
"Pecat orang yang melakukan kesalahan" jawab Adi tegas
"Hanya itu, mudah sekali" sahut Arnold menimpali
"Ada satu keinginan Adi" ucap Adi pelan, keluarga hanya menatap Adi
"Apa bisa bunda dan ayah melamarkan Aira untuk Adi" ucap Adi lagi menunduk
"Ayo sekarang" ucap nenek Ras semangat dan keluarga menatap nenek Ras
"Tidak ada salahnya niat baik di segerakan" sahut nenek Ras
"Setuju, kita siap-siap" timpal kakek Almahendra dan nenek Mahen
"Biarkan Arnold dan Aisyah dulu saja, setelah disetujui baru kita lamaran resmi, bagaimana bun" ucap Arnold
"Boleh saja, bunda coba hubungi orangtua Aira dulu" jawab Aisyah masuk kedalam kamar untuk menghubungi orangtua Aira
Keluar dari kamar Aisyah hanya tersenyum sama semua keluarga yang sedang menunggu kabar darinya.
"Pasti setuju nih" sahut Khanza melihat bundanya senyum
"Setuju apa? sekarang aja, karena mereka nanti sore ada acara" ucap Aisyah
"Ayo lest go" ucap Arnold berdiri di samping istrinya
"Adi ikut tidak?" tanya Adi semangat
"Tidak perlu, biarkan bunda dan ayah dulu yang maju" jawab Aisyah
"Tunggu bunda, kenapa bunda bilang nanti sore ada acara" ucap Adi
"Keluarga Aira bilang sore mereka ada acara keluarga, jadi kita disuruh datang sekarang aja" jawab Aisyah
"Di cafe tadi justru Adi dapat info, Aira tukeran shift dengan temannya, supaya dia bisa masuk sore, dan pagi ini dia bilang ada urusan keluarga" ucap Adi memikirkan Aira khawatir.
"Aneh juga, pasti ada sesuatu yang tidak beres" sahut Arnold menimpali
"Biar tidak penasaran, segera jalan sana, cari tau juga" ucap nenek Mahen
Aisyah dan Arnold pergi kerumah Aira, mereka sudah dapat shareloct yang dikirimkan oleh Abi nya Aira, perjalan dari rumah nenek Ras menuju rumah Aira memakan waktu kurang lebih 45 menit.
"Wah, suasananya enak juga rumahnya Aira" ucap Arnold turun dari mobil
__ADS_1
"Asri banget" timpal Aisyah
"Assalamualaikum" ucap Arnold dan Aisyah
"Wa'alaikumsalam" jawab Umi dan Abinya Aira
Sebelum memulai Abinya Aira mengucapkan turut berduka cita atas kepergian orangtua Aisyah.
"Maaf sebelumnya kami mengganggu waktu pak Ustad dan ibu ustadzah" ucap Aisyah
"Tidak ada yang menganggu, dan panggil biasa saja jangan pakai ustadz segala" jawab Abinya Aira
"Begini pak Lukman, kedatangan saya dan istri ingin melamar anak pak Lukman yang bernama Aira untuk anak saya Adi, kami berdua juga tidak ingin memaksa siapapun, jika memang Aira tidak mau ataupun menolak, bagi kami Aira tetaplah anak kami juga" ucap Arnold sudah tidak mau bas basi lagi
Abi dan Uminya Aira terkejut dengan keinginan tamunya.
"Umi, tolong panggil Aira kesini" ucap Lukman
"Begini pak Arnold, ibu Aisyah, sebenarnya nanti sore Aira itu akan di taarufkan oleh salah satu anak dari teman saya juga, tetapi semuanya saya serahkan pada Aira" ucap Lukman lagi
"Iya, Abi ada apa" tanya Aira, dia juga kaget melihat orangtua Adi, lalu mencium tangan orangtua Adi
"Begini nak, tujuan beliau datang ingin melamar mu, untuk anaknya yang bernama Adi, Abi dan Umi serahkan semuanya pada mu, kamu yang menentukan pilihan untuk pendamping hidupmu" ucap Lukman pada putrinya
Aira semakin bingung, satu sisi dia tidak mau di jodohkan oleh anak teman Abinya itu.
