
"Kalian semua pada mau juga? Biar saya ambilkan," ucap Kana menawari semua orang sebab semua mata seakan tertuju padanya.
"Ah tidak usah kami bisa ambil sendiri," tolak Leona dan Kana hanya mengangguk.
"Saya bukan tertarik pada minumannya tapi tertarik pada orangnya," goda Thalita.
"Tertarik pada siapa?" tanya Kana heran. "Sama Gino, kah? Sana ambil! Kau duakan saja si Juno itu barangkali pengen nyoba yang namanya poliandri." Kana tertawa renyah sedangkan Gino melotot pada Kana sebab dia sembarangan berbicara.
"Apaan sih Kan?" Juno protes lalu melempar buah apel ke depan Kana.
"Auw, bercanda kali Jun, gitu aja marah," ucap Kana cemberut.
"Lah udah cemberut lagi," keluh Thalita. "Paadahal tadi tertarik dengan tawa renyahmu itu loh," ujar Thalita dan Kana hanya tersenyum saja tanpa mau menimpali ucapan Talita.
"Tambah lagi nasinya sayang," ucap Thalita pada Juno yang sekarang terlihat sibuk mengunyah makanannya kembali setelah melempar buah pada Kana. Memang Juno baru makan setelah mengembalikan baby Athar kepada Thalita untuk dipangku.
"Eh lihat pengantin barunya malah ke sini." Leona menunjuk Vierdo dan Itnas yang berjalan ke arah mereka dengan sangat pelan karena gaunnya yang tidak mendukung.
Semua orang langsung beralih menatap pada kedua mempelai.
"Kenapa sudah kesini?" tanya Leon pada pasangan baru menikah itu.
"Acara foto-fotonya sudah kelar dan kami sudah sangat lapar," sahut Vierdo.
"Cih pengantin baru tuh makan berdua di tempat khusus atau di kamar juga boleh malah makan di tempat para tamu," goda Gino.
__ADS_1
"Biarlah Gin kita mah pengen ikut kumpul-kumpul dengan kalian, iya nggak Nas?"
Itnas hanya menjawab pertanyaan Vierdo dengan anggukan kepala.
"Cih sudah menikah masih manggil nama, enggak romantis banget sih Lo," protes Gino.
"Biarin deh Gin kita romantisnya kalau sedang berdua aja. Kalau banyak orang gini tidak enak, kasihan mereka yang belum ada pasangan takutnya ngiler." Setelah mengatakan itu Vierdo terkekeh.
"Cih nyindir Lo," protes Gino lagi.
"Eh aku nggak nyindir ya, siapa yang ngerasa ya salah sendiri. Emang di sini yang jomblo cuma kamu?"
"Ya nggak sih, tapi salah satunya iya." Gino nyengir kuda menunjukkan deretan giginya yang putih rapi.
Siapa yang tahu bahwa pria ini hanyalah bekerja sebagai salah satu driver ojek online melihat penampilan Gino sekarang yang macho dan tampan. Kalau Kana tahu Gino benar-benar tulus mencintai dirinya dan tidak hanya main-main saja pasti dia akan merasa sangat beruntung dan benar kata Gino dia akan mendapatkan lelaki yang jauh lebih tampan di atas Wendi.
"Cih makan sana kalau sudah kelaparan," protes Leon.
"Gin pekerjaan kamu apa sih sebenarnya?" tanya Juno pada Gino penasaran, menurut dugaan Juno Gino bukanlah ojek online yang sebenarnya.
"Ojek online, bukankah kalian sudah tahu semuanya ya?"
Vierdo melirik ke arah Gino sebenarnya ingin protes. Namun biarlah mungkin saja Gino ada tujuan khusus melakukan penyamaran seperti itu. Vierdo tidak ingin ikut campur sebelum orang tersebut mengajaknya untuk ikut masuk ke dalam kehidupannya dalam artian meminta bantuannya atas suatu hal.
"Vier, ngomong-ngomong aku dengar tadi dari Kana sebelum kita berangkat ke sini bahwa kalian sebenarnya sudah beberapa bulan ini ingin menikah cuma terhalang masa iddah?"
__ADS_1
"Ya kamu benar."
"Ya Elo payah Vier sampai membuang-buang waktu padahal mah kalau seorang istri yang diceraikan suami tanpa pernah dicampuri oleh suaminya itu maka tidak ada masa iddah untuk istri tersebut berbeda kalau suaminya meninggal, meski tidak dicampuri sekalipun tetap ada masa iddahnya."
Kana terperangah mendengar penjelasan dari Gino.
"Kamu benar-benar pak ustadz ya," ucapnya lalu terkekeh.
"Bukan, aku hanya pernah dengar saja," sanggah Gino dan Kana hanya bisa mengangguk saja.
"Kenapa tidak besok aja ngasih tahunya atau tahun depan sekalian," protes Vierdo.
"Kan kita baru ketemu sekarang," sahut Gino enteng.
"Lah lagian teman-teman nggak ada satupun yang ngasih tahu ini." Vierdo beralih memprotes teman-temannya.
"Lah kami tidak tahu," jawab mereka serempak.
"Lagian emang orang tua kalian tidak ada yang ngasih tahu gitu?" tanya Gino.
"Nggak ada karena kami nggak pernah bercerita bahwa Itnas adalah istri tak tersentuh," jelas Vierdo.
"Oh begitu toh, tidak apa-apa sih yang penting kalian sekarang sudah menikah. Anggap saja selama beberapa bulan ini kalian latihan kesabaran," ujar Gino.
"Loh kalian kok ngajak aku ngomong sih, aku bilang jangan sampai ada yang mengganggu makan ku."
__ADS_1
"Udah terlanjur," ujar Gino lalu tertawa renyah.
Bersambung.