Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Part 79. Dicintai Lebih Baik Daripada Mencintai


__ADS_3

"Kenapa kamu? Kamu suka ya sama dia?" tanya Gino melihat ekspresi Kana yang masam dan suaranya yang terdengar kesal meski Gino tidak mendengar secara jelas apa yang dikatakan tadi oleh Kana.


"Bukan urusan kamu," ketus Kana sambil menghempaskan tangan Gino yang hendak menggandeng tangannya. Kana lalu berjalan cepat ke depan pelaminan dan naik ke atas untuk memberikan ucapan selamat kepada Itnas dan Vierdo.


"Selamat ya Pak Vier, selamat ya Nas," ucap Kana sambil menyalami tangan keduanya secara bergantian.


"Terima kasih Kana," ucap Vierdo sambil melirik wajah Kana dan Wendi yang tampak menggenggam tangan Gladis secara bergantian. Pria itu merasa bersalah pada Kana karena kurang cepat menjodohkan mereka.


"Terima kasih ya Kan semoga kamu cepat nyusul," ucap Itnas dan hanya dijawab anggukan oleh Kana.


"Selamat ya Vier akhirnya sudah dapat pasangan halal juga nih sahabatku," ucap Gino sambil menyalami tangan Vierdo kemudian menepuk bahu sahabatnya itu.


"Terima kasih ya Gin, ngomong-ngomong kamu datang ke sini nya bareng Kana?" tanya Vierdo penasaran melihat Gino tadi naik ke atas pelaminan berbarengan dengan Kana.


Gino mengangguk. "Aish ada yang aku tidak tahu kayaknya," tebak Vierdo.


Gino langsung membisikkan sesuatu di telinga Vierdo dan pria itu mengangguk mendengar curhatan Gino.


"Oke bagus. Teruskan dan semoga sukses," ucap Vierdo memberikan semangat.


"Terima kasih," jawab Gino.


"Eh selamat ya." Kali ini Gino memberikan ucapan selamat sambil menyalami tangan Itnas.


"Terima kasih," jawab Itnas ramah.


"Yuk foto-foto dulu semuanya sebelum kalian pada turun!" perintah Vierdo pada teman-temannya.


"Ayo-ayo!" Syahdu paling heboh.


"Ayo Du dibantu posisinya," pinta Itnas pada Syahdu.


Syahdu pun membantu fotografer di pernikahan itu dengan membenahi posisi teman-temannya.


"Lit kamu di sini, di pinggir kanan sama Juno. Pak Leon sama Leona juga di pinggir kiri," ucap Syahdu sambil membantu menggeser posisi kedua pasangan itu ke arah pinggir dari posisi Itnas dan Vierdo yang berdiri di tengah.


"Nah bagus pada pintar-pintar kalian, memang tidak susah di atur," goda Syahdu lalu terkekeh.


"Emang kami anak TK kali susah di atur," protes Juno dan Leon hampir bersamaan sedangkan Leona dan Thalita hanya menggelengkan kepala.


"Pak! Boleh minta kursi?" Syahdu berbicara pada panitia yang ada di bawah.

__ADS_1


"Boleh saja Neng, butuh berapa kursi?" tanya seorang bapak-bapak yang menjadi panitia dalam pernikahan Vierdo dan Itnas.


"Kalau ada yang panjang dua Pak," sahut Syahdu.


"Oke Neng tunggu dulu." Bapak tadi terlihat berlari ke arah tertentu.


"Ribet amat sih mau foto aja," protes Vierdo.


"Biar keren Pak," sahut Syahdu sambil nyengir kuda.


"Terserah deh," ucap Vierdo pasrah.


"Sabar ya Mas teman kami ini memang mengesalkan," ucap Vierdo pada fotografer yang dari tadi sebenarnya sudah siap mengambil foto, tetapi harus ditunda akibat ulah Syahdu sehingga sesi fotonya masih harus menunggu.


"Tidak apa-apa Pak," jawab pria itu. Toh dirinya sudah dibayar banyak oleh Vierdo.


Beberapa saat kemudian bapak tadi membawa sebuah kursi disusul temannya di belakang yang juga menentang kursi lainnnya dengan dibantu temannya juga.


"Ini Neng pesanannya."


