KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

Satu bulan berlalu setelah acara empat bulanan, Khanza dan Yusuf, jarang sekali kerumah ayah, bundanya, berbeda dengan Zalin yang masih bolak balik, Khanza sendiri sengaja tidak berkunjung kerumah bundanya yang ada disebelah, dia membiasakan diri untuk melakukan semuanya di dalam rumah.


Begitu juga Aisyah, yang tidak mampir ke rumah Khanza, baginya sangat tidak baik juga, jika dia keseringan berkunjung kerumah anaknya.


Walaupun rumah mereka bersebelahan, Aisyah selalu menanyakan kabar hanya lewat chat atau telepon, awalnya Yusuf bingung, kenapa sang bunda tidak berkunjung dan lebih sering chat, setelah di jelaskan oleh Aisyah, Yusuf pun mengerti, dan Aisyah berkata "Kita sebelahan, tetapi anggaplah kalau kita sedang berjauhan, terkadang rumah tangga hancur karena lebih sering banyak campur tangan keluarga lain, jadi kalian harus pandai-pandai menjaga diri" ucap Aisyah pada Yusuf kala itu.


Hari weekend, Yusuf selalu membantu Khanza membersihkan rumah, bahkan dia tidak segan untuk mencuci pakaian dan mencuci piring.


"Sayang, ada lagi yang bisa aku kerjakan" ucap Yusuf selesai menjemur pakaian


"Alhamdulillah, semua sudah rapih" jawab Khanza senyum


"Kita mau pakai jasa art, tidak?" tanya Yusuf menatap Khanza yang sedang menonton tv


"Begini saja ya, aku sudah nyaman" jawab Khanza


"Asalkan kamu tidak kelelahan, dan mengontrol diri aku tidak masalah tanpa art, tetapi aku memikirkan mu, pagi kamu harus merapihkan semuanya, belum lagi harus kuliah, sampai rumah bergelud lagi dengan tugas kampus, sore memasak untuk kita, itu yang membuat aku khawatir" ucap Yusuf ada rasa cemas di raut wajahnya


"Kamu lupa ya, aku tidak sendiri disini, dikala kamu sedang bekerja, aku selal di bantu Zalin, setiap pagi Zalin yang lebih sering merapihkan rumah, aku hanya masak, sore hari, aku dan Zalin masak bersama" jawab Khanza menenangkan suaminya


"Lagian si Zalin untuk apa bolak balik kerumah bunda, aku jadi tidak enak sama bunda dan ayah" ucap Yusuf ingat adiknya yang tidak bisa diam


"Ayah dan bunda tidak masalah, justru senang, mereka jadi ada temannya dirumah" jawab Khanza


"Oh iya, tadi siang aku ke kantor ayah, ayah meminta aku datang ke sana, lalu ayah bilang ingin mentaarufkan Zalin dengan anak temannya itu, menurut mu bagaimana?" tanya Yusuf


"Tergantung dari Zalin nya, jika dia bersedia dan ikhlas, tidak apa-apa, usianya juga sudah cukup untuk membina rumah tangga, dan supaya dia ada menyempurnakan separuh agamanya juga" jawab Khanza


"Itu dia, awalnya ayah becanda dari sebulan yang lalu, belakangan ini Zalin selalu menagih ucapan ayah, yang katanya ingin menjodohkan, tapi kakak ragu, apa iya Zalin benar-benar mau di jodohkan, atau terpaksa" ucap Yusuf berpikir


"Papih sudah tau belum rencana ini?" tanya Khanza serius


"Belum, ayah juga bilang akan memberitahu dan paling penting meminta izin pada papih, walaupun Zaln melarang ayah berbicara pada papih dan mamih" jawab Yusuf


"Tidak apa, mungkin Zalin ingin tau dulu, jika kedua pasangan tersebut merasa tidak cocok, bisa di batalkan acara perjodohannya" ucap Khanza

