Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Part 34. Masa lalu Juno dengan Yudha


__ADS_3

"Ah nggak apa-apa aku akan cerita karena hal itu berhubungan dengan cerita masa laluku yang kelam yang belum aku ceritakan padamu. Kamu janji ya jangan berubah pikiran kalau tahu masa laluku!"


Thalita mengangguk. "Aku janji Mas."


"Aku dan Yudha ...." Juno menjeda ucapannya sebentar lalu meyakinkan diri untuk mulai bercerita.


"Aku dan dia dulu bersahabat, tetapi dia berkhianat. Karena aku tidak tahu tempat-tempat yang ada di negara ini dia membohongiku karena waktu itu aku baru pindah dari luar negeri. Suatu hari dia malah membawaku ke sebuah rumah yang aku sama sekali tidak tahu penghuninya. Aku hanya menurut saja ketika dia mengajakku tapi apa yang dia lakukan?"


"Apa Mas?" tanya Thalita penasaran.


"Dia mengunciku dalam kamar dan ternyata di dalam kamar tersebut sudah ada seorang wanita setengah baya yang sudah menungguku."


"Maksudnya?" tanya Thalita sama sekali tidak paham.


"Huuuft." Juno menghembuskan nafas kasarnya lalu berkata, "Ternyata dia menjualku pada tante-tante itu."


Thalita terbelalak tak percaya. "Terus apa yang Mas Juno lakukan?"


"Tentu saja aku menolak ketika wanita itu menyuruh diriku melayaninya, tapi karena waktu itu tubuhku kecil dan kurus aku tidak bisa melawan ketika wanita tersebut berusaha melecehkanku." Juno menjeda ucapannya lagi.


"Saat itu aku mendengar suara Yudha di luar, tapi dia pura-pura tidak mendengar ketika diriku berteriak meminta tolong."


"Terus siapa yang menolong Mas Juno?"


"Tidak ada, wanita itu meninggalkanku sendirian setelah puas mempermainkan aku. Setelah sadar aku segera pergi dari tempat itu dengan perasaan hancur, dan rasa jijik pada diri sendiri mendera oleh karena itu aku berinisiatif mengakhiri nyawaku sendiri hendak menabrakkan diri ini pada mobil yang melintas, tapi seorang kakek menarik tanganku dan memberikan nasehat supaya aku tidak melanjutkan niatku itu. Ya nasehat seperti yang aku ucapkan padamu saat kau juga hendak bunuh diri."


"Mas Juno tidak melapor atau cerita begitu sama orang tua?"


Juno menggeleng. "Saat itu aku masih kelas 2 SMA dan aku pada saat itu adalah anak yang pendiam dan tertutup sekalipun dengan orang tua. Jadi orang tuaku tidak tahu perihal tersebut orang yang tahu hanyalah Yudha dan juga kamu sekarang."


"Terus kenapa Mas Yudha juga membenci Mas Juno? Bukankah Mas Juno tidak melakukan apapun terhadapnya? Seharusnya Mas Juno kan yang membencinya?"


"Darimana kamu tahu dia membenciku?"

__ADS_1


"Se ... sebenarnya aku selama hidup dengan Mas Yudha aku selalu disiksa, alasannya cuma satu karena dia tahu aku berhubungan dengan Mas Juno jadi dia seakan jijik melihat tubuhku."


"Mengapa kamu berbohong selama ini?"


"Maaf aku tidak ingin membuat Mas Juno kepikiran," ucap Thalita seraya menunduk dia tahu dia salah bahkan saat itu dia menghindari Juno.


"Sudahlah jangan dipikirkan! Apa kau masih mau mendengar ceritaku?"


"Iya Mas," jawab Thalita antusias.


"Setelah kejadian itu aku menjadi sangat membenci wanita dan aku memilih menjauhi siapa pun wanita yang mencoba dekat denganku kecuali keluargaku sendiri."


"Setelah kuliah baru aku tahu bahwa Yudha suka bermain wanita. Oleh karena itu tiba-tiba rasa dendam muncul dalam hatiku. Setali dua uang aku ingin membalaskan dendam pada Yudha sekaligus ingin menyakiti wanita. Aku selalu merebut wanita yang dipilih Yudha dengan membayarnya lebih mahal dan aku meniduri wanita itu dengan kasar dan penuh kebencian."


