
Raymond tiba-tiba loncat naik ke atas kasur membuat Zalin melebarkan matanya kaget.
"Hahahaha, kamu sangat lucu kalau lagi tegang, dan ketakutan" ucap Ray tertawa lepas
"Tidak lucu" sahut Zalin kesal baru jadi istri sehari tapi sudah dibuat jantungan oleh suaminya sendiri
"Ternyata istri baru ku menggemaskan apabila sedang terkejut" ucap Ray masih tertawa pelan
"Aku butuh penjelasan kamu masalah yang baru saja aku lihat" tutur Zalin to the point
"Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya, tapi tidak gratis" jawab Ray tersenyum
"Belum 24 jam jadi suami udah minta bayaran, lebih baik kamu tidak perlu menceritakan apapun padaku, setidaknya kalau aku mati di tangan mu, aku akan menuntut balas dendam" ucap Zalin keburu kesal
"Istigfar, jangan bicara begitu, mana mungkin aku membunuh istriku sendiri" jawab Ray tidak habis pikir dengan istrinya
"Untuk saat ini aku masih memegang ucapan ayah Arnold" ucap Zalin
"Emang om Arnold bilang apa sama kamu?" tanya Ray
"Hanya aku dan keluarga om Arnold yang tau" jawab Zalin santai
"Tapi aku sekarang suami mu, setidaknya kamu harus terbuka dengan ku, Zalin" ucap Ray penasaran
"Aku mau tidur ngantuk" jawab Zalin merebahkan tubuhnya
"Tunggu aku belum nyentuh kamu" ucap Ray menahan tangan Zalin, membuat Zalin terdiam kaku
"Ma..sudnya apa?" tanya Zalin
"Masih muda sudah pikun" jawab Ray menuju ke arah meja dan mengambil sesuatu
"Aku belum pikun ya, jangan asal bicara" ucap Zalin tidak terima
"Nih, aku mau obati kaki mu terlebih dahulu, supaya tidak membekas hitam di kaki mu, setelah itu baru kita istirahat" jawab Ray mulai memegang kaki Zalin yang putih dan memangku kaki sang istri di bagian p**ha Ray.
Dengan telaten Ray mengoleskan salep dibagian kaki Zalin, Zalin sebenarnya merasa risih tapi dia tidak bisa menolak juga.
"Apa masih terasa perih?" tanya Ray
"Tidak, mungkin bisa kembali perih jika memakai sepatu lagi" jawab Zalin
"Ya sudah, sampai kaki ini membaik jangan pakai sepatu, pakai saja sandal hotel yang tersedia" ucap Ray merapihkan obat yang tadi digunakan
"Masa iya kemana-mana pakai sandal hotel, lagi pula kita disini hanya semalam doang" jawab Zalin menyelimuti kakinya
"Kata siapa, kita disini 3 hari tau, keluarga yang lain besok pulang" ucap Ray berbohong hanya ingin menggoda Zalin
"Kok begitu, lebih baik besok kita juga pulang aja, sayang uangnya biaya hotelnya mahal banget" jawab Zalin setelah mencari tau harga menginap di sini permalamnya
__ADS_1
"Suami mu ini keturunan orang kaya tidak mungkin habis harta yang dimiliki" ucap Ray percaya diri
"Yang kaya keluarga mu, bukan dirimu, jika kamu terlahir dari orang yang biasa saja aku jamin kamu akan bersusah payah mencari pekerjaan, melamar sana sini, interview yang belum tentu di terima dan masih banyak lagi deh" jawab Zalin semangat
"Apa kamu merasakan itu semua?" tanya Ray memandang istrinya
"Ya begitu deh kurang lebih, sebenarnya aku bisa minta apapun pada papih, tapi selama aku tinggal dirumah ayah Arnold, anak-anak nya tidak ada yang meminta ini dan itu, mereka semua berusaha lebih dulu, kalau kata bunda Aisyah barang yang kita beli dengan kerja keras dan susah payah akan lebih di hargai di bandingkan kita hanya meminta uang lalu di beli sesuatu" tutur Zalin
"Memang tidak salah pilihan om Arnold, menjadikan mu sebagai istriku" ucap Ray senyum
"Tidak nyambung deh, aku mau tidur saja" jawab Zalin kembali merebahkan tubuhnya
Tiba-tiba Raymond menjelaskan yang baru saja terjadi pada sepupunya, Raymond juga meminta hati-hati pada Zalin karena keluarganya tidak 100% baik pada Zalin.
