KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Sidang Anak SMA


__ADS_3

Disaat ibu dan anak saling bercerita, Khanza mendengar semua yang dibicaran bunda dan adiknya, dia semakin bersemangat untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, dan siap mempelajari ilmu agama lebih dalam, Khanza yakin rencana Allah untuk keluarga kecilnya pasti sangat dahsyat kedepannya, jadi dia harus mempersiapkan itu semua, dia juga hari ini berniat kerumah mamih Yusuf dan meminta izin terlebih dahulu pada suaminya lewat chat.


Siang hari kantor Arnold kedatangan anak SMA masih berpakaian seragam sekolah para karyawan melihat ke arahnya.


"Nyari siapa dek?" tanya pak satpam


"Saya mau ketemu dengan papa saya" jawab anak tersebut


"Nama papanya siapa dan dibagian apa?" tanya satpam lagi


"Papa saya namanya Malik, dia manager disini" jawabnya


"Oh pak Malik, sebentar ya, duduk dulu disana" ucap satpam menunjuk ruang tunggu


"Terima kasih pak" ucapnya lagi


Sambil menunggu anak itu sibuk main hp, hingga papanya datang.


"Indra ada apa kemari?" tanya papanya


"Disuruh kesini pah" jawab Indra


"Disuruh? suruh siapa, mama yang nyuruh kamu ke sini?" tanya papanya lagi


"Bukan, Indra juga lupa namanya siapa yang nyuruh Indra kesini" jawabnya dengan santai dan bingung


Beberapa menit kemudian Yusuf datang dan melihat Indra dengan orangtuanya.


"Itu pah, yang nyuruh Indra datang kesini" sahut Indra menunjuk Yusuf, papanya menoleh mengikuti arah jari Indra


"Pak Yusuf" lirih Malik "Ada urusan apa kamu dengan orang itu" tanya papa nya khawatir


"Kamu sudah disini, ayo ikut sekalian pak Malik jugq ikut" ucap Yusuf tegas


Yusuf, Malik dan Indra masuk dalam satu lift yang sama, mereka akan keruangan Arnold.


"Bu Mira, bos besar ada?" tanya Yusuf pada asisten Arnold


"Ada didalam pak" jawab Mira dengan ramah


Yusuf mengajak semua nya masuk, menemui Arnold, orangtua Indra semakin bingung, ada masalah apa anaknya dengan bos besar


"Hai, sudah datang" ucap Arnold memeluk Yusuf


"Ayah, ini Indra anaknya pak Malik" timpal Yusuf


"Silahkan duduk dulu, pasti pak Malik bingung dengan situasi ini" ucap Arnold datar dan berwibawa

__ADS_1


Arnold menjelaskan semua, apa yang di lakukan Indra pada seorang perempuan, dia tidak menyebutkan Adi adalah anaknya, karena dia ingin memancing jawaban Indra, benar saja Indra terlihat emosi dan menyalahkan Adi, seolah olah Adi yang memiliki rencana ini semua.


Yusuf mendengar penjelasan Indra sangat murka, adik iparnya dituduh, Yusuf juga memberikan informasi tentang kemarin Indra mengeroyok orang dan orang tersebut tidak mengenal Indra dan hanya menoling perempuan yang dilecehkan Indra.


"Dia itu kemarin bohong kak, yang namanya Adi itu dia yang merencakan, kami hanya mengikuti" sahut Indra menggebu gebu saat bicara


"Kamu jalan memfitnah orang loh, kalau ternyata dia yang benar bagaimana, jelas jelas saya lihat kamu yang keroyok dia, karena dia membela perempuan dari gangguan kamu" ucap Yusuf kesal


Papanya Indra juga masih belum sadar dengan nama Adi, padahal dia tau anak bos besar yang laki bernama Adi.


"Tapi aku tidak salah pah" sahut Indra membela diri


"Jelaskan kenapa kamu tidak bersalah" ucap Arnold menatap dengan tajam membuat nyali Indra menurun


"Berapa hutang yang dimiliki oleh keluarga perempuan itu?" tanya Yusuf


"15 juta pak Yusuf" jawab pak Malik


"Hanya gitu bukannya buat anda mudah mencarinya, kenapa sampai mengejar dan memberi bunga pada keluarga itu, bukannya membantu tapi menambah beban, dan anda juga minta jaminannya anak gadis mereka" ucap Arnold tegas dan terlihat menahan emosi


"Karena sudah terlalu lama, perjanjian mereka mencicil hutang itu tapi tidak sampai saat ini belum di cicil sama sekali" jawab pak Malik menunduk


Tok... tok... suara ketukan


"Masuk" teriak Arnold kesal


"Surat perjanjiannya mana?" tanya Arnold menatap Mira


"Ini sudah lengkap dengan surat perjanjian, isinya sesuai yang bapak minta" jawab Mira bergidik melihat tatapan bos nya yang ganas


"Keluar sana" ucap Arnold


Arnold sudah menghubungi istrinya agar segera menemukan keluarga Aira dan membawanya ke kantor Zavier Intermedia, Arnold akan membantu melunasi hutang tersebut, dan tidak lupa juga Arnold mengundang pengacara pribadinya.


Pengacara pribadi Arnold sudah datang, mereka hanya menunggu kedatangan sang Nyonya Zavier.


"Maaf bu, kita mau dibawa kemana?" tanya Aira dengan lembut dan santun


"Kita selesaikan masalah kalian sekarang" jawab Aisyah tersenyum


"Apa kita punya salah dengan keluarga ibu?" tanya uminya Aira


"Tidak ada, nanti kalian juga akan paham setelah ketemu dengan seseorang" jawab Aisyah


"Adi, bunda harap kamu tenang seolah memang kita tamu, paham nak" ucap Aisyah pada anaknya


"Adi paham bun" jawab Adi mencium pipi bundanya, Aisyah hanya tersenyum

__ADS_1


Aira dan uminya yang melihat kemesraan ibu dan anak itu, hanya tersenyum.


Semua sudah berkumpul di ruangan Arnold, para karyawan bingung kenapa ada banyak anak SMA di ruangan bos besar.


Aira sedikit ketakutan saat melihat Indra dan papanya.


"Aira, jawab saya dengan jujur, sudah berapa kali Indra hampir melecehkan kamu" tanya Arnold


Aira hanya menunduk takut, Uminya sangat terkejut anak gadis yang di jaga dilecehkan hanya karena hutang.


"Jangan takut, kami disini akan membela kebenaran dan memberikan keadilan" tutur pengacara Arnold


"2 kali" ucap Aira pelan


"Astaghfirullah" ucap semuanya


"Pikiran kamu dimana, sampai berani melecehkan perempuan, coba kamu bayangkan jika adikmu atau mama mu diperlakukan oleh orang jahat, apa kamu akan diam saja" ucap Yusuf kesal


"Sudah, saya tidak mau basa basi lagi, saya kesal dan sangat marah sama pak Malik dan anaknya, saya bisa saja membawa kasus ini ke pihak kepolisian, tapi saya tidak mau ribet, kalau ini terjadi pada anak saya, mungkin saya bisa saja melaporkan, intinya saya akan membayarka hutang keluarga Aira kepada pak Malik sesuai nominal dan no bunga apapun, ini surat perjanjiannya silahkan baca lalu di tanda tangani" tutur Arnold


Pak Malik membaca semua ini surat perjanjian yang diberikan bosnya.


"Saya setuju pak" ucap pak Malik yakin


"Oke, pengacara saya sebagai saksi dan dia akan ikut menandatangani, apabila perjanjian ini dilanggar, maka bersiap lah pak Malik" sahut Arnold


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2