
Hari ini adalah hari ke tujuh kelahiran bayi Thalita dan Juno yang diberi nama Athar Juliano. Athar artinya suci dan bersih. Juno memberikan nama ini kepada putranya dengan alasan meskipun bayi ini terlahir dengan cara yang salah akibat perbuatan dirinya dan Thalita yang diluar batas, tetapi bayi ini tetaplah suci seperti kapas putih tanpa noda. Juliano adalah kepanjangan dari nama Juno sendiri.
Thalita nampak bahagia dengan gamis berwarna putih senada dengan baju koko yang dipakai Juno. Bayi Athar pun mereka pakaiankan baju yang berwarna putih biar kompak dengan kedua orang tuanya. Thalita nampak begitu ceria karena hasil tes DNA putranya memang menunjukkan bayi Athar adalah darah daging Juno. Kekhawatiran Thalita hilang sudah dan dia sudah tidak ada beban, di hatinya terasa plong dan lega.
Tidak banyak yang diundang di acara aqiqahan bayi Athar, hanya beberapa keluarga dekat, tetangga dekat dan Juga teman-teman dekat Juno tidak terkecuali Itnas dan Vierdo, juga Leon, serta beberapa anak yatim-piatu.
"Menang dia dari kita-kita," ucap Leon menyenggol bahu Vierdo. Leon sama sekali tidak tahu hal yang menimpa Juno dan Thalita. Dia tahunya Juno menikah dengan Thalita secara tidak formal atau menikah siri sehingga tidak mengundang dirinya.
Bahkan semua yang hadir pun tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya anak itu adalah anak hasil diluar nikah kecuali keluarga Thalita, kedua orang tua Juno, inka dan juga ibunya serta Vierdo dan Itnas. Tentu saja ini tak lepas dari Mama Elvi yang pandai berpura-pura. Sebenarnya Mama Elvi tahu kebohongan ini adalah dosa, tetapi demi menutupi aib anak dan calon menantunya terpaksa melakukan ini semua. Baginya menjaga perasaan Thalita saat ini sangatlah penting mengingat hati wanita ini sekarang sangatlah labil. Yang terpenting bagi Mama Elvi keduanya jangan sampai melakukan kesalahan yang sama sampai mereka nanti menikah.
"Entar lagi aku nyusul. Kamu bagaimana? Jangan terlalu pemilih, entar Leona digondol orang baru nyaho lo," canda Vierdo sambil terkekeh.
__ADS_1
"Ah, kamu tuh selalu mau jodohin aku sama dia," keluh Leon.
"Emang kenapa? Dia kurang apa? Kalau cantik mah dia udah cantik banget malah. Kalian cocok kok, nama juga udah mirip, Leon, Leona. Wajah juga hampir mirip. Kata orang kalau wajah mirip berarti kalian berjodoh," jelas Vierdo panjang lebar.
"Malas ah kalau sama dia bikin ilfil saja kelakuannya. Kalau kamu suka kenapa tidak kau nikahi saja?" ketus Leon.
Itnas hanya diam mendengar pembicaraan Leon dan Vierdo.
"Eh tidak, aku kan menganggap Leona itu seperti halnya Keysa, adikku sendiri. Mana mungkin aku nikahi dia meski tidak sama Itnas sekalipun," imbuh Vierdo.
"Sudah jangan bicara lagi, acara akan segera dimulai. Nggak enak sama papanya Juno," ucap Leon dan Vierdo pun mengangguk.
__ADS_1
Meski tidak dihadiri begitu banyak orang, tetapi acara tetaplah meriah.
Acara pun dimulai dengan sambutan papa dari Juno yang mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah berkenan hadir dalam acara yang sederhana itu. Beliau pun mengucapkan puji syukur atas kelahiran cucu pertamanya dengan selamat.
Setelah acara pembukaan usai dilanjutkan dengan lantunan sholawat sambil
menimang-nimang bayi Athar di tengah-tengah orang-orang yang membacakan sholawat itu. Setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan rambut bayi dan kuku dari putra Thalita dan Juno itu.
Acara ditutup dengan pemberian makanan, bingkisan dan uang kepada beberapa anak yatim yang sengaja diundang oleh Juno dari panti asuhan mewakili yang lainnya karena tidak ingin terlalu ramai. Untuk anak yatim yang lainnnya Juno lebih memilih mengantarkan makanan dan bingkisan itu ke tempat panti asuhan dengan mengutus inka dan pak sopir beserta Fadil untuk membantunya.
Bersambung.
__ADS_1