KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Ada Apa Dengan Yusuf


__ADS_3

Menjelang subuh


"Sayang bangun yuk, sudah mau subuh ini" ucap Yusuf dengan lembut pada Khanza


"Hemm, kok tumben ya aku ngantuk sekali kak" jawab Khanza dengan suara serak khas bangun tidur


"Mungkin karena kamu sedang lelah, makanya terasa ngantuk, semangat dong" ucap Yusuf mencium wajah istrinya


Khanza terbangun dan duduk bersandar menatap suaminya yang sudah rapih memakai baju koko dan sarung.


"Heii, melamun sih, masih subuh ini ndak baik" ucap Yusuf mencubit hidung Khanza


"Kaka sudah rapih aja, aku baru bangun tidur" sahut Khanza cemberut


"Jangan suka menggoda suami disubuh subuh begini, aku sudah siap ke masjid loh" ucap Yusuf membuat Khanza bingung


"Siapa yang menggoda kaka, aku aja hanya diam" bela Khanza


"Ini dengan cemberut itu tandanya menggoda kaka, kaka jadi enggan jauh sama kamu" ucap Yusuf menaik turun alisnya


"Otak kaka aja yang selalu kotor pikirannya, selalu ujung ujungnya ke sana pembahasannya" sahut Khanza kesal


"Hahaha, berbicara seperti itu sama istri bagus tau, dapat pahala, apalagi kalau istri yang ngajak duluan pahalanya besar loh" ledek Yusuf tersenyum


"Aku mau mandi aja ah, deket kaka otak ku yang polos jadi ikutan kotor" ucap Khanza menuju kamar mandi


"Hahaha" ketawa Yusuf sambil berguling guling melihat istrinya


Setelah melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran islam, Yusuf memainkan ponsel di dalam kamar, sedangkan Khanza memilih memasak bersama sang Nene di dapur.


"Hari ini kuliah?" tanya kake Niel duduk dikursi meja makan


"Iya kakek sayang, nanti pulang siang tapi aku mau ketemu bunda dulu, sudah lama belum ketemu sama bunda, kangen" jawab Khanza lembut dan tersenyum


"Fokus saja sama kuliah dan rumah tangga, insyaa Allah bunda mu selalu sehat dirumahnya" ucap kake mengingatkan kondisi Khanza yang selalu padat di tempat kuliah


"Kangen Kek, mau curhat sama bunda" sahut Khanza memeluk sang kakek dari sisi samping


"Curhat doang nene juga bisa jadi teman curhat" sambung Nene Laras menghidangkan makanan yang sudah jadi dengan sigap Khanza membantunya.


"Benar itu apa yang dikatakan nene mu, kake juga siap mendengar keluh kesah cucu kake, tapi alangkah baiknya kita berbagi suka dan duka sama suami, itu jauh lebih indah" ucap kake Niel mengelus kepala Khanza


"Kasihan kak Yusuf, dia lagi banyak pekerjaan dan beban" sahut Khanza sering melihat suaminya tidur hanya dua jam saja.


"Di tanya dari hati ke hati, istri juga harus peka sama apa yang sedang di alami suami, jangan hanya istri mau dimengerti, harus saling mengisi dan saling memberi perhatian" ucap kake Niel


"Kak Yusuf selalu menjawab tidak ada masalah apapun, selalu menutupi dari aku, terkadang aku berpikir, kenapa kak Yusuf tidak terbuka mungkin dia tidak percaya dengan Khanza" sahut Khanza terlihat sedih


"Dia hanya tidak ingin memberikan beban pada mu, nanti kalau dia bercerita tentang masalahnya, kamu jadi ikut kepikiran, dan membuat kamu tidak konsen untuk kuliah" ucap Nene Ras

__ADS_1


"Setidaknya dia cerita, aku kan jadi merasa di anggap sebagai istri bukan hanya sebagai pemuas doang" sahut Khanza kesal


"Astaghfirullah, tidak baik bicara begitu" tegur kake Niel menatap Khanza


"Maaf kek, Khanza tidak bermaksud apa apa" ucap Khanza sedih


Kake Niel dan Nene Ras memeluk Khanza dengan kasih sayang, memberikan rasa cinta yang tulus.


Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud menutupi apapun dari kamu, beban mu sudah banyak dengan segala hinaan yang diberikan dari mamih ku. Gumam Yusuf dalam hati


Ternyata saat Yusuf ingin masuk ke dapur dia melihat Khanza dan kakeknya sedang bercerita, awalnya dia ingin ikutan tetapi dia urungkan saat mendengar ungkapan Khanza.


Dengan perasaan tidak karuan Yusuf masuk kembali ke dalam kamar menyandarkan dirinya di tempat tidur.


Ceklek .... suara pintu terbuka


"Kak Yusuf kita sarapan" ucap Khanza


Yusuf melihat Khanza lalu menariknya ke dalam pelukan yang begitu erat.


"Kak Yusuf kenapa?" tanya Khanza bingung


"Hanya ingin memeluk kamu, memangnya kaka sudah tidak boleh meluk kamu" tanya balik Yusuf melepaskan pelukannya


"Bukan begitu, sikap kaka aneh aja" jawab Khanza membalas menatap suaminya


"Pertanyaan apa itu" ucap Khanza yang enggan untuk menjawab


"Lupakan saja pertanyaan kaka, kaka kan memang bukan orang baik baik, yuk kita sarapan" sahut Yusuf berdiri hendak keluar dari kamar


Karena Khanza tidak ingin memperpanjang sesuatu hal jadi dia mengikuti Yusuf dari belakang menuju ruang makan.


"Pagi kake, nene" ucap Yusuf dengan ramah


"Pagi nak" jawab kake dan nene


"Kegiatan Yusuf apa pagi ini?" tanya kake Niel tersenyum


"Yusuf hari ini mau ke kantor papih dulu, ada yang harus dikerjaan" jawab Yusuf santai


"Tapi kamu mengantarkan istrimu ke kampus terlebih dahulu kan?" tanya kake Niel lagi


"Kalau kak Yusuf sibuk aku bisa ke kampus sendiri kok" sahut Khanza datar


Yusuf hanya melirik ke arah Khanza dan merasa aneh dengan sikapnya hari ini.


"Aku anterin kamu ke kampus dulu, setelah itu aku ke kantor papih" jawab Yusuf


Kake Niel hanya menganggukan kepala.

__ADS_1


"Jika ada masalah sebisa mungkin selesaikan dengan kepala dingin, dan jangan menutupi apapun" ucap Nene Ras menimpali


"Iya Nek" sahut Yusuf


Selesai sarapan Khanza bersiap untuk ke kampus.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Yusuf


"Ndak apa apa" jawab Khanza


"Kaka punya salah? kalau memang kaka punya salah sengaja atau tidak, kaka minta maaf" ucap Yusuf melihat ke arah Khanza yang sedang merapihkan kerudungnya


"Ndak ada yang salah, aku juga cukup tau diri kok" sahut Khanza membuat Yusuf tak tahan dengan omongannya


Yusuf membalikkan tubuh Khanza agar menghadap ke arahnya, tatapan mata mereka saling bertemu satu sama lain.


"Jelaskan, apa kesalahan kaka?" tanya Yusuf dengan lembut


"Kamu bosan hidup dengan kaka, atau kamu sudah males lelah dengan kaka" ucap Yusuf lagi menatap istrinya dengan dalam


"Kaka bicara apa sih, sampe bicara begitu" sahut Khanza heran


"Sikap mu berbeda pagi ini dengan kaka, apa alasannya?" tanya Yusuf


"Kaka anggap aku istri kaka kan? lalu kenapa kaka selalu menutupi semua masalah yang ada pada aku" tanya balik Khanza


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2