Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Part 80. Kana Cemburu


__ADS_3

Setelah sesi foto-foto dengan Vierdo dan Itnas semua teman-teman Vierdo dan Itnas berbaur satu sama lain mengambil hidangan yang telah disediakan dan duduk dalam satu meja yang panjang yang memang di sediakan atas permintaan Vierdo khusus untuk teman-temannya.


Mereka tampak sibuk mengambil makanan masing-masing lalu makan bersama. Diantara semua orang Thalia lah yang paling ribet kelihatannya sebab putranya sudah mulai ngerecokin sendok yang dia pegang.


Melihat istrinya kerepotan akhirnya Juno mengalah, dia menghentikan aktivitas makannya lalu mengambil baby Athar dalam gendongan Talita.


"Sudah kamu makan saja duluan biar nanti saya belakangan saja," ucap Juno.


Thalita hanya mengangguk dan fokus menyantap makanannya kembali. Juno menjauh dari semua orang dan membawa putranya berjalan-jalan.


Berbeda dengan yang lain yang mengisi perut dengan makanan berat Wendi malah nampak santai sambil menyeruput es buah.


"Kamu tidak makan?" tanya Gladis pada Wendi yang sedari tadi hanya memandang dirinya yang makan.


"Tidak aku masih kenyang. Kamu makanlah saja tidak perlu memikirkannya aku. Kalau aku mah gampang nanti bisa ambil kapan saja."


Gladis tersenyum lalu mengangguk.


Wanita itu tampak menyendok nasi dan rendang sapi ke mulut Wendi.


"Coba dulu kalau tidak enak boleh menolak jika aku suapi lagi." Gladis tahu kelemahan Wendi jika lidahnya sudah menyentuh rendang sapi dia akan tertarik makan meskipun katanya sudah kenyang.

__ADS_1


"Jangan Sayang aku benar-benar sudah kenyang," tolak Wendi sedikit mendorong sendok di depan mulutnya.


Melihat Wendi memanggil kata sayang pada Gladis hati Kana terasa sakit.


"Ayo dong satu sendok saja," bujuk Gladis dan akhirnya Wendi mengangguk pasrah dan membuka mulutnya.


"Nah gitu dong." Gladis menyuapi Wendi.


"Gimana enak?" tanya Gladis sambil menggerakkan alisnya menggoda Wendi sambil tersenyum jahil.


"Kamu tuh ya selalu membuat dietku gagal," ucap Wendi dan benar saja akhirnya dia ketagihan dengan masakan yang selalu menjadi makanan favoritnya itu.


Gladis mengambil sendok yang lainnnya dan ikut menyuapi Wendi sehingga mereka terlihat saling suap-suapan.


Semua teman-teman Vierdo dan Itnas melirik keduanya dan tersenyum, ikut senang melihat ekspresi keduanya terkecuali Kana yang tampak cemberut dan tidak suka.


Kana bangkit berdiri dan meninggalkan meja membuat Syahdu berteriak memanggil nama Kana.


"Kana mau kemana?" tanya Syahdu dengan berteriak.


"Ke kamar mandi," jawab Kana ketus lalu berlari menjauh dari semua orang.

__ADS_1


"Kenapa dia?" tanya Leon sedangkan Thalita dan Leona serta Juno yang mengerti dengan apa yang dirasakan oleh wanita itu dengan tatapan iba.


"Biasa Pak Leon, dia cemburu," bisik Syahdu, untung tidak didengar oleh Wendi karena dia dan Gladis saling suap-suapan sambil sesekali tersenyum bahagia.


Wendi begitu sangat bahagia melihat keceriaan Gladis yang sudah kembali. Selama ini jangankan bercanda seperti itu dekat dengannya saja Gladis tampak ketakutan. Wanita itu begitu lama mengalami trauma pasca pemerkosaan yang dilakukan Regan di club tempo dulu.


Perjalanan untuk mendekati Gladis bagi Wendi penuh perjuangan hingga ia kini bisa memiliki wanita itu dan mengembalikan keceriaannya kembali. Dulu Gladis tidak suka jika ada yang mendekatinya dan akan gemetar ketakutan jika ada yang menyentuh dirinya walaupun hanya di bagian tangan saja.


Bundanya Gladis sudah nampak putus asa karena psikiater yang menangani Gladis sudah menyerah saat melihat tidak ada perkembangan dari wanita itu.


Oleh karena itu Wendi yang sebenarnya ditugaskan Pak David, papanya Vierdo untuk mengurus tentang Gladis dan Regan atas permohonan Itnas saat masih bekerja pada papanya Vierdo malah tertarik pada wanita itu dan membawa Gladis berobat keluar negeri dengan mengutus seseorang untuk menemaninya di sana sebab bundanya tidak mungkin ada di sana secara terus-menerus.


Setiap bulan Wendi selalu meluangkan waktu untuk menjenguk Gladis di luar negeri.


Awalnya Gladis tidak suka pada Wendi dan menolak keberadaannya di sisinya. Namun, Wendi terus meyakinkan Gladis hingga akhirnya Gladis menganggap Wendi laki-laki yang baik dan mulai mau saat didekati.


Perjuangan Wendi akhirnya membuahkan hasil saat Gladis bisa merasakan ketulusan dan bisa membalas cinta dan perhatiannya selama ini.


Bersambung.


Mohon maaf ya kalau ada yang bertanya kok cerita pasangannya banyak Thor, itu karena semua kisah dari mereka ingin saya tuntaskan di novel ini biar tidak ada sekuel.

__ADS_1


__ADS_2