KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Dewi !!!


__ADS_3

Pagi hari Khanza mempersiapkan kebutuhan Yusuf, dari semalem Khanza sudah bicara pada Yusuf untuk bersikap dewasa dan profesional dalam bekerja.


Dengan perasaan kesal Yusuf menuruti kemauan Khanza, dia juga tidak mau Khanza ngambek padanya cuma gara-gara pekerjaan Yusuf


Sebenarnya bukan tanpa alasan Khanza meminta Yusuf untuk profesional, ternyata papihnya sudah lebih dulu komunikasi dengan Khanza agar membujuk Yusuf bekerja secara profesional, tidak main-main seperti sekarang.


Yusuf tau papihnya menghubungi Khanza, pas Yusuf membuka ponsel Khanza ada chat dan panggilan masuk dari papihnya.


"Kamu mau jujur sama kaka atau tidak?" tanya Yusuf menoel hidung Khanza


"Jujur apa?" tanya balik Khanza


"Apa kamu di tekan seseorang, memaksa kaka untuk tetap ke proyek" tanya Yusuf


"Tidak ada yang menekan aku, kaka sayang" jawab Khanza mencium pipi Yusuf


"Kalau kamu bohong, kaka akan marah padamu" ucap Yusuf tegas membuat Khanza terdiam tidak merespon


"Dan kamu harus tau, sekarang kaka bisa saja menghabisi orang-orang terdekat kaka termasuk orangtua kaka sendiri, apabila mereka jahat padamu atau menekanmu, dan apabila kamu tidak jujur kamu akan melihat apa yang akan kaka lakukan pada orangtuamu juga" tutur Yusuf mengancam Khanza, hanya dengan ini Khanza akan jujur


Rasa takut mulai timbul di diri Khanza mendengar ancaman Yusuf, yang Khanza takuti apabila Yusuf benaran nekat melakukan hal buruk pada bunda, ayah dan adiknya.


"Mau jujur atau tidak?" tanya Yusuf lagi, kali ini tatapan Yusuf menyeramkan bagi Khanza


"Iya, papih meminta aku membujuk kamu, agar hari ini datang ke proyek" jawab Khanza ragu


"Apa ada ancaman dari papih?" tanya Yusuf menatap istrinya dengan rasa iba, selalu dimanfaatkan oleh orang-orang terdekat Yusuf


"Tidak ada, hanya meminta membujuk saja" jawab Khanza jujur


"Baiklah, hari ini aku memaafkan mu, tapi tidak untuk lain kali" ucap Yusuf tegas "Dan aku minta juga sama kamu hari ini tidak perlu ke kampus" ucap Yusuf lalu meninggalkan Khanza


Yusuf pamit pada Arnold dan Aisyah.


"Tumben pagi, Khanza berangkat sama siapa nanti?" tanya Arnold pada Yusuf


"Khanza katanya mau istirahat hari ini, tadi dia izin sama aku, makanya aku mau ke kampusnya terlebih dahulu baru ke kantor" jawab Yusuf berbohong


"Pantas saja dia masih santai jam segini" ucap Arnold


"Apa bunda boleh mengajaknya?" tanya Aisyah pada Yusuf

__ADS_1


"Bunda mau kemana? bukankah bunda juga harus banyak istirahat, Yusuf tidak mau bunda dan Khanza kecapean" jawab Yusuf khawatir


"Hanya mau ke mall saja, mencari hiburan biar tidak bosan dirumah" ucap Aisyah tersenyum


"Aku izinkan, tapi bunda dan Khanza harus tetap jaga kesehatan" jawab Yusuf perhatian


"Siap, terima kasih atas perhatianmu" ucap Aisyah senang menantunya perhatian


Yusuf berangkat ke kantor lebih awal, dia ingin menegur papihnya yang sudah berani menekan Khanza yang sedang hamil.


