Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Part 54. Hari Pernikahan (2)


__ADS_3

"Huss jangan berisik," protes Juno. Leon pun langsung menghentikan kekehannya.


"Bagaimana sudah siap?" tanya pak penghulu lagi dan ketiganya mengangguk. Pak penghulu pun memandu jalannya acara ijab qobul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Thalita binti Lukman dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan kalung berlian seberat 10 gram dibayar tunai." Dengan sekali hentakan Juno langsung mengucapkan kalimat qabul.


"Bagaimanapun para saksi sah?" tanya pak penghulu.


"Sah."


"Sah."


"Sah."


Kata sah terdengar dari penjuru rumah Juno.


"Alhamdulillah." Pak penghulu pun membacakan doa.


Setelah selesai Thalita dan Juno melakukan sungkeman kepada orang tua Juno dan Juga kepada bibi dari Thalita.


Setelah itu mempelai digiring menuju pelaminan dan berdiri menyambut para tamu. Para tamu yang sudah menyalami kedua pengantin langsung dipersilahkan untuk menikmati jamuan di pesta pernikahan itu.

__ADS_1


Setelah semua tamu selesai menyalami kedua mempelai, tibalah saatnya pada acara pelemparan bunga. Para pemuda-pemudi yang diundang terutama yang jomblo berebut untuk mendapatkan bunga tersebut saat kedua mempelai melemparnya. Mereka berharap kalau mendapatkan bunga tersebut maka mereka pun akan segera mendapat jodoh dan bisa menikah.


Vierdo dan Itnas pun antusias ingin mendapat bunga tersebut meskipun mereka sudah akan menikah dua bulan lagi. Mereka sebenarnya tidak ada harapan seperti yang lainnya, tetapi hanya iseng dan untuk keseruan semata. Yang Itnas dan Vierdo sekarang harapkan hanyalah semoga saja rencana pernikahannya berjalan lancar seperti pernikahan Juno dan Thalita sekarang.


Di sisi lain Inka dan teman-teman Juno yang lainnya serta teman-teman Itnas yang sengaja diundang juga antusias merebut bunga tersebut.


"Du cepat tangkap!" seru Kana yang juga terlihat berlari ke arah lemparan bunga.


Leon yang sedang makan tetap fokus pada makanannya, dia sama sekali tidak tertarik untuk berebut bunga seperti yang lain.


Inka terlihat melompat begitupun dengan Syahdu hingga kepala mereka berbenturan.


"Aw pekik mereka bersamaan tetapi saat saling tatap mereka sama-sama tampak tertawa.


"Nggak apa-apa," jawab Syahdu.


"Eh bunganya mana?"


Mereka mencari keberadaan bunga itu yang terbang entah kemana.


"Itu," tunjuk Kana pada bunga yang melayang jauh ke kursi prasmanan.

__ADS_1


Ekor mata mereka mengikuti arah bunga itu bergerak.


"Leon tangkap!" teriak Itnas ketika melihat bunga itu mengarah ke tempat Leon.


Leon menoleh ke arah Itnas, tetapi dengan ekspresi yang bingung.


Saat bunga itu mengenai kepalanya Leon baru sadar bahwa yang dimaksud Itnas adalah dirinya disuruh menangkap bunga oleh Itnas.


Leon berusaha menangkap bunga itu, tetapi sayang langsung terpental menuju meja lain. Bunga itu mengenai seorang wanita yang nampak fokus menyeruput minuman dari gelas.


"Leona!" teriak Vierdo.


Leona dengan sigap langsung menangkap benda yang melayang di depannya tanpa sadar itu apa.


Saat bunga ada di tangan barulah Leona sadar bahwa itu adalah bunga yang dilempar kedua pengantin. Leona tampak terbelalak memandang benda tersebut.


"Cie-cie, mau mengelak apalagi kalau kalian itu memang berjodoh," goda Vierdo sambil berjalan ke arah keduanya.


Leona tampak membelalakkan saat netranya menangkap orang yang duduk tidak jauh dari tempatnya duduk adalah Leon. Padahal dari tadi dia menghindar agar pria itu tidak melihat dirinya.


Karena tidak ada yang dikenalnya di pesta ini kecuali Vierdi dan Itnas, dia memilih duduk menyendiri. Sebenarnya Leona malas pergi ke pesta ini karena tidak kenal pada pemilik pesta. Namun, dia tetap menghadiri undangan itu karena tidak enak pada Vierdo.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2