__ADS_1


"Iya juga sih" sahut Yusuf berpikir


Ting Tong.... suara bel berbunyi


"Aku saja yang buka" ucap Yusuf melangkah ke arah pintu


Ceklek.... suara pintu terbuka


"Lama sekali buka pintunya" ucap mamih langsung masuk tanpa di persilahkan


"Untuk apa mamih ke sini?" tanya Yusuf mengikuti mamihnya berjalan


"Siapa yang datang kak?" tanya Khanza tanpa menoleh


"Enak ya, hanya nonton tv duduk santai" sahut mamih, Khanza oun menoleh mendengar suara yang dia kenali


"Alhamdulillah, mamih kesini, apa kabar mih?" ucap Khanza mencium tangan mamihnya


"Belaga jadi menantu baik" sahut mamih tanpa menjawab pertanyaan Khanza


"Berani kamu mengusir mamih, hanya demi wanita ini, ingat-ingat lagi Yusuf, mamih ini ibu yang sudah melahirkan mu bertaruh nyawa" jawab mamih menatap Yusuf dengan tajam


"Dan perlu mamih ingat juga, di dalam diri Khanza ada keturunan ku, dan aku akan terus membela dan melindunginya, apabila bertaruh nyawa sekaligus, jadi jika mamih ingin menyakiti istri ku, itu sama saja mamih menyakiti anak ku, lebih baik keluar dari rumah ini" tutur Yusuf menahan emosi


"Mamih kesini ingin berkunjung, menemui anak-anak mamih, apa itu salah?" tanya mamih emosi


"Tidak salah, tetapi cara mamih bertamu dengan seenaknya, seolah ini rumah mamih, itu yang salah" jawab Yusuf


"Ini rumah kamu Yusuf, mamih bebas dong mau kesini setiap hari atau tidak, dan mamih juga berarti punya kuasa" ucap mamih


"Oh...oh... mamih salah besar, ini bukan rumah Yusuf, mamih pikir apa Yusuf mampu membeli rumah ini? jawabannya tidak mamih, ini rumah Khanza, orangtuanya yang membelikan untuk dia, Yusuf dan Zalin hanya menumpang dirumah Khanza, jadi mamih tidak punya kekuasaan apapun dirumah ini" jawab Yusuf tegas, Khanza tidak berani ikut campur, karena Yusuf sudah memberikan kode lewat tangan agar tidak terlibat


"Mamih bisa membelikan rumah tempat tinggal yang jauh lebih bagus dan mewah di banding ini, mamih sangat mampu Yusuf, jika kamu bersedia maka ayo kita pulang dan mamih akan memberikan apapun yang kamu mau" ucap Mamih yakin


"Yakin mamih mampu membelikan apapun yang Yusuf inginkan?" tanya Yusuf serius

__ADS_1


"Sangat yakin, kamu jangan meragukan mamih atau papih mu" jawab mamih


"Keinginan Yusuf hanya ingin hidup bersama Khanza dirumah ini" ucap Yusuf


"Yusuf, mamih bisa kasih rumah, apartemen untuk kalian" jawab mamih


"Apa mamih masih mampu membelikan itu semua untuk Yusuf, apabila sekarang dan detik ini Yusuf menelpon kakek Almahendra untuk mencabut semua saham di perusahaan papih, karena mamih telah mengganggu cucunya" ucap Yusuf mengancam


"Kamu mengancam mamih?" tanya mamih tidak percaya


"Tidak mengancam, hanya mengingatkan, bahwa Khanza adalah cucu dari Kakek Almahendra sekaligus dia penanam saham yang cukup tinggi diperusahaan papih dan beberapa perusahaan lainnya" jawab Yusuf santai


"Semenjak kamu menikah sama Khanza, kamu semakin kurang ajar sama mamih, kamu tidak menghargai mamih lagi, apa yang mamih lakukan selalu salah dimata mu, padahal mamih ingin melihat semua anak mamih bahagia dan menjadi orang yang di pandang, bukan direndahkan" tutur mamih marah


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2