Kenapa papih jadi bersikap seperti ini pada Khanza, bukannya papih sayang pada Khanza, atau jangan-jangan papih sudah terpengaruh oleh mamih, lihat saja sampe kalian mengusik Khanza aku tidak segan-segan melaporkan ini semua pada kakek Almahendra langsung. batin Yusuf


Sampai di kantor, banyak karyawan yang aneh melihat Yusuf pagi-pagi sudah ada di kantor, dan banyak yang bertanya kenapa anak bosnya bisa sepagi ini datang.


Brakkk .... suara gebrakan


"Yusuf, apa-apaan kamu ini" ucap papih terkejut


"Apa maksud papih menekan Khanza?" tanya Yusuf emosi


"Menekan? papih tidak paham" jawab papih


"Oh iya tidak paham, aku baca semua chat dari papih, bahkan ada panggilan masuk juga dari papih, papih meminta Khanza supaya membujuk aku datang ke proyek itu kan" ucap Yusuf kesal


"Seharusnya papih tidak melibatkan Khanza, aku paling tidak suka dengan cara-cara kalian yang selalu melibatkan istriku" ucap Yusuf


"Papih tidak akan melibatkan istrimu jika tidak terdesak Yusuf, saat ini yang kamu dengarkan hanya ucapan Khanza, apa papih salah meminta bantuan padanya" jawab papih


"Siapapun dari keluarga ku tidak boleh ada yang melibatkan Khanza, kali ini aku mengikuti keinginan istriku untuk meninjau proyek, hanya sekali ini, selebihnya jika papih masih mengusik istriku, aku tidak segan-segan melaporkan ini semua langsung kepada kakek Almahendra, bahwa cucunya selama ini di tindas dan dimanfaatkan oleh keluarga ku" tutur Yusuf tegas


"Berapa kali papih bilang, papih tidak memanfaatkan istrimu, jangan coba-coba kamu mengancam papih" ucap papih tegas


"Terserah papih mau bilang apa, yang pasti menurut ku, papih memanfaatkan Khanza saat ini" jawab Yusuf


"Yusuf, kita butuh bekerjasama dengan perusahaan tersebut, karena perusahaan kita sedang menurun" ucap papih


"Apa tidak ada klien lain selain wanita itu" jawab Yusuf menatap papihnya dengan tajam


"Papih bekerjasama dengan orangtuanya, karena orangtuanya sibuk makanya mengutus anaknya yang maju" ucap papih


"Kalau begitu papih saja yang maju, bukan aku" jawab Yusuf

__ADS_1


"Tolong papih sekali ini saja, Yusuf" ucap papih memelas


"Sudah aku bilang, kali ini akan aku turuti ke inginan istriku, bukan ke inginan papih, selebihnya papihlah yang maju bersama wanita itu" jawab Yusuf meninggalkan papihnya


"Ahhh, kenapa jadi rumit begini, menghadapi Yusuf" teriak papihnya kesal


Yusuf bergegas pergi ke proyek yang sudah di tentukan, ada rasa kesal dalam dirinya.


Awas saja sampai wanita gila itu membuat ulah, beneran aku habisi perusahaannya dengan bantuan kakek Almahendra. batin Yusuf


Yusuf sudah tau semua tentang kekuasaan yang dimiliki kakeknya Khanza, dia akan selalu mengancam keluarganya yang sering menyakiti atau memanfaatkan Khanza.


Setiba di proyek Yusuf melihat sekitar terlebih dahulu memahami satu persatu yang ada di tempat tersebut.


"Semakin tampan laki-laki itu, padahal hanya karyawan, jadi penasaran dengan dia" ucap Dewi tersenyum melihat Yusuf dari kejauhan


Dewi menghampiri Yusuf dengan berlenggak-lenggok, hingga di hadapan Yusuf


"Halo Yusuf, akhirnya kamu datang tepat waktu, kalau tidak mungkin saya sudah menarik semua saham yang ada di perusahaan tersebut" ucap Dewi melepaskan kacamata hitamnya


Yusuf pun menoleh ke sumber suara dan ikut melepaskan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya sejak pagi serta menatap Dewi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2