
Fikran pergi dan semua tamu undangan banyak yang pamit pulang. Teman-teman Leon membantu pihak catering membagi-bagikan makanan plus kue untuk semua tamu undangan yang telah berkenan hadir dan memberikan doa bagi kedua mempelai.
Setelah acara pernikahan usai semua teman-temannya dari Leon dan Leona menghampiri Leon dan Leona di dalam kamar hotel. Setelahnya mereka berencana untuk berjalan-jalan sebentar.
"Sorry aku nggak bisa ikut kayaknya," ujar Syahdu saat teman-temannya mengutarakan keinginan mereka untuk berjalan-jalan terlebih dahulu.
"Kenapa karena kamu nggak ada pasangan sendiri ya Du," tebak Vierdo.
"Nggak lah Pak Vier bukan itu alasanku," sahut Syahdu.
"Terus apa Du? Kalau alasannya cuma itu kamu tenang saja. Kita sesama cewek pergi bareng cewek dan yang cowok bareng sama cowok biar nggak berpasangan. Anggap kita semua hanya sahabatan saja kayak kita pas sekolah SMP dulu," ujar Kana.
"Nggak Kan bukan itu alasanku. Aku ngga mau ikut karena sedikit pusing. Aku mau istirahat saja dulu biar besok bisa kerja dengan baik lagi," jelas Syahdu.
"Oh baiklah kalau begitu," ucap Kana pasrah sebab tidak mungkin mengajak orang sakit untuk berjalan-jalan.
"Kalau begitu aku antar saja kamu pulang dulu deh Du." Vierdo menawarkan diri.
"Boleh Kan sayang nanti aku sama Juno antar Syahdu pulang dulu sebelum kita kembali ke sini."
"Boleh saja," jawab Itnas sama sekali tidak keberatan.
"Bagaimana Juno? Kamu bawa mobilmu atau mobilku terserah saja dan aku akan membawa mobil Syahdu. Nanti pulangnya aku ikut kamu," usul Vierdo.
"Ya boleh saja lah Vier biar aku bawa mobilku saja. Nggak enak kalau bawa mobil yang bukan pegangan ku sendiri. Sama mobil papa aja aku enggan rasanya malas saja."
"Oh itu mungkin pertanda kamu adalah pria yang setia," ujar Gino.
__ADS_1
"Aamiin," ucap Thalita dengan suara kencang.
"Setia apa dulu Lit, setia sama mobil saja. Kalau sama pasangan mah belum tentu," kelakar Itnas.
"Apaan sih Nas, tapi nggak apa-apa meskipun kamu meragukan kesetiaanku pada pasangan yang penting Thalita percaya sama aku. Sudah bosan Nas gonta-ganti pasangan dari dulu sekarang saatnya tobat," ucap Juno terkekeh.
"Ayo!" ajak Vierdo.
"Oke ayo," balas Juno.
"Kamu baik-baik ya sayang sama mami, dadi pergi sebentar." Juno menguyel-uyel pipi baby Athar dan balita itu malah tertawa. Sepertinya sang anak senang digodain sama dadinya.
"Hati-hati Mas, jangan sampai kehilangan hati untuk anak dan istri!" seru Thalita.
"Pasti Itnas ini yang ngajarin kamu ngomong begini," tebak Juno.
"Loh-loh kok malah menuduh aku sembarangan sih?" protes Itnas. "Itu tandanya Thalita mulai curiga suaminya ada main belakang," ujar Itnas lagi, lalu terkekeh.
Thalita hanya mengangguk dan tersenyum mendengar perkataan sang suami. Dalam hati berharap apa yang dikatakan Juno itu benar-benar tulus dari hatinya.
"Oh ya apa kabar Mas Yudha di penjara sana ya!" Niat Itnas mau menggoda Juno agar kesal jika mendengar nama pria itu disebut. Namun, yang kesal bukan Juno melainkan suaminya sendiri.
"Ngapain nyebut-nyebut nama dia? Kangen apa?" protes Vierdo.
"Kok kamu yang jadi sensitif sih padahal saya hanya ingin menggoda Juno saja," protes Itnas pada Vierdo.
Juno malah tertawa Itnas terbakar dengan permainannya sendiri.
__ADS_1
"Sudahlah aku pergi sendiri saja!" Syahdu tambah pusing mendengarkan teman-temannya berbicara tidak ada ujungnya.
"Loh Du biar saya antar!" seru Vierdo.
"Tidak usah Pak terima kasih saya bisa sendiri kok," ucap Syahdu.
"Tapi kamu nggak apa-apa dalam kondisi seperti itu menyetir sendiri?"
"Tidak apa-apa Pak." Kini Syahdu sudah duduk di belakang kursi kemudi dan siap untuk menyetir.
"Saya pergi dulu ya semuanya!" Syahdu melambaikan tangan kepada teman-temannya.
"Oke Du hati-hati ya!" Semua teman-temannya menjawab serempak.
Syahdu mengangguk dan langsung membawa mobilnya menjauh dari tempat pernikahan Leon dan Leona.
"Aduh kenapa tambah pusing sih?" Syahdu memijit pelipisnya yang bertambah berat saja rasanya.
Melihat ada apa apotik di depannya segera Syahdu menepikan mobilnya dan berhenti untuk membeli obat.
Baru saja keluar dari mobil tiba-tiba saja ada seseorang yang menyergap tubuhnya.
"To-long!" Ingin meminta tolong, tetapi tiba-tiba mulutnya di beri obat bius hingga Syahdu pingsan.
"Bagus kita wanita ini agar pria itu menghentikan proses penyergapan terhadap komplotan kita!"
"Oke siap."
__ADS_1
Tubuh Syahdu dibawa ke dalam mobil lain dan langsung dibawa pergi.
Bersambung.