Kembalinya Sang Kekasih

Kembalinya Sang Kekasih
Bab 118. Berduel


__ADS_3

"Oh ternyata mereka bersembunyi dari Fikran." Syahdu menyimpulkan sendiri melihat mereka menghindar dari Fikran. Semakin Fikran berjalan ke arah mereka pria bertato dan wanita yang menjadi bosnya itu malah semakin bersembunyi.


Syahdu berjalan mengendap-endap menuju tempat kedua penjahat itu. Gadis ini bertekad untuk meminta kembali handphone miliknya yang Syahdu yakin telah dibawa oleh pria bertato tersebut.


Dari arah jauh Fikran terlihat khawatir. Berulang kali dia tampak menghubungi seseorang lewat ponselnya dan sepertinya tidak ada yang mengangkat teleponnya.


"Hei kembalikan ponselku!" bentak Syahdu sambil memegang bahu pria bertato tersebut.


"Ka-u!" Pria bertato itu kaget setelah menoleh dan melihat gadis yang sempat mereka tawan itu sudah bisa membebaskan diri dan sekarang malah berani mencekal bahunya.


Tidak hanya pria bertatao, wanita yang menjadi bosnya itu tidak kalah kagetnya.


"Siapa yang menolongmu?" tanyanya tak percaya kalau Syahdu bisa melepaskan diri dari ikatan anak buahnya yang tidak akan pernah main-main dalam keahlian mengikat seseorang. Apalagi tadi saat mereka pergi Syahdu masih dalam keadaan pingsan.


"Mana handphoneku!" bentak Syahdu tidak ingin berbasa-basi dan membuang waktunya lagi. Ini hari sudah hampir petang dan kedua orang tuanya pasti panik jika mengetahui Syahdu tidak pulang ke rumah tanpa kabar.


"Pria bertato itu menghempaskan tangan Syahdu yang mencekal bahunya tersebut.


"Jangan macam-macam denganku! Sesuatu yang sudah berada di tanganku berarti ia akan menjadi milikku selamanya," ujar pria bertato itu dan hendak memukul Syahdu, tetapi segera di tangkas oleh tangan gadis itu.


"Wow, rupanya gadis ini ingin bermain-main' denganku!" Geram pria itu. Namun, matanya terlihat meremehkan.

__ADS_1


"Jika dia berbuat masalah hempaskan saja. Kalau perlu bunuh sekalian!" perintah wanita yang menjadi bos dari pria bertato itu.


"Oke siap Bu Bos."


Pria itu siap untuk menyerang Syahdu dan Syahdu selalu bisa menangkis tangan dari pria bertato tersedia.


"Ayo hempaskan gadis itu! Jangan berikan kesempatan dia hidup. Aku yakin dia tadi hanya berpura-pura tidak sadarkan diri dan sebenarnya telah mendengar pembicaraan kita berdua. Dia harus mati kalau kita tidak ingin mendekam seumur hidup dalam penjara."


Mendengar perkataan wanita tersebut yang menginginkan dirinya mati, Syahdu geram. Segera dia menangkap tangan wanita itu dan memelintirnya.


"Aw, sakit." Wanita itu mengaduh.


"John!" teriaknya sambil menahan ringis.


Pria itu menyerang Syahdu lagi. Syahdu melawan pria tersebut dengan satu tangan dan tangan yang lainnya tidak mau melewatkan tangan wanita tadi.


"John bantu lepaskan tanganku!" seru wanita itu. Saat pria bertato tersebut hendak memukul telak lengan Syahdu yang berada di tangan wanita itu segera Syahdu melepasnya.


Kini Syahdu dan pria bertato tersebut berduael. Saling pukul satu sama lain.


Heran dengan kekuatan Syahdu yang seolah bisa menandingi bodyguardnya, wanita itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Syahdu melirik dan ternyata yang dikeluarkan oleh wanita tersebut adalah sebuah pistol.

__ADS_1


"Dia mau menembakku?" Segera Syahdu menghindar saat senapan tersebut terlihat ditarik.


Dor!


Dor, dor, dor!


Tembakan beruntun dan diarahkan ke Syahdu ternyata tidak berhasil satu kalipun.


"Kau masih beruntung, tetapi untuk kali ini aku yakin kau akan meregang nyawa." Wanita itu begitu yakin dan terlihat menarik senapannya kembali.


Syahdu tidak dapat menghindar sebab posisinya kini sudah dikunci oleh pria bertato agar tidak kabur.


Sekuat tenaga Syahdu menunduk dan meraih segenggam tanah lalu menamburkan ke udara hingga mengenai mata wanita tersebut.


"Ah perih! John tolong aku!"


Dor!


Peluru menembus udara dan hanya bergesekan dengan angin saja sedangkan hal itu digunakan Syahdu untuk melepaskan diri dari cekalan pria bertato itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2