"Wah gerak cepat, terima kasih ya Pak nanti tambahan bayarannya minta saja pada Pak Vier," kelakar Syahdu membuat Vierdo langsung membelalak.


Syahdu lalu menggeser kursi sesuai dengan keinginannya dibantu bapak tadi.


"Tidak ada yang mau direquest lagi Neng, mumpung bapak masih ada di sini?"


"Wah asyik nih Bapak, tapi tidak ada lagi kok Pak. Terima kasih banyak."


"Sama-sama Neng, kalau begitu kami pamit pergi."


Setelah bapak-bapak itu pergi Syahdu kini mendekati Wendi.


"Maaf ya Pak Wendi, Bapak sama kekasih Bapak duduk di sini saja," ucap Syahdu meskipun sebenarnya dia sungkan untuk menyuruh Wendi.


Sebenarnya bukan cuma Syahdu, bahkan semua karyawan di kantor Vierdo lebih sungkan pada Wendi dibandingkan Vierdo sendiri. Mungkin karena Wendi orangnya selalu serius dan tidak ingin banyak bicara kalau tidak ada perlunya berbeda dengan Vierdo yang kadang bergurau dengan para karyawannya apabila tidak sedang sibuk.


Wendi hanya menjawab dengan anggukan dan membawa Gladis untuk duduk di kursi yang telah disiapkan tadi.


"Oke thanks, dan sekarang giliran Kana sama Gino. Duduk di kursi yang satunya ya!" pinta Syahdu dan Gino langsung mengangguk dan duduk. Namun, Kana menolak untuk duduk di samping Gino.


"Kamu aja deh Du yang duduk di situ," tolak Kana.

__ADS_1


"Nggak bisa Kan, ini tempat kamu bukan aku. Kan Gino sukanya sama kamu," protes Syahdu.


"Tapi aku tidak suka sama dia Du, kamu aja yang di sana. Kamu kan yang naksir sama dia."


"Ogah aku tidak suka mencintai tapi tidak dicintai," tolak Syahdu.


"Kamu terima aja dia daripada masih mengharapkan pak Wendi yang sudah jelas-jelas milik orang lain. Ingat dicintai lebih baik daripada mencintai," nasehat Syahdu membuat Kana mengangguk pasrah.


"Apa sih yang kalian bisikkan? Ya ampun gimana mau kelar nih sesi foto-foto kalau kayak gini." Vierdo menepuk jidatnya sendiri.


"Ini gara-gara Syahdu," ucap Juno lalu terkekeh.


"Bukan gara-gara aku, ini gara-gara Kana hingga lama seperti ini."


"Ya ampun ya sudah deh aku duduk," ucap Kana kemudian duduk di samping Gino membuat pria itu tersenyum senang.


"Sekarang kamu duduk dimana dan sama siapa Du?" tanya Leona.


"Tenang tidak usah memikirkan aku. Aku sudah punya pasangan kok." Sontak saja semua orang menatap kaget ke arah Syahdu kemudian mencari sosok yang ingin mendekati gadis itu.


Dengan enteng Syahdu melangkah ke arah Thalita dan menggendong bayi Athar.


"Ngapain sama baby Athar?"


"Kan sudah kubilang jodohku baby Athar," ucap Syahdu lalu berjalan ke depan dan duduk di tengah-tengah semua orang sambil menggendong bayi Athar.


"Mas fotografer ayok!" panggil Syahdu.


"Sudah siap? Satu ... dua ... tiga!"


Klik.


Foto pun sudah diambil.


Mereka pun mengubah posisi dan tidak berfoto bersama semua lagi melainkan satu-satu atau satu pasangan berfoto bersama kedua mempelai.


"Sudah-sudah nikmati jamuannya saja dulu. Gara-gara kalian yang heboh nih keluarga sendiri malah ketinggalan," keluh Vierdo.


"Teman-teman kakak nih emang sengklek semua," protes Keysa sambil menggandeng tangan tunangannya yang sedang tersenyum ke arah Leon sang atasan dan membawanya naik ke atas pelaminan.


Di belakangnya menyusul Papa David dan Mommy Victoria sedangkan Papa Husein dan Mama Refi juga adik kembar Itnas masih menunggu di bawah.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like-nya!🙏


__ADS_2