
"Aira, kamu siap-siap, kita akan pulang bersama" ucap Adi membuat manager tersebut bingung menatap ke arah Aira
"Saya bisa pulang sendiri pak Adi" tolak Aira tidak enak karena banyak mata memandangnya
"Cepat siap-siap, saya tunggu kamu dalam waktu 5 menit" jawab Adi duduk di salah satu bangku kosong, sedangkan Aira masuk berlari kecil untuk merapihkan barang-barang pribadinya yang ada di dalam loker
"Pak Adi, sekali lagi maaf bila saya lancang, tapi dia bisa pulang sendiri tanpa harus bapak menunggunya" ucap manager
"Siapa kamu bisa melarang saya, mau saya nungguin Aira atau tidak bukan urusanmu, urus saja pekerjaan mu saat ini" jawab Adi kesal, Adi mengambil ponselnya untuk menghubungi sang bunda
π±Adi
Bunda, Adi antar Aira sebentar ya
π±Bunda
Memang ada apa dengan Aira?
π±Adi
Dia hari ini disuruh lembur oleh bu Shafira, padahal dia masuk kerja di shif pertama bun
π±Bunda
Baiklah, bawa dia pulang dengan selamat dan tetap jaga batasanmu padanya, kamu pasti paham maksud bunda
π±Adi
Iya bunda, Adi paham, dan tidak mungkin juga Adi melakukan hal yang bukan-bukan pada Aira
π±Bunda
Alhamdulillah jika kamu paham, segera pulang ya dek
π±Adi
Siap bunda
Shafira yang mendengar percakapan Adi dan Aisyah semakin panas, karena Aisyah pun mengizinkan anaknya pulang bersama Adi.
Aku akan buat perhitungan besok pada Aira. batin Shafira
Selama ini Shafira memang menyukai Adi, dia melihat kharisma Adi yang tidak membosankan di pandang, Shafira bisa menjadi manager di cafe milik Aisyah sebab dia anak dari salah satu temannya Arnold, orangtuanya memohon pada Aisyah dan Arnold agar anaknya bisa bekerja di cafe sebagai manajer dan juga sebagai langkah awal untuk Shafira.
Awalnya Aisyah dan Arnold ragu, melihat Shafira yang kurang sopan pada, apalagi saat melihat Khanza tanpa tau dia anak Arnold, Shafira pernah berkata "Oh, ternyata mandul", disitu membuat Arnold bertambah emosinya, tetapi Aisyah ingin tau sejauh mana kualitas dan profesional Shafira dalam bekerja.
"Pak Adi" panggil Aira, Adi bangun dari duduknya laku tersenyum
"Ayo kita pulang" ucap Adi tersenyum
Aira jalan lebih dulu, sedangkan Adi berada di belakang Aira. Adi mengantarkan Aira hingga kerumahnya.
"Assalamualaikum" ucap Aira tiba dirumah
"Wa'alaikumsalam" jawab Abi Aira, Abinya Aira sudah sehat atas bantuan pengobatan yang diberikan oleh Arnold, Aira sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan keluarganya Adi
__ADS_1
"Ada nak Adi juga" ucap Abi tersenyum
"Iya Om, hanya mengantarkan Aira pulang saja, tadi kebetulan ketemu" jawab Adi ramah
"Terima kasih sudah mengantarkan Aira, masuk dulu mari" ucap Abi
"Maaf om saya mau langsung pulang saja, tadi sudah janji sama bunda habis antar Aira segera pulang kerumah, kaka juga sudah nungguin" jawab Adi berpamitan pada Abinya Aira
Aira keluar membawa minuman untuk Adi.
"Adi kemana, Abi?" tanya Aira
"Sudah pulang, dia buru-buru dan sudah janji sama bundanya" jawab Abi tersenyum
"Wajar saja dia buru-buru, hari ini kakeknya meninggal, Aira denger sih pas pagi-pagi meninggalnya" ucap Aira
"Innalilahi, kenapa tidak bilang dari tadi" jawab Abi terkejut
"Aira kan ambil minum dulu, masa ada tamu tidak disuguhkan" ucap Aira cemberut
"Maafin Abi ya" jawab Abi mengelus kepala anaknya
"Kalian berdua sedang apa?" tanya uminya Aira
"Abi nih Umi, suka bikin kesel" jawab Aira
"Umi masih menyimpan nomor ibu Aisyah?" tanya Abi
"Masih, ada apa bi" jawab umi
"Innalilahi, kita kesana yuk bi" jawab umi
"Umi chat dulu, mereka ada dirumah atau tidak, takutnya kita kerumah mereka ternyata rumahnya kosong" ucap Abi
Sesampai dirumah Adi melihat kedua kakanya sedang duduk dk bangku meja makan.
"Assalamualaikum" ucap Adi tersenyum
"Wa'alaikumsalam" jawab Yusuf dan Khanza
"Nih Adi belikan makanan dari cafe bunda" ucap Adi ikut bergabung
"Beli apa ngambil?" tanya Yusuf tersenyum
"Beli dong masa ngambil, mentang-mentang yang punya bunda bisa seenaknya gitu" jawab Adi kesal
"Kaka tidak nafsu makan" sahut Khanza lemas
"Kaka harus makan, ingat kakek Niel menginginkan cicitnya lahir dengan sehat, begitu juga dengan mommy nya" jawab Adi membuka makanan yang dia bawa
"Benar kata Adi, jadi kamu harus paksakan makan" ucap Yusuf menambahi
Khanza makan disuapi Yusuf, walaupun pelan tetapi Yusuf dengan sabar menemani istrinya untuk makan, sedangkan Adi sudah masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan juga beristirahat.
Kakek Niel sedang apa ya disana?. batin Adi sedih
__ADS_1
Adi hanya melamun menatap langit-langit kamarnya, dengan airmata yang mulai keluar, dari tadi dia menahan agar tidak menangis, sekarang di dalam kamar sendiri dia menangis mengingat momen saat bersama sang kakek, kelelahan menangis Adi terlelap dalam tidurnya.
Subuh-subuh Khanza sudah rapih dan makanan sudah siap semua, Yusuf dan Adi yang baru saja pulang dari masjid sangat terkejut melihat Khanza sudah rapih dan selesai memasak dengan masakan yang cukup banyak.
"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Yusuf khawatir
"Aku tidak melakukan apapun kak" jawab Khanza santai
"Ini semua masakan" ucap Yusuf
"Kaka tuh jangan terlalu lelah, kasihan keponakan ku" sahut Adi ikut khawatir
"Ini semua yang masak bibi, bukan aku" jawab Khanza
"Bohong" ucap Adi dan Yusuf bersamaan
"Kompak sekali kalian berdua, begitu dong akur" jawab Khanza bercanda
"Lah, aku memang aku selama ini dengan kak Yusuf" ucap Adi heran
"Oh iya, kaka lupa" jawab Khanza tersenyum
"Jawab yang jujur ini siapa yang masak?" tanya Yusuf
"Bibi yang masak kaka sayang, kalian ganti baju cepat, kita berangkat ke rumah kakek Niel, mumpung masih hangat masakannya" jawab Khanza mendorong Yusuf dan Adi
"Bibi ini siapa yang masak" tanya Adi saat melihat bibi mendekat
"Masakan ini bibi yang buat, tadi malam non Khanza bilang mau di bawa ke rumah nenek Ras, untuk sarapan yang lain disana" jawab bibi jujur
"Awas sampai bibi bohong" ucap Adi
"Sembarang kamu menuduh bibi begitu" jawab Khanza
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.