
"Mulai hari ini, detik ini juga Yusuf tidak akan pernah menginjakan kaki dirumah mamih lagi, Yusuf dan Khanza salah berharap pada mamih, terserah mamih mau menganggap Yusuf durhaka atau tidak, Yusuf tidak peduli, jangan pernah temui Yusuf lagi" tutur Yusuf kesal dan emosi melihat mamihnya
"Yusuf, Khanza ini ada kesalahpahaman, berikan mamih waktu untuk menjelaskan semuanya" ucap mamih memegangi tangan Yusuf
"Apalagi sih mih, mau mamih apa, belum puas ingin menghancurkan rumah tangga Yusuf, anak kandung mamih sendiri" teriak Yusuf tidak tahan
"Astaghfirullah kaka" sahut Khanza terkejut melihat Yusuf membentak mamihnya
"Mamih bisa jelaskan Yusuf" ucap mamih menangis
"Kak, berikan mamih kesempatan untuk menjelaskan, jangan main asal bentak dan teriak dong" sahut Khanza kesal dengan Yusuf karena dia teriak di depan mamihnya sendiri
"Lebih baik kita jaga jarak dengan manusia licik seperti dia" ucap Yusuf
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak dan menoleh ke sumber suara
"Bunda" lirih Khanza dan Yusuf
Aisyah berjalan mendekati mamihnya Yusuf.
"Kok sepi, apa tamunya belum datang, tadi juga saya mendengar suara teriakan" ucap Aisyah tersenyum
"Bunda ada apa kesini?" tanya Yusuf bingung
"Di undang mamih kamu ke sini" jawab Aisyah
"Sebenarnya ini ada apa?" tanya Yusuf lagi menatap bunda dan mamihnya
"Pantaskah seorang anak berteriak pada ibunya?" tanya Aisyah menatap Yusuf
"Bu..kan begitu bunda" jawab Yusuf tambah bingung dan takut melihat tatapan horor bundanya
"Bunda ingatkan lagi pada kalian, Rasulullah SAW bersabda: Tiga macam dosa yang akan menyia nyiakan segala amal amal lainnya, yaitu Syirik atau mempersekutukan Allah, durhaka kepada ayah ibu, dan lari dari medan perang. (HR At-Tabrabi), dari hadis ini terlihat nak, amal ibadah seseorang tidak ada artinya apabila melakukan tiga hal yang disebutkan, salah satunya durhaka pada ayah dan ibu" tutur Aisyah dengan lemah lembut
Yusuf dan Khanza hanya menunduk mendengar nasehat sang bunda.
__ADS_1
"Apa yang membuat kalian membentak orangtua yang sudah renta" tanya Aisyah menatap anak mantunya
"Yusuf hanya kelepasan bunda" jawab Yusuf pelan
"Belajarlah mengontrol emosi, lidah itu tak bertulang, ingat surah Al Isra ayat 23, ^Wa qada rabbuka alla ta'budu illa iyyahu wa bil-walidaini ihsana, imma yabluganna 'indakal-kibara ahaduhuma au kilahuma fa la taqul lahuma uffiw wa la tan-har-huma wa qul lahuma qaulang karima^. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik baiknya, jika salah seorang diantara keduanya atau kedua duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia" ucap Aisyah meningatkan untuk siapapun
"Mamih bisa jelaskan ke Yusuf dan Khanza apa yang terjadi hari ini" sahut mamih dengan pelan
"Yusuf, Khanza minta maaf lah pada mamih kalian" ucap Aisyah
Yusuf dan Khanza mendekati mamihnya dan mereka meminta maaf karena sudah melakukan kesalahan.
"Bunda tidak mau melihat kejadian seperti ini lagi" sahut Aisyah menatap anak dan menantunya
"Iya bun, kami juga minta maaf pada bunda atas kesalahan kami" ucap Khanza
"Jujur bunda sangat sangat terkejut melihat Yusuf membentak mamih, padahal kalian bisa melihat orangtua kalian ini mau menjelaskan apa yang terjadi, bisa kita diskusi dengan kepala dingin, Yusuf belajarlah kontrol emosi mu, dan kamu Khanza mana peran istri mengingatkan jika suaminya melakukan kesalahan, kamu boleh tegas jika suami mu sudah melewati batas dan melenceng dari ajaran" tutur Aisyah tegas
"Maafin Khanza bunda" ucap Khanza menunduk sendu
"Mamih kamu kemarin menghubungi bunda, dan meminta tolong pada bunda agar datang ke sini hari ini, untuk apa? untuk membatalkan perjodohan Yusuf dan dengan anak temannya itu, jika mamih kamu menghadapinya sendiri beliau yakin tidak akan mampu menghindar dari temannya, kita akan diskusikan ini secara baik baik tanpa ada dendam atau hal jahat lainnya, entah kenapa ada rasa kecewa di hati bunda melihat tindakan kalian yang tadi" sahut Aisyah dengan lembut tapi tegas dan mengerikan bagi Yusuf dan Khanza
"Sudah, saya tidak apa apa besan" ucap mamih pelan
"Khanza, ambilkan mamih mu minum hangat" sahut Aisyah menatap anaknya
"Bunda kenapa memarahi Khanza, dia tidak bersalah" ucap Yusuf melihat istrinya menjauh
"Dia juga melakukan kesalahan, jadi bunda juga akan menegurnya" jawab Aisyah
"Khanza tidak salah bunda, tadi Khanza sudah mengingatkan Yusuf, Yusuf nya saja yang sulit di ingatkan" ucap Yusuf pelan
"Benar, tadi Khanza mencoba menenangkan Yusuf, agar Yusuf tidak emosi" sahut mamih ikut membela Khanza
"Menurut saya tetap saja Khanza salah, bukannya saya mengajarkan anak saya untuk menasehati suaminya, atau bagaimana, tapi jika seorang suami sudah melewati batas ketentuan, istrinya wajib menegurnya dengan tegas tapi terdengar lembut juga suaranya" ucap Aisyah
"Kasihan Khanza bunda" lirih Yusuf
__ADS_1
"Jika kamu kasihan pada Khanza, harusnya kamu bisa kontrol emosi mu" ucap Aisyah
"Mamih minum dulu teh hangatnya" ucap Khanza membawa minuman
"Terima kasih nak" jawab mamih tersenyum
Diluar rumah
"Sebenarnya saya tidak tega meliha anak saya di marahi, meski sama bundanya sendiri" ucap Arnold
"Mungkin istri pak Arnold tidak bermaksud memarahinya, dia hanya mengingatkan anak anaknya" jawab Mahadika (papih Yusuf)
"Itulah yang membuat saya mempertahankan istri seperti dirinya" ucap Arnold bangga
"Pertahankan terus rumah tangganya pak, jangan sia sia kan istri seperti itu, saya juga selalu ingatkan Yusuf untuk tidak menyia nyia kan Khanza, dia anak yang hebat, tangguh menghadapi segala masalah yang ada" jawab papih Yusuf senang
"Saya selalu berharap, anak saya mendapatkan jodoh terbaiknya yang selalu siap melindungi nya, walau Khanza sudah menikah, tetap bagi saya dia putri Arnold Zavier yang masih manja dan menggemaskan" ucap Arnold tersenyum menatap ke arah anaknya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.