
Rio yang semakin kesal memukul wajah Adi, tetapi Adi cepat menghindar dari tinjuan Rio.
"Eh, eh mulai main kekerasan nih, oke lah siapa takut" ucap Adi
"Banyak omong lu, banci" sahut Rio
"Hahaha, yang banci itu lu bertamu kerumah orang lalu mendobrak pintu kamar wanita sembarangan, dasar siomay" ucap Adi kesal
"Apa maksud lu siomay?" tanya Rio tidak paham
"Lembek-lembek gitu, pantes sebutan itu buat lu" jawab Adi, Aira yang sedang ketakutan menahan tawa dengan julukan yang Adi kasih untuk Rio
Adi menekan tombol yang ada di jam tangannya, maka alarm tanda bahaya akan menyambung ke Arnold, Khanza dan Andre, begitu juga ke tiga bodyguard Arnold.
Adi juga sengaja melakukan percakapan konyol untuk mengundur waktu, hampir setengah jam Rio hanya mencaci maki Adi tanpa tindakan, tetapi diluar rumah Aira sudah ramai orang, membuat Rio dan Adi penasaran, Rio berlari keluar rumah lebih dulu.
"Aira, kamu disini saja ya, ditemani sama umi" ucap Adi meninggalkan Aira
Di halaman rumah
"Sudah berhenti, tolong jangan buar keributan disini" ucap Lukman
"Wow, amazing" sahut Adi tersenyum melihat para bodyguard nya sudah datang
Plak... suara pukulan
"Tolongin mereka, kenapa jadi amazing" ucap Lukman aneh melihat tingkah Adi
"STOPPPP SEMUA" teriak Adi sangat keras membuat mereka berhenti semua
"Jauhkan orang-orang itu dari rumah ini" ucap Adi santai
Para bodyguard Adi mengusir teman Abinya dan yang lain.
"Kamu kenal dengan orang-orang itu?" tanya Abi
"Mereka semua selalu mengikuti Adi kemanapun, jadi Abi tidak perlu khawatir, Aira juga akan selalu aman" jawab Adi santai
"Kembali lah ke kamar mu" ucap Abi
Adi kembali ke kamar dan melihat istrinya duduk di sisi ranjang.
"Yahh, pintunya rusak" ucap Adi melihat pintu kamar Aira
"Nanti diperbaiki sama tukang, umi lagi memanggilnya" jawab Aira
"Kasihan banget nih pintu, tidak salah apa-apa jadi korban kekerasan" ucap Adi berjalan ke arah Aira
"Baru aku mau tanya sama kamu, alasan kamu mengambil shift sore, karena mau dijodohkan, berarti kamu nikah sama aku juga terpaksa dong ingin menghindar dari siomay tadi" ucap Adi lagi
"Maaf, aku tidak bermaksud mempermainkan pernikahan ini" jawab Aira menunduk sedih
__ADS_1
"Sudah tidak apa-apa, jangan dipikirkan, aku tadi hanya bercanda kok" ucap Adi tenang
"Astaghfirullah, aku belum izin di cafe, kalau hari ini tidak masuk" sahut Aira panik
"Tidak apa-apa, untuk apa mikirin cafe, aku boleh minta sesuatu tidak" ucap Adi
"Mau minta apa?" tanya Aira ragu
"Aku lapar dari siang sumpah deh, perutku keroncongan banget ini" jawab Adi senyum
"Ya ampun kamu belum makan, ya sudah tunggu sini, aku ambil makanan dulu" ucap Aira, Aira mencari makanan di dapur untuk suaminya setengah mengambil dia membawakan ke dalam kamar, kamar Aira hanya tertutup gorden karena pintunya patah
Adi makan dengan lahap, Aira hanya tersenyum melihat tingkah Adi.
"Alhamdulillah kenyang juga" ucap Adi
"Kamu benaran lapar ya?" tanya Aira pelan
"Iya, dari pagi belum makan, mau sarapan tidak jadi gara-gara berseteru dengan bunda, siang dapat kabar disuruh langsung menikah sama kamu, tadi mau makan keburu si siomay itu datang" ucap Adi
"Adi, aku izin ke cafe sebentar ya, aku cuma izin disini tidak masuk" sahut Aira sedikit takut
"Aku antar" ucap Adi memegang tangan Aira
Adi dan Aira menuju cafe, sampai di cafe Aira turun lebih dulu, karena Adi mendapat telpon dari orangtuanya.
"Aira, untuk apa kamu kesini lagi" ucap Shafira tegas
"Memang hari ini, niatnya kamu di pecat" ucap Shafira
"Apa salah saya sampai dipecat bu" tanya Aira
"Salah kamu adalah seenaknya disini dan tidak mematuhi S.O.P disini" jawab Shafira
"Maaf bu saya ikut campur" sahut Melda
"Kamu mau saya pecat juga" jawab Shafira kesal
"Bu, Aira tidak salah, kenapa dia mau di pecat dan ibu memecat saya dengan alasan apa" sahut Melda kesal
"Mel, sudah jangan di lawan" bisik Aira
"Ada apa ini" ucap Adi datar
"Pak Adi, hari ini keputusan HRD dan saya sudah bulat, bahwa Aira akan kami pecat, dan tadi pagi juga pak Adi setuju apabila kami memecat Aira yang selalu lalai dengan pekerjaannya" tutur Shafira
"Baguslah" ucap Adi santai
"Kamu dengar sendiri Aira, anak pemilik cafe ini sudah setuju" sahut Shafira merasa menang
"Urusan kamu sudah selesai, Aira?" tanya Adi lembut
__ADS_1
"Sudah" jawab Aira menunduk sedih
Adi memegang tangan Aira, "Pulang yuk, jangan sedih begitu" ucap Adi
Melda dan Shafira hanya terdiam melihat Adi dan Aira.
"Kenapa aku dipecat?" tanya Aira pada Adi
"Karena aku ingin, istri cantik ku hanya diam saja dirumah dan menghabisi uang suami" jawab Adi memegang wajah Aira dengan kedua tangannya
Mendengar kata istri Shafira dan Melda menatap Aira dengan banyak pertanyaan untuk Aira tapi tertahan masih ada Adi
"Nanti kamu cepet miskin uangnya aku habisi" sahut Aira kesal
"Dari pada habis sama Valakor, mendingan habis sama istri sendiri dong" ucap Adi mencium kening Aira, Aira langsung melotot dengan tindakan Adi di depan oranglain
"Yuk pulang, bosen aku disini" ucap Adi lagi menarik pelan tangan Aira
Setelah kepergian Adi dan Aira, Shafira menanyakan langsung sama Melda.
"Apa benar Aira istrinya pak Adi?" tanya Shafira
"Saya juga tidak tau bu, selama ini Aira tertutup banget kalau masalah pribadi" jawab Melda
"Masa kamu sahabatnya tidak tau, bukan sahabat namanya itu" ucap Shafira ketus
"Saya sahabat bukan hakim, harus banyak tanya dengan Aira, lagi pula kalau memang mereka berdua suami istri kenapa bu" sahut Melda
"Tidak pantas saja, bagaikan langit dan bumi, Aira kan anak orang miskin sedangkan pak Adi, sudah pasti orang yang terpandang dan banyak perusahaan ingin bekerjasama dengan perusahaan pak Adi, sangat tidak seimbang jika benar Aira istrinya pak Adi, atau jangan-jangan Aira memakai pelet untuk mencari perhatian pak Adi" ucap Shafira penuh menduga-duga
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.