
Sesampainya di rumah kedua orang tuanya ternyata Vierdo benar-benar belum pergi.
"Ya ampun Kak, jadi Kak Vier menunggui papa sampai aku balik," ucap Itnas heran sambil berjalan cepat ke samping Vierdo.
"Emangnya kakak tidak mau masuk kerja?" tanya Itnas kemudian.
"Kan sudah kubilang Wendi sudah menangani semuanya."
"Tapi Kak, kan kasihan Pak Wendi harus bekerja seharian lagipula papa kan sudah ada di rumah dan baik-baik saja."
"Saya hanya khawatir karena Tante Refi kan di rumah sendirian."
"Kan ada pembantu Kak, ada si kembar juga."
"Si kembar lagi kuliah Nas dan mama yang meminta supaya Nak Vier menemani kami sampai kamu kembali," jelas Mama Refi.
"Ya ampun Ma, Mama nggak kasihan ya sama Kak Vier hingga tidak bisa masuk kerja hari ini," keluh Itnas, dalam hati berkata mamanya memang keterlaluan.
"Sudahlah Nas kok kamu yang sewot sih, Nak Vier aja tidak keberatan," protes Mama Refi.
"Bukan begitu Ma tapi ...."
"Sudahlah Nas, aku bilang juga aku nggak apa-apa.
Jangan-jangan kamu mengatakan itu agar aku pergi dari sini ya? Kamu ingin mengusirku, tapi tidak tahu cara ngomong makanya protes gitu ya?"
"Nggak kok Kak sumpah!" seru Itnas sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah secara bersamaan. "Ya udah deh kalau Kak Vier ingin di sini, seharian juga boleh," ucap Itnas pasrah daripada dirinya akan dituduh macam-macam.
__ADS_1
"Oh ya Nas gimana kabar Juno sama ceweknya itu?"
"Thalita maksud Kak Vier?"
"Iya itu maksudku."
"Mereka sudah bahagia Kak, mereka sudah dikaruniai seorang anak laki-laki," tutur Itnas.
"Wah nyalip kacir tuh sih Juno. Padahal dia dulu menikah aja nggak mau apalagi sampai memikirkan punya anak," ucap Vierdo sambil terkekeh.
"Kalian kapan menyusul?" tanya Mama Refi membuat mata Itnas langsung terbelalak tajam.
"Apanya Tante punya anak atau menikah?" goda Vierdo.
"Ya menikah lah, baru punya anak," sahut Mama Refi. "Masa punya anak dulu baru menikah kan sontoloyo," ujar Mama Refi lagi.
"Kali aja Tante mau menyuruh kami ngikutin jejak si Juno," kelakar Vierdo.
"Apanya yang habis Tante?"
"Burung kamu tuh Tante bakal sunat sampai ke akar-akarnya."
Vierdo langsung meringis mendengar perkataan Mama Refi kali ini.
"Serem amat Tante," ucapnya sambil bergidik ngeri.
"Mama apa-apaan sih ngomongnya ngelantur seperti ini?" protes Papa Husein mendengar perkataan istrinya yang tidak terkontrol.
__ADS_1
"Biarin Pa, aku kesel tuh sama pria yang sudah menghamili wanita di luar nikah dan setelah tahu wanita itu hamil malah ninggalin dan membuat orang lain yang harus bertanggung jawab pada wanitanya itu. Pecundang nggak sih pria macam itu?"
"Mama itu salah paham Ma, udah nggak usah diterusin. Juno tidak seperti yang mama pikirkan. Makanya kalau mendengar cerita jangan setengah-setengah, jadinya begini, kan? Informasinya nggak lengkap," jelas Itnas.
"Iya, kah? Lalu sebenarnya ceritanya macam mana?"
"Nanti deh kapan-kapan Itnas ceritakan."
Papa Husein hanya menggeleng melihat kelakuan istrinya saat ini.
"Terus Nak Vier rencananya kapan akan melamar putriku?" tanya Mama Refi serius.
"Ya ampun Mama, nawarin anak sendiri kayak jualan aja, malu-maluin," ucap Papa Husein.
"Aku kan hanya menunggu kepastian Pa, Mama takut nih anak akan kembali ke Yudha lagi berhubung pria itu sudah melepas Thalita. Kalau Nak Vierdo tidak ada niat untuk melamar Itnas biar mama akan menerima lamaran lain. Papa tahu kan teman arisan mama yang paling eksis di media sosial tuh? Dia mengatakan akan melamar Itnas kalau putri kita belum ada janji sama orang lain."
"Omong kosong apa ini," protes Itnas dalam hati. Mamanya benar-benar membuat dirinya semakin malu.
"Secepatnya Tante, tapi kan Vier harus menunggu masa Iddah Itnas dulu," terang Vierdo.
"Oh iya ya." Mama Refi hanya nyengir mendengar ucapan Vierdo. Dia benar-benar lupa kalau masa Iddah Itnas belum usai.
"Nas besok temenin aku ya menemui Juno untuk mengucapkan selamat."
"Iya Kak."
Esok hari Thalita sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena keadaannya sudah sehat dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
__ADS_1
Itnas yang sudah mendapatkan kabar bahwa mereka akan pulang segera memberitahukan pada Vierdo dan mengajak pria itu untuk menjenguk sekaligus ikut mengantarkan mereka pulang.
Bersambung.