"Aira, kami tidak memaksa kamu, jika kamu menolak, ayah dan bunda akan mengikhlaskan itu, jangan di jadikan beban olehmu" ucap Aisyah melihat kegelisahan Aira
"Aira mau dan setuju" jawab Aira cepat
Arnold dan Aisyah tersenyum mendengar jawaban Aira, umi dan abinya terdiam, tidak bisa membantah ucapan anaknya lagi.
Abi tau, kamu menyetujui lamaran ini karena kamu pasti menghindar dari anaknya teman abi, apa mungkin ini doa mu untuk dijauhkan dari anaknya teman abi. batin Lukman abinya Aira
"Apa yang dikatakan Aira itulah keputusannya" ucap Lukman, umi juga bersyukur anaknya tidak jadi bertaaruf dengan anak temannya
"Ini saya membawa cincin dan gelang sebagai tanda bahwa Aira sudah di hitbah oleh Adi, lamaran resmi besok kita akan kesini lagi bersama keluarga besar lainnya" sahut Aisyah memakaikan cincin dan gelang yang dibawanya untuk melamar Aira
"Jika pak Arnold dan Ibu Aisyah tidak keberatan, bagaimana jika besok langsung saja kita nikahkan Aira dan Adi" ucap Lukman membuat yang lain terkejut
"Kenapa harus besok pak Lukman?" tanya Arnold
"Hari ini rencana saya akan mentaarufkan anak saya dan anak teman saya, saya hanya menghindar dari hal tidak di inginkan terjadi apabila pernikahan Adi dan Aira di adakan besok secara agama terlebih dahulu, sebenarnya saya berharap jika bisa siang ini juga dinikahkah" jawab Lukman sedikit khawatir
__ADS_1
"Tujuan awal ingin menjodohkan Aira apa?" tanya Aisyah penasaran
"Saya punya rumah pintar mengaji, dan rumah itu tanahnya milik teman saya, jadi teman saya meminta agar anaknya di jodohkan dengan Aira, apabila saya atau Aira tidak mau, maka rumah pintar mengaji akan ditutup olehnya" jawab Lukman tidak enak hati
"Kami hanya ingin menyelamatkan anak-anak yang ada di sana dan tinggal disana" sahut umi menimpali
"Dengan cara melupakan kebahagiaan anak?" ucap Aisyah
"Saya juga tidak ingin, bisa saja anak-anak disana di pindahkan kerumah ini, tapi sangat tidak mungkin karena tidak cukup tempatnya" jawab Lukman merasa bersalah pada Aira
"Boleh minta alamat rumah dan kontak pemilik rumah" ucap Arnold
"Untuk apa pak Arnold?" tanya Lukman
"Hanya minta saja, sekarang kami akan menghubungi keluarga lainnya untuk kemari, kita akan laksanakan pernikah Adi dan Aira hari ini, bunda tolong info teman bunda yang tukang rias ya" ucap Arnold serius
"Kok tukang rias sih bahasanya, jelek banget" sahut Aisyah kesal
"Apapun namanya lah" jawab Arnold
"Bunda saja yang make up in, ayah minta tolong sama ibu membawa baju nikah yang dulu aku pakai untuk Aira pakai, pasti cocok sama dia" ucap Aisyah
Keluarga Aira bersiap dan beberapa tetangga di panggil untuk membantu persiapan sederhana, Arnold sudah menghubungi keluarganya juga kalau Adi harus di nikahkan sekarang, karena ada hal yang tidak terduga, Arnold juga meminta tolong sama orangtua tentang masalah rumah pintar mengaji itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.