai sejauh itu.


Begitupun dengan Syahdu dia mencurigai profesi Gino adalah hanya tipuan semata. Entah apa yang Gino rencanakan yang pasti Syahdu sudah tidak ingin perduli lagi padanya. Memandang pria itu dekat dengan Kana saja membuat hati Syahdu sakit apalagi jika dia harus memikirkan Gino sejauh itu.


"Ayo bareng nggak?" tanya Thalita lagi karena melihat Syahdu masih bengong saja.


"Move on!" tekan Thalita. Masih banyak cowok yang lainnya," lanjutnya membuat Syahdu tersadar dari lamunannya.


"Ah iya," jawab Syahdu yang baru tersadar.


"Apa katamu tadi?"


"Kita naik bareng ucapin selamatnya biar ramai. Kita nanti langsung foto-foto di atas," terang Thalita.


"Oke ayok!" Syahdu menerima uluran tangan Thalita dan bergandengan naik ke atas pelaminan sedangkan Juno fokus menggendong sang putra.


Leon dan Leona sudah ada di atas dan sudah selesai mengucapkan selamat. Mereka berdua kini tampak bergurau menggoda Vierdo dan Itnas.


"Kupikir masih bulan depan nikahnya," ucap Leon pada Vierdo.


"Rencananya sih gitu berhubung mendengar kalian akan menikah awal bulan depan jadi aku percepat aja pernikahan kami," sahut Vierdo lalu terkekeh.


"Ih takut kalah cepat ternyata," protes Leon sambil mendorong pundak Vierdo ke belakang dan Vierdo semakin kencang tertawa.


"Pengantin tidak boleh tertawa, jaga image! Tuh orang-orang pada mandangin kamu," protes Juno sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami tangan Vierdo.


"Selamat ya Vier akhirnya bersatu juga dengan Itnas setelah bertahun-tahun kalian memulai hubungan. Semoga cinta kalian tetap suci seperti dulu dan langgeng sampai kakek nenek.


"Amin. Terima kasih ya Jun atas do'a nya dan do'a yang sama untukmu dan Thalita," ucap Vierdo dengan tulus sambil menggenggam tangan Juno lalu mengguncang-guncangkan tangan mereka.

__ADS_1


"Selamat ya Nas." Kini Juno beralih berucap pada Itnas.


"Makasih Jun."


Juno hanya mengangguk.


"Selamat ya Vier, Nas. Semoga cepat diberikan momongan," ucap Thalita sambil menyalami tangan Vierdo dan Itnas secara bergantian.


"Makasih dan saya aminkan ya Lit. Pengen banget punya bayi yang lucu kayak baby Athar," ucap Itnas sambil mencubit pipi bayi Athar.


Bayi Athar tampak berkaca-kaca karena dicubit pipinya oleh Itnas.


"Uluh-uluh, sakit ya. Sorry ya Tante nggak maksud nyubit kamu. Habisnya kamu ngengemesin deh," ucap Itnas sambil mengusap-usap pipi bayi Athar karena merasa bersalah takut cubitannya tadi menyakiti bayi tersebut meskipun Itnas melakukannya dengan lembut dan tidak mencubit beneran.


Melihat ekspresi Itnas yang merasa bersalah bayi Athar malah tertawa.


"Ih malah tertawa, kamu ngerjain Tante ya? Hmm, persis daddi-nya suka ngerjain cewek," ucap Itnas malah terkekeh. Menyadari banyak orang yang menatap dirinya, Itnas langsung menutup mulutnya sendiri.


"Mana ada Nas, aku kan aslinya kalem," protes Juno.


"Selamat ya Pak Vier, selamat ya Nas," ucap Syahdu memberikan selamat.


"Jangan ucapkan selamat aja Du, mana kadonya?" kelakar Vierdo mengerjai Syahdu.


"Beres Pak sudah aku taruh bersama kado yang lainnnya. Nanti kalau puas dengan kado Syahdu jangan lupa ya naikin jabatan," ucap Syahdu dan langsung tertawa.


Vierdo tampak membelalakkan mata mendengar permintaan Syahdu sedangkan Itnas hanya menggelengkan kepala.


"Ih maunya," protes Thalita.


"Eh Kana mana?" tanya Itnas karena melihat Kana tidak ikut naik beserta yang lainnnya.


"Tuh masih mojok," tunjuk Syahdu pada Kana dan Gino yang masih tampak berdebat. Entah apa yang mereka bicarakan hingga terlihat begitu serius.


"Ohya sudah biarkan saja," ucap Itnas dan semua orang juga mengangguk.


"Oh iya lihat Wendi tidak?" tanya Vierdo yang tidak melihat Wendi dari tadi pagi saat awal acara. Padahal beberapa hari ini dialah yang paling aktif mengurus persiapan pernikahan Vierdo dan Itnas.


"Tidak tahu, saya juga tidak melihat pak Wendi dari tadi," sahut Syahdu dibenarkan oleh yang lain melalui anggukan.

__ADS_1


"Itu bukannya Wendi ya," tunjuk Itnas pada Wendi yang berjalan ke arah mereka sambil menggandeng seorang wanita.


"Siapa dia?" tanya Thalita sambil menunjuk wanita yang digandeng Wendi dengan mesra.


"Bukannya itu Gladis ya," tebak Juno.


Segera Itnas membuka matanya lebar-lebar agar bisa melihat dengan jelas apakah benar itu Gladis seperti yang dimaksud Juno tadi.


"Gladis yang dicintai kamu itu ya Mas?" Thalita tampak cemburu melihat penampilan Gladis yang begitu cantik dan mencuri perhatian orang.


"Itu dulu sayang sekarang nggak lagi," ucap Juno menenangkan sang istri.


Thalia hanya mengangguk. Namun, masih cemberut.


"Loh kok masih gitu sih ekspresinya. Nggak percaya ya sama aku?"


"Dia sangat cantik Mas, aku jadi iri," ucap Thalita jujur.


"Kenapa harus iri? Bagiku kamu yang tercantik bahkan bukan hanya cantik saja, kamu juga manis jadi nggak bosan aku lihatnya."


"Ah Mas Juno gombal."


"Ih kok gombal sih, suer deh. Kehadiranmu membuatku terasa lengkap sehingga tidak bisa berpaling darimu."


"Sweet-sweet," ucap Syahdu sambil tertawa.


"Apa sih Du?!" protes Juno.


Sesampainya Wendi dan Gladis di atas pelaminan, Itnas langsung mewek.


"Dis kamu kemana aja sih selama ini? Aku tanya-tanya Tante dia tidak pernah mau memberitahukan keberadaan mu padaku."


"Bunda masih marah Nas, dengan kejadian itu," jawab Gladis.


"Maafkan aku ya Dis gara-gara aku meninggalkan kamu waktu itu hidupmu jadi hancur," ucap Itnas sambil mendekap tubuh Gladis. Kedua sahabat lama itu saling melepas rindu dengan tangis haru dalam dekapan hangat seorang sahabat.


Di bawah sana Kana kecewa saat mengetahui bahwa Wendi menggandeng seorang wanita di pesta pernikahan atasannya itu.


"Jadi dia sudah punya kekasih? Pantas saja dia seperti menganggap aku tidak ada saat aku berada di sisinya. Ya Tuhan mengapa baru kau tunjukkan sekarang setelah aku berharap banyak padanya," gumam Kana merasa begitu sedih.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2