
Akhirnya Yusuf berhasil membawa mamihnya untuk duduk santai di taman kota, Yusuf banyak cerita mengenang masa kecilnya bersama sang mamih, mamih pun sangat senang Yusuf mengingat kenangan itu.
"Mih, boleh Yusuf bertanya?" tanya Yusuf dengan hati hati
"Tanya apa sayang" jawab sang Mamih
"Apa alasan mamih membenci Khanza? bukan kah dulu mamih menyetujui pilihan Yusuf" tanya Yusuf dengan nada suara yang begitu lembut
"Untuk apa kamu bertanya begitu" tanya balik mamih menyelidiki
"Aku hanya ingin tau mih" jawab Yusuf menunduk
"Khanza mengambil kamu sepenuhnya dari mamih, makanya mamih tidak suka dengan Khanza, sebelum kamu menikah, kamu lebih mementingkan Khanza dibandingkan mamih, kamu mengabaikan mamih begitu saja demi Khanza" ucap mamih terlihat sedih
"Mih, Cinta aku antara mamih dan Khanza itu berbeda, tapi sama besarnya, tidak memilih aku harus lebih besar yang mana, mih Khanza itu anak yang baik, bahkan lebih baik dari wanita wanita yang selalu mamih jodohkan dengan ku, selama aku menikahi Khanza, dia tidak pernah menuntut aku sedikitpun, beda dengan yang lain selalu minta ini itu sama aku" tutur Yusuf meyakinkan mamihnya
"Tapi dia juga mandul, tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga kita, penerus kamu Yusuf" jawab mamih menatap anaknya
"Bukan mandul mih, tapi kita memang belum di izinkan oleh Allah untuk mempunya anak, mungkin Allah sedang memberikan kesempatan untuk aku dan Khanza menikmati yang namanya pacaran halal, jika Allah sudah yakin dengan aku dan Khanza, Insyaa Allah, Allah akan memberikannya kepada keluarga kecil Yusuf" ucap Yusuf memegang tangan mamihnya
"Semenjak mamih sakit, istrimu sama sekali tidak berkunjung, apa mamih pantas mempertahankan menantu seperti itu?" tanya mamih
"Bukan tidak berkunjung juga mih, tapi Yusuf yang selalu menghalangi di saat Khanza ingin menjenguk mamih, Yusuf yang selalu mencari cara agar rencana Khanza gagal menemui mami" jawab Yusuf
"Kenapa kamu menghalanginya?" tanya lagi sang mami
"Karena aku takut, mamih menyakiti perasaan istriku, aku takut mamih akan menghina dan mencaci maki istriku, mih hati suami mana yang rela istrinya di hina, apalagi yang menghina adalah ibu kandung Yusuf sendiri" jawab Yusuf penuh penekanan
"Seharusnya dia bisa meyakinkan kamu untuk bisa menemui mamih" ucap mamih datar
__ADS_1
"Khanza adalah istri yang patuh sama suami mih, jadi di saat aku larang di keluar kamar pun, dia tidak akan keluar, pernah aku tes dan itu nyata, sampe dia menelpon salah satu orang yang ada dirumahnya, untuk mengambilkan air dan makanan untuk dirinya, apa Yusuf akan melepaskan istri se soleha Khanza mih, dan mengganti istri yang belum tentu bisa melakukan hal seperti yang di lakukan istri Yusuf sekarang" tutur Yusuf
"Kamu sedang ngajarin mamih?" tanya mamih menatap Yusuf dengan tajam
"Yusuf tidak bermaksud mengajarkan mamih, sekarang bagaimana kalau kita balik kehidupannya, adik perempuan Yusuf satu satunya mendapatkan ibu mertua seperti mamih, adik Yusuf di hina dan di caci makin oleh mertuanya, apa mamih dan papih akan diam saja? Yusuf yakin 100% kalian akan mengamuk melihat anak bungsu kalian direndahkan, oleh keluarga dari pihak suaminya, tapi kalau mamih lihat dari sisi Khanza apa ada dari keluarga Khanza yang mengamuk ke mamih atau papih? TIDAK ADA mih, satu pun dari mereka tidak ada yang mengamuk, padahal mereka tau selama ini anaknya di tindas oleh mertuanya, mereka sangat bersabar walau hati mereka sakit dan menangis, Yusuf hanya berharap, mamih bisa menerima Khanza sebagai menantu mamih, bukan malah menjerumuskan Yusuf dan menyuruh Yusuf berpisah dengan istri Yusuf" jawab Yusuf dengan pelan dan hati hati agar mamihnya tidak merasa di nasehati atau di sakiti
"Sebegitunya kamu membela Khanza, dan keluarganya, kamu tidak menghargai mamih sebagai ibu yang sudah melahirkan mu?" tanya mamih dengan kesal
"Apa dengan Yusuf berpisah dengan Khanza, mamih merasa puas?" tanya Yusuf balik dengan perasaan takut
"Mamih mau keturunan penerus kamu Yusuf, hanya itu" jawab mamih
"Yusuf paham kalau tentang itu mih, tapi bisa kah percaya dengan adanya Allah mih, kehidupan kita takdir, rezeki jodoh dan mau sudah ada yang mengaturnya mih, kita ini di dunia hanya sebagai aktor dan aktris, yang saling menunjukan kemampuan satu dengan yang lain, kita tidak bisa memaksakan suatu hal, apalagi itu menyangkut meminta nyawa" ucap Yusuf
"Jadi kapan mamih bisa menerima keturunan dari kamu dengan istrimu itu" sahut mamih kesal
Mamihnya hanya terdiam dan selalu mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Yusuf, dan Yusuf juga berharap agar sang mamih segera memahami kondisi Khanza yang selalu tertekan.
Disaat Yusuf dan mamihnya terdiam, Aisyah sudah melihatnya dari jarak sedikit jauh agar tidak ada yang curiga, Aisyah mendengar semua ucapan menantunya kepada ibu kandung yang telah melahirkan dia.
Aisyah juga berharap ada perubahan dari mamihnya Yusuf, tanpa harus dia ikut campur permasalahan antara Yusuf dan mamihnya.
Yusuf melihat ke kanan, kekiri dan belakang, dia terkejut saat melihat mertuanya sudah berdiri di belakang sedikit jauh, dan tersenyum dengannya, itu suatu hal yang membuat Yusuf tenang dan nyaman di dekat Aisyah.
Bunda itu bukanlah orangtua kandung ku, tapi kenapa disaat bersama dengan bunda aku merasa dilindungi, disayang dan diperhatikan, berbeda saat di samping dengan mamih, perasaan nyaman tidak terasa, apa ini yang dinamakan cinta orangtua kepada anaknya, yang selalu dibilang tulus tanpa menuntut apapun. Gumam hati Yusuf masih menatap sang bunda yang masih tersenyum padanya
"Kita pulang mamih lelah dan ingin istirahat" ucap mamih
"Baiklah, ayo kita pulang, maaf Yusuf sudah membawa mamih keluar rumah dan main taman ini" jawab Yusuf menatap mamihnya
__ADS_1
Mamihnya pun hanya terdiam, tanpa menanggapi perkataan Yusuf, disaat melewati posisi sang bunda, Aisyah pura pura tidak melihat dan langsung membalikan badannya membelakangi Yusuf dan mamihnya.
Yusuf mendorong terus kursi roda mamihnya sebelum mamihnya melihat mertuanya.
"Yusuf berhenti" ucap mamih, membuat Yusuf deg degan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1