
"Ya kandas deh keinginan kita untuk cepat dapat jodohnya." Syahdu berjalan ke meja prasmanan dengan muka cemberut.
Semua orang pun berjalan ke arah yang sama dengan Syahdu karena baik teman-teman Itnas maupun teman-teman Vierdo ataupun Juno pada belum makan semua.
"Sabar Du, sesuatu yang terburu-buru itu tidak baik. Lagian percaya banget sih sama yang begituan. Orang cuma buat seru-seruan aja," protes Itnas.
"Gimana aku nggak kepikiran Nas wong kamu sama si Thalita itu sama-sama janda langsung laku nah kita-kita yang masih ori pacar pun nggak punya," keluh Syahdu. Kana pun hanya tersenyum melihat kegundahan sahabatnya itu.
"Nanti deh aku jodohin sama Wendy sepertinya dia masih jomblo," ucap Vierdo.
"Beneran?" tanya Itnas antusias.
"Kok malah kamu sih yang antusias, jangan-jangan naksir Wendy ya?" kelakar Vierdo.
"Nggak lah Kak, masa naksir dia? Tapi dia baik deh saat Kak Vier selalu berburuk sangka sama Itnas dia yang selalu menasehati kakak," ujar Itnas.
"Kau benar," ucap Vierdo setuju dengan pemikiran Itnas.
"Makanya aku suka tuh kalau dia sama teman aku," ucap Itnas lagi.
"Iya makanya aku nanti bantu Syahdu agar bisa bersatu dengan Wendy," ucap Vierdo lagi.
"Ih jangan-jangan!" Syahdu tampak melambaikan tangan pertanda tidak mau.
"Kenapa, apa Wendy kurang tampan?" tanya Vierdo penasaran.
"Mau cari yang gimana lagi?" tanya Itnas pada Syahdu. Wendy itu baik, tampan juga mapan dan yang penting dia itu orangnya tanggung jawab kok. Iya, kan Kak?"
"Benar banget," jawab Vierdo.
__ADS_1
"Elo tuh lupa apa amnesia sih Nas?" protes Syahdu.
Itnas mengernyit tidak mengerti dengan perkataan Syahdu. Syahdu yang mengerti menunjuk Kana dengan gerakan matanya. Wanita itu terlihat cuek sambil menyendok makanan dan menyuapkan pada mulutnya sendiri. Pura-pura tidak mendengar pembicaraan ketiga orang di dekatnya padahal dalam hati tampak kesal.
"Oh iya aku lupa, Kan yang suka sama Pak Wendy itu Kana ya bukan Syahdu." Sontak Kana langsung tersedak makanannya mendengar Itnas blak-blakan menyebut dirinya menyukai Wendy di depan Vierdo.
"Uhuk-uhuk."
"Pelan-pelan makannya!" Vierdo memberikan segelas air putih pada Kana. Kebetulan dia sempat menuang air putih ke dalam gelas untuk diminumnya sendiri. Namun, saat Kana membutuhkan dia langsung menyodorkan.
Kana langsung mengambil gelas dari tangan Vierdo dan meneguknya.
"Terima kasih Pak," ucap Kana menyampaikan rasa terima kasihnya karena sang bos sudah baik padanya.
"Nanti aku bantu kamu supaya lebih dekat dengan Wendy," ucap Vierdo.
Wajah Kana memerah karena tersipu malu.
"Kenapa wajah merah begitu, pedaskah makanan yang kau makan?" goda Syahdu padahal dia tahu sahabatnya dalam keadaan malu.
"Ah kamu." Kana memukul lengan Syahdu.
"Bilang aja terima kasih sama Pak Vier," ucap Syahdu lagi lalu terkekeh.
"Nggak usah ini sebagai balasan karena kalian selama ini membantu mendekatkan saya kembali pada Itnas," tutur Vierdo.
"Apa? Jadi yang di cafe dekat pantai itu ulah kalian?" tanya Itnas kaget. Pantas saja Kana dan Syahdu menghilang begitu saja saat Vierdo menemuinya. Padahal mereka cuma pamit ke toilet saja, nyatanya hingga berjam-jam tidak kembali.
"Ya, ya, ya. Kami ingin mendekatkan kalian dan terutama ingin mendapat liburan gratis." Syahdu terkekeh.
__ADS_1
"Iya kapan lagi kita bisa liburan? Semua biaya ditanggung bos lagi," sambung Kana.
"Ya, boleh saja," ucap Vierdo.
"Dasar kalian!" ucap Itnas.
"Yang penting kalian bisa bersatu kembali, kan? Kalau bukan karena kami yang menjelaskan seperti apa keadaanmu dan alasan menikah dengan Yudha mana mungkin kalian kini bersatu kembali," ucap Syahdu dengan nada sombong.
"Makanya kalau untuk urusan jadi mak comblang serahkan saja pada Syahdu." Gadis itu menepuk dadanya.
"Kalau begitu pendekatan Kana dan Wendy ku tugaskan padamu," ucap Vierdo.
"Hehe kalau yang itu jangan. Takut aku tidak kuat menahan iri pada sahabat sendiri. Kan kalian tahu aku masih jomblo sejati," ucap Syahdu lalu terkekeh lagi.
"Kalau begitu mereka saja," bisik Vierdo sambil menunjuk Leona dan Leon dengan dagunya.
"Boleh," jawab Syahdu.
"Kalau berhasil nanti aku akan memberikanmu hadiah motor," ucap Vierdo.
"Saya terima tantangan Bapak."
"Kamu tuh kalau sudah mendengar kata hadiah langsung tuh mata berbinar-binar," protes Kana.
"Iya lah masa ada kesempatan dianggurin," ucap Syahdu sambil tersenyum membuat Itnas hanya geleng-geleng kepala.
"Oke selamat berjuang," ucap Vierdo pada Itnas. Pria itu tahu akan sulit untuk menjodohkan Leona dengan Leon mengingat Leon begitu benci pada Leona padahal wanita itu adalah sekretarisnya sendiri.
Bersambung.
__ADS_1