Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Bab 120. Wanita Di Masa Lalu


__ADS_3

"Berikan alasanmu!" seru Itnas dari balik telepon.


"Ngapain Nas, aku bisa balik sendiri juga," protes Syahdu.


"Emang kamu bawa mobil?" tanya Itnas lagi.


"Ya ampun Nas aku melupakan mobilku. Mobilku aku parkir di dekat apotik sebelum aku diculik."


"Oh ya sudah apotik yang mana?"


"Itu apotik di dekat hotel tempat Leona dan Syahdu menikah, aku lupa namanya apotik apa."


"Oke biar kami cari dan jemput. Sekarang katakan dimana kamu berada sekarang biar kami bawa mobilmu ke sana!"


"Dimana ya? Aku tidak tahu tempat ini dimana, sebentar aku tanya Fikran dulu."


"Fik tahu nggak ini namanya daerah apa?"


Fikran mengangguk dan langsung mengambil alih ponsel Syahdu serta memberitahukan alamat dimana dirinya dan Syahdu kini berada.


"Cepetan ya Nas ke sini untuk jemput Syahdu sebab saya masih ada yang harus diurus!" pinta Fikran.


"Baik kami akan segera ke sana jika sudah mendapat mobil Syahdu," ujar Itnas.


"Baik akan saya tunggu.

__ADS_1


Setengah jam berlalu ternyata mobil Itnas maupun mobil polisi belum sampai juga ke tempat mereka. Mungkin karena akses masuk ke daerah tersebut sulit dilalui kendaraan beroda empat. Meskipun bisa, tapi akan lama sampainya.


"Lama banget ya Fik orang-orang datangnya?" tanya Syahdu tidak sabaran sebab hari sudah mulai menjelang petang. Suasana sudah mulai gelap.


"Kamu lapar? Kalau iya biar aku cari makan dulu."


Syahdu menggeleng sambil tangannya mengibaskan nyamuk yang membuat bising telinganya, bahkan ada beberapa yang sudah berhasil menggigit lengannya.


"Nggak usah Fik aku masih kenyang kok, cuma khawatir aja bunda ama keluarga yang lain mengkhawatirkan aku."


"Hubungi saja mereka, kasih tahu kalau kamu ada di sini!" usul Fikran.


"Nggak Fik nanti mereka malah tambah khawatir lagi." Syahdu menggeleng.


"Ya sudah katakan saja pada Itnas agar memberikan kabar kepada kedua orang tuamu bahwa kamu bersamanya."


"Baiklah aku langsung hubungi Itnas saja. Berbohong demi kebaikan boleh, bukan?"


Fikran hanya mengangguk, daripada membuat kedua orang tua Syahdu jantungan mendengar kabar putrinya diculik dan sekarang ada di tempat yang susah dijangkau dengan kendaraan beroda empat mending mengatakan saja Syahdu bersama Itnas, toh sebentar lagi Itnas dan yang lainnya akan segera sampai dan membawa Syahdu pulang.


"Hai!" Baru saja Syahdu mau menelpon Itnas, dari jauh Thalita melambaikan tangannya.


"Hai Lit!" Syahdu pun membalas lambaian tangan Thalita.


Thalita segera berlari ke arah Syahdu.

__ADS_1


"Itnas mana?" tanya Syahdu karena yang sedari tadi ditelpon Itnas dan yang datang malah Thalita.


"Ada di jalan raya sana. Tidak diperbolehkan ke sini oleh Vierdo sebab kata dokter kandungannya lemah jadi Itnas tidak boleh kecapekan. Vierdo juga takut keadaan di sini belum kondusif, takut penjahatnya malah melukai Itnas," jelas Thalita panjang lebar.


"Itu siapa yang berlari ke sini, Juno kah?" tanya Thalita melihat seorang pria jauh di belakang sana juga berlari ke arahnya.


"Vierdo, Mas Juno aku suruh pegang Athar. Mereka menunggu kita di mobil."


"Iya ya, bahaya juga kalau baby Athar dibawa ke sini. Banyak nyamuknya takut kena demam berdarah."


"Ya sudah Lit kamu bawa Syahdu pergi dari sini sebab aku masih menunggu rekanku menjemputnya dua penjahat ini." Fikran menunjuk dua orang yang terbaring pingsan di atas tanah.


"Tadinya aku mau nganterin Syahdu dengan motorku cuma takut mereka berdua sadar dan langsung kabur sebab rekanku ini hanya sendirian dikhawatirkan tidak mampu melawan."


"Iya aku ngerti kok Fik, biar Syahdu sama kami saja."


"Loh dia?" Thalita seperti mengenal wanita yang terbaring lemah di atas tanah. Segera wanita itu menghidupkan senter ponselnya dan menyenter wanita tersebut.


"Dia kan?" Thalita terlihat kaget.


"Kamu kenal?" tanya Fikran melihat Thalita terperanjat.


"Dia adalah Sauna, orang yang telah menghancurkan diriku dulu. Kalau bukan karena dia maka Yudha tidak mungkar melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan padaku. Video itu? Kata Yudha dia yang menyebarnya," ucap Thalita dengan setengah sadar.


"Video apa?" tanya Fikran tidak paham.

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu yang jelas wanita ini telah menghancurkan Thalita di masa lalunya," ujar Syahdu.


Bersambung.


__ADS_2