
Setelah acara selesai Vierdo, Itnas dan Leon tidak pulang dulu melainkan mengobrol bersama keluarga Juno dan Thalita di ruang keluarga.
Setelah bayi ini berumur 40 hari atau Thalita selesai masa nifasnya kalian ke sini ya, bantu tante untuk menyiapkan acara pernikahan Talita dan Jono secara resmi," beber Mama Elvi.
"Kenapa harus menikah lagi sih Tante? Mending surat bukti pernikahan sirinya itu langsung dibawa ke KUA biar dibuatkan surat nikah oleh kantor urusan agama biar tidak ribet lagi," usul Leon.
Talita hanya menunduk mendengar perkataan Leon.
"Tidak Nak Leon mereka kan pernikahannya tidak diketahui oleh khalayak banyak dan tante maunya pernikahan anak tante satu-satunya ini dilaksanakan secara meriah."
"Oh gitu ya Tante," ucap Leon.
"Iya makanya kalian hadir ya, kalau bisa juga bantu mengawasi suruhan kami nantinya siapa tahu kalian punya ide untuk mendekorasi rumah Tante ini menjadi lebih baik daripada ide mereka. Kalian juga harus mengawasi apa yang kurang dari persiapan pernikahan nantinya.
"Oke Tante yang penting Tante beritahu tanggalnya kami pasti akan datang," ucap Leon disertai anggukan Vierdo dan Itnas.
"Oke nanti pasti Tante kabari. jangan lupa bawa teman-teman kalian untuk datang ke pesta pernikahan Juno nantinya agar bisa tambah meriah. Tenang saja nanti kalian akan tante berikan undangan kosong untuk disebarkan kepada teman-teman kalian."
"Oke siap Tante," jawab ketiganya serempak.
"Bagus kalau kalian bisa kompak begitu."
"Iya Tante."
"Eh Nak Vierdo sama Nak Itnas kapan akan menikah? Kayaknya kalian sudah lama deh pacarannya kok belum menikah juga? Kalau tidak salah sejak kalian kuliah jaman dulu bukan?"
"Mereka memang aneh Tante kayaknya lebih senang pacaran daripada menikah," goda Leon.
"Jangan ya Nak jangan suka pacaran saja entar kayak Juno," ucap Mama Elvi keceplosan.
"Emang Juno kenapa Tante?" tanya Leon penasaran dengan perkataan Mama Elvi.
__ADS_1
"Dia casanova cap kucing." Vierdo langsung terkekeh.
"Apaan sih Vier?" protes Juno. Namun, Thalita tersenyum lucu mendengar jawaban dari Vierdo.
"Iya ke sana **** ke sini ****, nggak tahu...." Juno langsung menutup mulut Vierdo yang semakin lemes saja menghinanya.
"Cukup lebih baik diam daripada bicara ngelantur. Malu dong di dengar Athar papanya dibilang ini itu."
"Alah dia belum mengerti juga," bantah Juno.
"Sudah-sudah." Mama Elvi menghentikan perdebatan ketiganya.
"Tante punya rencana untuk kalian," lanjut Mama Elvi.
"Rencana apa Tante?" tanya Leon penasaran.
"Bukan buatmu, tapi buat Vierdo dan Itnas."
"Makanya cari gadis dulu baru ini berguna untukmu juga."
"Apaan sih Tante?" tanya Vierdo ikut penasaran.
"Bagaimana kalau kalian nikahnya barengan saja?" tanya Mama Elvi sambil memandang wajah Vierdo dan Itnas secara bergantian.
Sontak saja Vierdo, Itnas, Juno dan Thalita terbengong mendengar perkataan Mama Elvi kecuali Leon yang malah tampak tertawa.
"Kawin massal dong," ucap Leon dan semakin tertawa.
"Kenapa? Biar semakin ramai dan meriah. Untuk orang tua kalian biar nanti Tante yang akan ngomong," lanjut mama Elvi tampak serius.
"Dengar tuh Vier, setuju saja deh dengan Tante Elvi. Kayaknya seru tuh," ledek Leon.
__ADS_1
"Elo tuh kalau digodain sendiri ngambek giliran aku suka banget bikin sebel," protes Vierdo.
"Bagaimana Nak Itnas?" tanya Mama Elvi.
"Hah, Tante serius?" tanya Itnas kaget.
"Iyalah masa Tante bercanda, kan bagus tuh kalau teman-teman kalian yang ada di luar kota atau di luar negeri kalau ingin menghadiri pesta pernikahan kalian tidak perlu bolak-balik. Seperti kata pepatah: Menyelam sambil minum air atau sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui. Kan enak tuh jika mereka datang langsung menghadiri dua pernikahan sahabatnya sekaligus. Kalau bisa Leon juga boleh kalau ada perasaan."
"Untung aku belum ada pasangan," ucap Leon tersenyum lega.
"Kami dan Vierdo dulu kan pernah berjanji kalau nikah bakal barengan dengan Juno." Juno hanya menggaruk kepala melihat kekonyolan Mama Elvi sedangkan Thalita tampak tersenyum geli. Bayi Athar anteng dalam gendongan bibi dengan Fadil yang selalu menoel pipi bayi tersebut.
Itnas tidak menyangka candaan dirinya dan Vierdo tempo dulu masih diingat oleh Mama Elvi padahal mereka kan berbicara sekenanya dan tidak pernah serius.
"Boleh asalkan ...." Itnas tidak melanjutkan perkataannya melihat tatapan tajam dari
Vierdo.
"Tunggu dulu Kak aku belum selesai ngomong," protes Itnas.
"Saya mau kalau Juno setuju dan mau menanti kami."
"Maksudnya?" tanya Juno.
"Massa iddahku itu tiga bulan dan sekarang belum ada satu bulanpun," jelas Thalita.
"Nggak-nggak aku nggak mau. Nunggu 40 hari aja aku rasanya lama apalagi sampai berbulan-bulan," protes Juno.
"Hahaha nggak sabar dia." Vierdo tertawa renyah diikuti tawa yang lainnnya.
Bersambung.
__ADS_1