Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Bab 121. Penangkapan


__ADS_3

"Kau tenang saja Lit dia akan mendapat ganjaran dari setiap pekerjaannya," ucap Fikran.


"Kau hukum dia seberat-beratnya Fik, dia memang benar-benar wanita jahat. Dia bukan hanya mau menculik Syahdu tapi dia juga pernah jahat padaku di masa lalu. Dia benar-benar wanita yang licik."


"Kau tenang saja Lit, dia itu adalah salah satu rombongan pengedar narkoba sehingga sudah dipastikan hukuman untuknya adalah hukuman mati. Sudah setimpal bukan dengan perbuatannya?"


"Iya fik wanita seperti dia memang harus mati. Wanita seperti itu tidak pantas hidup di dunia karena hanya akan menyusahkan manusia yang lainnya saja."


"Kau benar Lit, Tuhan sudah menunjukkan kuasanya dia saat ini sudah tertangkap dan harus mempertanggung jawabkan setiap perbuatan jahatnya selama hidup di dunia ini."


Thalita dan Syahdu hanya mengangguk mendengar penjelasan dari Fikran.


"Fik apakah perlu kita ringkus saja mereka berdua dan kita bawa saja mereka ke mobil biar kita bawa ke kantor polisi sebab kalau menunggu mobil polisi takutnya kelamaan dan mereka segera segera sadar dan ada kemungkinan akan melarikan diri." Dari tadi Vierdo yang hanya menjadi pendengar akhirnya ikut nimbrung mendengar ketiga orang yang ada di depannya berbicara panjang lebar tanpa ada inisiatif pun untuk membawa kedua penjahat itu pergi dari daerah tersebut.


"Kau benar Fix."

__ADS_1


"Ayo kita angkat mereka ke mobil Vierdo," ajak Fikran pada rekannya yang dari tadi hanya diam saja mendengar pembicaraan ke empat orang yang ada di sampingnya.


"Baik Pak ayo kita lakukan sekarang."


Fikran mengangguk dan dia berjongkok untuk meraih tubuh pria bertato itu dibantu oleh rekannya sedangkan Vierdo mengangkat wanita yang ternyata bernama sauna itu dibantu Syahdu. Thalita pun juga ikut membantu. Mereka bersusah payah membawa kedua tubuh penjahat itu sebab akses untuk menuju mobil lumayan sulit.


Setelah menaruh kedua penjahat itu ke dalam mobil Vierdo, ternyata kedua penjahat itu malah sadar. Untungnya tangan Sauna dan John itu sudah diborgol oleh rekan Fikran.


"Ayo kita segera masuk Pak!" ajak rekan Fikran agar Fikran tidak membuang-buang waktu lagi.


Vierdo segera masuk ke kursi ke mudi dan sudah siap untuk tancap gas.


"Jun nitip Syahdu ya!" Fikran berteriak dari dalam kaca mobil Vierdo yang setengah terbuka.


Juno yang belum masuk ke dalam mobilnya pun menunjukkan jari jempolnya kepada Fikran.

__ADS_1


"Terima kasih!" seru Fikran lagi dari balik kaca lalu segera menutup kaca agar tidak ada celah bagi kedua penjahat itu bisa kabur melalui celah kaca. setelah kaca terlihat ditutup mobil Virgo langsung melaju kencang di jalanan menuju kantor polisi.


Di tengah perjalanan, Fikran mendapat telepon dari rekannya sesama polisi dan mengabarkan bahwa komplotan pengedar narkoba yang selama ini mereka kejar-kejar sudah tertangkap semua hanya tinggal 2 orang saja yang belum ada kabarnya.


"Dua orang itu ada di sini sekarang. Penjahat yang saya maksud tadi menculik teman saya adalah bagian dari kompolatan tersebut dan yang sengaja mengecoh kita agar pecah dan akhirnya mereka lolos dari pengawasan kita. Untung saja tadi saya hanya mengajak satu orang saja diantara kalian.


"Oke bagus kalau begitu, tapi mobil polisinya masih dipakai di sini. Selalu siaga dan awasi agar kedua penjahat itu tidak lolos karena akan sangat sulit untuk menangkap lagi!"


"Siap pak! Tenang saja kami sudah mengarah ke kantor polisi dengan membawa kedua penjahat itu menggunakan mobil teman saya."


"Kerja bagus Pak dan harap berhati-hati!"


"Siap!"


Saat Fikran sedang lengah sebab serius menelpon John menendang tangan Fikran hingga ponselnya terlempar ke depan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2