Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Part 31. Hilang Kesabaran


__ADS_3

Plak!


Itnas membanting laporan keuangan perusahaan di hadapan Yudha. Yudha yang sedang duduk bersantai menikmati kopinya menjadi kaget.


"Apa ini! Apa maksudnya Mas? Mas Yudha ingin menghancurkan perusahaan Papa?"


"Apa maksudmu?" Yudha tersulut emosi karena tuduhan Itnas. Walaupun sebenarnya dia memang bersalah.


"Buat apa Mas memanipulasi keuangan di perusahaan itu? Mas tahu sendiri kan perusahaan itu hanyalah perusahaan kecil, bisa hancur dalam sekejap mata kalau Mas terus mengkorupsinya."


"Mas butuh uang Nas."


"Uang? buat apa? Buat bersenang-senang dengan wanita murahan di luaran sana?!"


"Nas itu tak seperti yang kau pikirkan."


"Aku sudah tahu semuanya Mas kelakuanmu di luar, jadi jangan pernah membohongiku lagi."


"Nas .... "


"Sudah Mas cukup! Aku tidak mau mendengar penjelasanmu lagi. Semua yang kulihat sudah cukup untuk menjelaskan semuanya. Jadi aku minta ceraikan aku Mas!"


"Tidak Nas, aku tidak akan menceraikanmu."


"Mas Yudha sebenarnya mau apa sih? Cerai tidak mau, tapi selama ini hanya memperlakukanku sebagai patung saja. Adaku tidak pernah berharga terkecuali hanya untuk menjadi penghidang makananmu saja. Ya selama ini perannya tidak lebih dari seorang pramusaji.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku belum bisa menjadi suami yang baik."


"Hah." Itnas menghela nafas kasar.


"Bebaskan aku aku sudah lelah menjalani rumah tangga seperti ini. Mas Yudha tidak pernah mencintaiku dan tidak akan pernah bisa karena wanita yang Mas gauli di luar sana jauh lebih cantik dan seksi."


"Aku tidak akan melepaskanmu Nas. Tolong berikan aku waktu untuk memperbaiki semua kesalahanku," ucap Yudha memelas.


Aku tidak akan melepaskanmu sebelum keluargamu hancur.


"Maaf Mas aku tidak bisa. Sudah cukup bagiku menanti kau memperlakukanku seperti seorang istri pada umumnya. Lepaskan aku dan Mas bisa bebas melakukan yang Mas Yudha suka."


"Sudah kubilang aku tidak akan melepaskanmu!" bentak Yudha. Itnas terkejut mendapati Yudha membentak dirinya walaupun Yudha tidak pernah memperlakukan dirinya sebagai seorang istri pada umumnya, tetapi selama ini dia tidak pernah berlaku kasar terhadapnya.


"Apa kau ingin kembali pada pria itu makanya kau ingin cepat berpisah?" Yudha tidak akan pernah membiarkan Itnas bahagia dengan orang yang dicintainya. Kalau saja dia tidak impoten dia pasti sudah meniduri Itnas lalu mencampakkan wanita itu begitu saja. Ya pada kenyataannya dia tidak normal. Dia hanya menggunakan perempuan bayaran di luaran sana agar memancing dirinya untuk kembali normal.


Lelaki mana yang tidak menyukai Itnas dia adalah wanita berkulit putih dengan paras yang cantik, dan lesung pipit di wajahnya menambah kesan manis bagi siapa saja yang memandangnya. Bukannya Yudha tidak tergoda Namun, kelemahan dan kebenciannya terhadap keluarga Husein sudah mendominasi dari segalanya.


"Kalau Mas Yudha tidak menceraikanku biarlah aku yang akan menggugat cerai Mas."


"Apakah kau tidak tahu wanita yang lebih dulu menggugat cerai suaminya maka dia akan diharamkan untuk mencium bau surga."


"Cih, jangan coba-coba menceramahiku Mas. Itu hanya untuk istri yang tidak punya alasan yang tepat tapi kalau aku sudah cukup bukti untuk bisa lepas darimu."


"Lakukan kalau kau ingin papamu kolep lagi karena aku akan menunjukkan fotomu yang sedang dipeluk oleh pria itu."

__ADS_1


"Jadi Mas Yudha mengancamku? Mas Yudha pikir aku takut? Silahkan saja adukan pada papa tapi sebelum itu Mas Yudha siap-siap masuk penjara."


"Hahaha ... kau menggertakku ya! Kau sudah berani mengancamku? Bukti apa yang akan kau berikan pada polisi? Berkas ini? Aku bisa berikan alasan apa saja untuk membebaskan diri."


"Aku punya bukti banyak untuk menjerat Mas Yudha ke kantor polisi. Perselingkuhanmu dengan seorang wanita di Bali, penyiksaan terhadap Thalita, kecuranganmu di perusahaan dan yang lebih ekstrim lagi aku mengetahui bahwa Mas Yudha adalah seorang pengedar narkotika. Jadi Mas Yudha simpulkan sendiri apakah masih bisa lepas dari jerat polisi?"


Yudha menganga karena saking terkejutnya melihat Itnas mengetahui segalanya. Dia pikir istrinya selama ini adalah orang bodoh, nyatanya Itnas hanya pura-pura bodoh.


"Jadi kaulah orang yang mengikutiku ke kontrakan Thalita waktu itu?" Pantas saja setelah kembali ke rumah, Yudha melihat penampilan Itnas yang tidak seperti biasanya.


Dia tidak memakai sandal dengan alasan lari pagi biar sehat dengan kaki telanjang pikir Yudha dalam hati. Padahal sebelum Itnas memberikan alasan Yudha memang sedikit mencurigai Itnas.


"Ya itu emang aku. Aku mencurigai Mas Yudha karena tahu kehidupan Thalita seperti apa sedang Mas Yudha selalu menjadikan dirinya sebagai alasan."


"Terus mau kamu apa?"


"Masih bertanya? Ceraikan aku dan keluarlah dari perusahaan papa dengan baik-baik. Aku janji tidak akan memperkarakan Mas Yudha ke kantor polisi dan juga tidak akan meminta ganti atas kerugian perusahaan asal Mas Yudha tidak mengganggu keluarga kami lagi."


"Baiklah kalau begitu," ucap Yudha pasrah daripada harus berurusan dengan polisi. Toh meskipun dia bercerai dengan Itnas aksi balas dendamnya masih bisa dilakukan walau bukan dengan cara menghancurkan dari dalam.


"Bagus kalau begitu dan satu lagi berhentilah menjadi pengedar narkotika karena kalau tertangkap kami tidak bisa menolong Mas Yudha. Itnas mohon setelah kita bercerai Itnas harap Mas Yudha bisa hidup normal dengan menikahi wanita yang Mas Yudha cintai dan berhentilah bermain wanita."


"Baiklah saranmu akan senantiasa aku ingat," ucap Yudha sedang dalam hatinya dia tidak pernah peduli dengan ucapan Itnas. Baginya nasehat itu hanyalah angin lalu saja.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2