Thalita meringis mendengar pernyataan Juno. Bagaimana mungkin seseorang yang lembut seperti Juno bisa melakukan hal gila seperti itu. Sedang Juno melirik ke arah Thalita untuk melihat ekspresi wanita tersebut. Dalam hati dia gelisah apakah Thalita masih akan menerima dirinya setelah tahu dirinya adalah seorang cassanova, meskipun dia melakukan itu tanpa perasaan sekalipun.


"Tapi sama Thalita Mas Juno kok tidak seperti itu?" Ternyata ekspresi Thalita tak seperti dibayangkan Juno gadis itu tetap bisa bersikap santai seperti tidak tahu apa-apa."


"Lit apakah kau masih mau menerimaku setelah tahu semuanya? Apakah kau tidak merasa jijik padaku?" Bukannya menjawab Juno malah bertanya.


Juno mengangguk. "Kita akan saling mengingatkan ya dan tentunya kita harus dekat dengan anak-anak kita nantinya agar mereka tidak canggung untuk curhat kepada kita kalau terjadi sesuatu sama mereka."


"Iya Mas tapi Mas Juno belum menjawab pertanyaanku tadi."


"Pertanyaan apa?"


"Kenapa Mas Juno bisa bersikap lembut sama Thalita bukannya Mas bilang tadi selalu main kasar?"


"Entahlah mungkin karena aku sudah jatuh cinta sama kamu. Awalnya aku merasa prihatin karena melihatmu ingin bunuh diri. Itu benar-benar mengingatkanku pada masa laluku sendiri. Aku berpikir mungkin kau pun bernasib sama denganku dulu, tapi entah kenapa semakin hari aku semakin tertarik padamu dan akhirnya mulai jatuh cinta padamu."


"Apa Mas Juno memang tidak pernah jatuh cinta?"


"Entahlah, dulu aku pernah sekali menyukai wanita, tapi aku tidak berani mendekat karena aku takut dia hanya akan menjadi pelampiasan dendamku karena waktu itu rasa benciku pada wanita masih ada."

__ADS_1


"Sekarang?"


"Sudah nggak malah, aku sekarang ... aku ingin ditemani terus oleh wanitaku," ucapnya sambil menaik turunkan alisnya menggoda Thalita.


"Ah Mas Juno, udah ah udah sampai ini."


"Benar nggak mau ikut aku ke kota?"


Thalita menggeleng, "Entar kalau bayinya sudah lahir," ucapnya sambil membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya untuk turun. Juno pun ikut turun menyusul Thalita.


"Ayo Mas masuk dulu biar aku buatkan minum dulu," ajak Thalita.


"Nggak usah Lit biar aku langsung pulang aja, Jangan lupa ya kalau udah jadwalnya lahiran aku ditelepon." Thalita hanya menjawab dengan anggukan.


"Aku mau ngasih tahu Mama dulu bahwa dia sudah punya cucu."


"Jangan Mas aku takut mama kamu tidak akan me ...."


"Jangan dipikirkan biar itu nanti menjadi urusanku," potong Juno perkataan Thalita.


"Sudah ya aku pergi dulu ingat jangan capek-capek kerjanya kalau butuh sesuatu pakai ATM-ku yang ada di Fadil."


"Mas?"


"Iya waktu itu aku titipkan pada Fadil. Pakailah untuk keperluan kamu dan juga bayi kita karena kalian sekarang sudah menjadi tanggung jawabku. Jadi tidak usah sungkan-sungkan untuk menggunakannya. Kalau mau kamu juga bisa menggunakannya untuk modal usaha kamu atau untuk membayar karyawan baru karena kamu sudah tidak bisa kerja ngoyo seperti kemarin-kemarin.


"Iya Mas Juno, bawel sih!"


"Iya udah aku pergi dulu jangan lupa jaga kesehatan," ujar Juno sambil menstater mobilnya.


"Iya Mas kamu hati-hati ya jangan lupa ngasih kabar kalau sudah sampai!"


"Siap," ucap Juno sambil mengendarai mobilnya keluar dari pekarangan tempat tinggal Thalita.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2