Zalin yang hendak memejamkan mata tidak jadi mendengar cerita suaminya.
"Itulah kenapa aku ingin membawa mu jauh dari sini, supaya keluarga tidak ada yang ganggu hubungan kita" ucap Ray serius
"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, siapapun suami ku, maka aku wajib mengikuti kemana dia melangkah, sekalipun dia salah melangkah aku akan tetap ikut agar bisa meluruskan kembali langkahnya" jawab Zalin
"Jadi kalau mamih memasang wajah melas dan merayu kamu tetap tinggal di sini, aku mohon jangan terbawa suasana ya, walau sebenarnya juga berat untuk ku" ucap Ray
"Iya, sekarang kita istirahat, dari tadi tidak jadi lagi mau tidur" jawab Zalin senyum
"Kamu tidak mau memberikan gift selamat malam gitu" ucap Ray senyum juga
"Gift selamat malam, apaan ya" sahut Zalin berpikir
"Itu giftnya, terima kasih nanti aku tunggu lagi gift selamat paginya dari kamu" ucap Ray memejamkan matanya sambil memeluk guling.
"Tidur sayang, jangan sampai aku khilaf malam ini" sahut Ray dengan mata terpejam
Zalin buru-buru untuk tidur dan berusaha memejamkan matanya juga sebelum Ray khilaf.
Ray hanya tersenyum melihat tingkah Zalin.
Pagi hari semua keluarga berkumpul di restoran hotel yang sudah di siapkan.
Zalin dan Ray memang datang terlambat karena tadi Zalin mencari hijab yang dia bawa ternyata tidak ada, alhasil dia memakai hijab yang kemarin.
"Kita telat" ucap Zalin melihat keluarga sudah berkumpul
"Biarkan saja, mereka juga pasti memaklumi" jawab Ray menggandeng tangan Zalin
"Prikitiwww, pengantin baru jam segini baru muncul, bikin iri aja" sahut Rayyan senyum
Pluk... Suara timpukan
Raymond menimpul Rayyan pakai sendok dan mengenai dahinya.
__ADS_1
"Sayang sakit" ucap Rayyan sengaja manja pada istrinya
"Makanya jangan di ledek terus" jawab Zulaiha mengelus dahi Rayyan
"Dicium biar cepat sembuh sakitnya" ucap Rayyan cemberut
Zulaiha mencium dahi suaminya di depan keluarga lain, Raymond yang melihat tingkah Rayyan sangat mengesalkan dan ingin sekali meninju kepalanya.
"Makasih ya sayang, kamu memang istri ter the best yang aku punya" ucap Rayyan memuji istrinya
"Istri miskin aja di banggain" sahut tante Rayyan adik dari mamih Shafira
"Biarin miskin harta, yang penting tidak miskin hati dan juga tidak jadi orang julid, iri bilang bos" jawab Rayyan memeluk Zulaiha dengan erat
"Untuk apa iri pada kalian tidak penting" sahut tante Rayyan
"Tidak penting? Pulang sono" jawab Rayyan santai
"Rayyan" panggil Shafira menenangkan anaknya
"Iya mamih sayang" jawab Rayyan senyum
"Sudah cukup ya nak, hargai kakek mu disini" ucap Shafira
"Oke, sip pakai telur bebek" jawab Rayyan yang selalu santai menghadapi julidnya keluarga
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
Perbedaan Dua Insan ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.