Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Part 63. Alasan Leon Semata


__ADS_3

Lama Leon menimbang-nimbang diri di atas roftop kantor. Akhirnya kini dia memutuskan untuk menemui Vierdo di kantornya. Bukan untuk menemui Vierdo sih sebenarnya, tetapi ingin sekedar melihat Leona saja dan mengawasi wanita itu secara langsung. Namun, menemui Vierdo hanya alasan semata agar dia tidak mendapat ledekan dari pria itu.


Leon segera turun ke bawah dan mendatangi Itnas.


"Sudah Nas kerjanya?" tanya Leon pada Itnas yang masih terlihat fokus pada kameranya.


"Sebentar lagi Pak," sahut Itnas. Leon hanya mengangguk dan duduk du sebuah kursi menunggu Itnas.


Beberapa saat kemudian Itnas merapikan kamera dan barang-barang yang menjaga pelengkap saat mengambil foto.


"Ada apa Pak? Bapak menunggu saya, mau menyampaikan apa?" tanya Itnas penasaran sebab tidak biasanya Leon bersikap seperti itu. Pria itu biasanya to the poin dalam berbicara dan kalaupun takut mengganggu dia langsung menyampaikan pada asistennya agar menyampaikan kembali kepada Itnas.


"Aku mau ke kantor Vierdo, mau ikut nggak?" tanya Leon kemudian.


"Nggak ah Pak saya lagi males sekarang," sahut Itnas.


"Oke tidak masalah, tapi sebenarnya ada yang penting ini yang harus aku bicarakan pada Vierdo soal barang yang dia ingin kita buatkan iklan. Mungkin dia ingin request langsung sama kamu temanya seperti apa."


"Oh oke kalau begitu saya ikut," ucap Itnas. Lumayan hari ini dia bisa bertemu Vierdo lagi saat jam kantor. Entahlah akhir-akhir ini dia selalu merindukan Vierdo meskipun sudah sering bertemu. Seperti orang yang baru pacaran saja.


"Ayo! Kamu tidak perlu bawa mobil sendiri, cukup ikut mobil aku saja."


Itnas tampak berpikir.


"Sudah nggak usah banyak pikir, Vierdo nggak akan cemburu sama aku," ucap Leon melihat seorang Itnas seperti ragu.

__ADS_1


"Ah baiklah," ucap Itnas dan langsung mengikuti langkah Leon yang telah berjalan terlebih dahulu.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil. Leon masuk di depan, di kursi kemudi sedangkan Itnas masuk dan duduk di belakang.


"Kenapa tidak mengajak Lala saja?" tanya Itnas saat mobil yang mereka tumpangi melaju mulus di jalanan.


"Saya pikir kamu yang lebih tahu masalah itu sebab kan bidangmu," jelas Leon dan Itnas hanya mengangguk.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai di gedung perusahaan Vierdo karena saat mereka melewati, jalanan terlihat lengang.


Sampai di depan perusahaan Vierdo, terlebih dahulu Itnas berlari-lari meninggalkan Leon yang tampak berjalan dengan begitu santai. Itnas memang merindukan Vierdo, tetapi dia jauh lebih merindukan


sahabat-sahabatnya. Dia teringat saat dirinya dan Kana serta Syahdu bekerja dalam satu kantor.


"Hai Du! Hai Kan!" Dari jauh Itnas melambaikan tangannya. Namun, kedua orang yang disapa tidak merespon dan malah terlihat cemberut.


Tidak ada yang menjawab membuat Itnas langsung menatap wajah mereka satu persatu.


"Kalian lagi marahan ya?" tebak Itnas. Mereka berdua apabila berselisih memang tidak berisik tetapi malah sepi seperti kuburan.


"Ada apa sih? Aku datang-datang disambut dengan ekspresi masam," protes Itnas.


Mereka tidak ada yang menjawab membuat Itnas geleng-geleng kepala.


"Hai Mbak Itnas!" sapa seseorang dari arah pintu masuk ke ruangan kerja kedua sahabatnya itu. Itnas menoleh. "Thalita?"

__ADS_1


Nampak Thalita mengangguk sambil berjalan ke arah mereka dengan menggendong bayi Athar.


"Wah udah gede ya, ponakan Tante," ucap Itnas sambil mencubit pipi bayi Athar.


"Iya Tante," jawab Thalita mewakili baby Athar padahal ya bayi itu tetap saja seperti saat orang tuanya melangsungkan pernikahan. Hanya lebih besar sedikit saja.


"Mereka kenapa?" tanya Thalita melihat kedua orang di hadapannya main diam-diaman.


"Nggak tahu, digigit zombie mungkin makanya langsung berubah menjadi bisu," ucap Itnas lalu terkekeh.


Sedangkan Leon yang langsung bertemu Juno langsung mengajak ke ruangan Vierdo.


"Ada apa, tumben ke sini?" tanya Vierdo heran. Biasanya kalau ada sesuatu yang penting Leon lebih memilih menelpon dirinya dibandingkan menghampiri Vierdo di kantor.


"Itnasmu minta diantar kemari karena tahu Thalita ada di sini," ucap Leon.


Vierdo dan Juno sama-sama mengernyit tidak paham.


"Jadi ya sekalian aku antar biar kita bisa makan siang bersama," jelas Leon. Mulutnya berbicara tetapi mata memandang ke arah lain. Ya dia mencuri pandang pada Leona yang sedang berbincang-bincang dengan Wendi.


"Ekhem, ngomong-ngomong di tempatmu ada nggak cewek single? Aku ingin menjodohkan dengan Wendi," tanya Vierdo pada Juno.


"Wendi?" tanya Juno.


"Iya, dia asistenku dan masih jomblo," jelas Vierdo membuat Leon yang mendengar hanya bisa menelan ludah.

__ADS_1


"Kena loh," batin Vierdo. Dia memang sengaja memanas-manasi Leon.


Bersambung.


__ADS_2