KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Yusuf Berubah


__ADS_3

Khanza terus mencoba menghubungi suaminya, dia juga khawatir jika suaminya salah tempat dan membuatnya masuk ke lubang yang salah.


"Kamu di mana sih, kak. kenapa tidak menerima panggilan ku" lirih Khanza gelisah di dalam kamar


Kediaman Aryo


"Bro ponsel lu berdering terus tuh, angkatlah berisik tau" ucap Raka


"Biarin aja, aku silent supaya tidak ganggu" sahut Yusuf


"Lagi ada masalah ya, Bro?" tanya Raka melihat raut wajah Yusuf


"Tidak ada, lagi lelah aja dengan pekerjaan dan kehidupan didunia yang begini terus" jawab Yusuf


"Kalau ada masalah sama istri balik sono, apalagi istrimu lagi hamil, wanita hamil itu sensitif, banyak maunya dan harus selalu di mengerti, jika kita sebagai suami tidak bisa mengerti kondisi istri takutnya ada apa-apa sama anak yang di kandung atau sama kesehatan istri juga terganggu" tutur Raka menasehati


Yusuf hanya terdiam, mencerna semua ucapan Raka padanya.


"Bener Bro, walaupun aku belum menikah, tapi aku pernah lihat adikku waktu hamil rewel banget untung saja adikku mendapatkan suami yang sabar dan pengertian, tidak pernah marah-marah sama adikku, bahkan suaminya selalu menuruti permintaan adikku" tutur Aryo


"Pulang lah Bro, pasti istrimu khawatir sama kamu, kita bisa kumpul lagi lain waktu, yang terpenting saat ini untuk dirimu adalah ya istrimu" timpal Bimo


"Aku pamit duluan ya" ucap Yusuf berlari keluar dari rumah Aryo, untuk pulang menemui istrinya


Teman-teman Yusuf hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Yusuf yang seperti anak abg, abg yang selalu labil dan ingin di manja dan di perhatikan.


"Yusuf tidak pernah berubah sikapnya, pantas saja selama ini banyak wanita yang tidak kuat menghadapi dia, karena sikap dan sifatnya yang kurang bagus, walaupun dalam hal-hal tertentu dia lebih unggul" ucap Aryo


"Doakan saja semoga rumah tangga dia abadi sampai maut yang memisahkan, dan untuk istrinya selalu diberikan kesabaran menghadapi bocah itu" sahut Raka


Selama diperjalanan Yusuf mengingat semua ucapan temannya, dan Yusuf juga berencana akan keluar dari perusahaan papihnya, dan mencari pekerjaan lain, supaya dia bisa lebih bertanggung jawab dengan kewajibannya.


"Assalamualaikum" ucap Yusuf pelan saat masuk ke dalam rumah


"Wa'alaikumsalam" jawab semuanya


"Kamu dari mana saja, kita dari tadi menghubungi kami loh" ucap Aisyah khawatir


"Maaf bunda, tadi Yusuf ada hal penting" jawab Yusuf berbohong


"Sepenting apa, sehingga telepon kami tidak di angkat, hingga istrimu cemas" ucap Arnold tegas


"Sekali lagi Yusuf minta maaf ayah" jawab Yusuf dengan suara pelan

__ADS_1


"Lain kali jangan diulangi ya, sekarang masuk lah ke kamar dan istirahat" ucap Aisyah mengelus bahu Yusuf


"Tunggu Yusuf, jawab yang jujur, kamu dari mana hari ini" tanya Arnold


"Yusuf tadi ada kegiatan lain ayah" jawab Yusuf gemetaran melihat tatapan Arnold


"Yusuf masuk ke kamar" ucap Aisyah menengahi dan menenangkan suaminya


Yusuf masuk ke dalam kamar dan melihat Khanza masih sibuk dengan ponselnya menghubungi Yusuf


"Aku sudah disini, tidak perlu menghubungi ku lagi" ucap Yusuf, Khanza pun menoleh ke sumber suara


Khanza langsung memeluk Yusuf dengan erat, begitu juga Yusuf membalas pelukan istrinya.


"Kenapa kaka tidak menerima panggilan ku?" tanya Khanza masih memeluk suaminya


"Tadi aku lagi nyetir mobil" jawab Yusuf singkat dan bingung harus menjawab apa


"Apa dari siang nyetir mobil?" tanya Khanza lagi


"Sudahlah, kaka malas membahas itu, kaka mau mandi dulu" jawab Yusuf melepaskan pelukannya


"Kaka marah sama aku?" tanya Khanza pelan


"Tidak, kaka hanya lelah dan ingin segera istirahat saja" jawab Yusuf


"Sudah, nanti lagi ya diskusinya, tubuhku lengket sekali dan gatal" jawab Yusuf


Apa kak Yusuf sebenarnya marah sama aku. batin Khanza


Hampir 20 menit Yusuf membersihkan diri, dia sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap langit-langit tanpa melihat Khanza.


Perkataan temannya semua terngiang-ngiang di otak Yusuf, membuat pikiran Yusuf tidak karuan lagi.


***Lebih baik besok aku mulai mencari pekerjaan lain saja, siapa tau ada kesempatan, mungkin dengan aku bekerja diperusahaan lain akan membuat diriku berubah, lebih bertanggung jawab atas kewajiban yang aku punya, dan bukankah ini kemauan mereka semua aku berubah untuk menjadi orang yang bertanggung jawab. batin Yusuf


Mengapa kak Yusuf hanya menatap langit-langit, apa yang dia pikirkan, begitu beratkah yang dia pikirkan, sehingga aku seperti diabaikan olehnya, bisa jadi juga kak Yusuf masih marah pada ku, lebih baik aku tidak ikuti saja deh, apa yang ingin di lakukan saat ini, takut salah ucap juga aku. batin Khanza mulai memejamkan matanya***


Pagi hari Yusuf sudah rapih dengan kemeja putih serta celana hitam dan dia membawa beberapa berkas dan juga surat pengunduran di perusahaan papihnya.


"Kak" panggil Khanza pelan melihat Yusuf memasukan beberapa berkas ke dalam tasnya


"Iya" jawab Yusuf tanpa menoleh

__ADS_1


"Hari ini aku boleh masuk kuliah?" tanya Khanza


"Silahkan saja, yang terpenting jaga kesehatan dan selalu berhati-hati" jawab Yusuf melirik istrinya sekilas


"Oh iya, hari ini kamu berangkat minta tolong di antar oleh pak Yono saja ya, aku harus pagi-pagi ke kantor" ucap Yusuf lagi


"Iya tidak apa-apa, kaka fokus aja bekerja" jawab Khanza, Yusuf hanya menganggukan kepala


Dimeja makan begitu hening, Arnold juga tidak mau bertanya masalah rumah tangga anaknya, karena Aisyah sudah sering kali memperingatinya.


"Aku berangkat duluan ya" ucap Yusuf bangun dari duduknya dan menyalami orangtuanya


"Tumben sekali bang pagi-pagi, biasanya nungguin ratu kesiangan terus" sahut Adi melirik Khanza


"Iya, harus pagi-pagi ada urusan yang tidak bisa dirubah jadwalnya" jawab Yusuf senyum


Setelah Yusuf pergi dari rumah Khanza hanya diam saja, dia juga berpikir bahwa suaminya berubah dan jauh lebih dingin sikapnya.


"Kaka kenapa?" tanya Arnold pada anaknya, membuat Adi dan Aisyah pun menoleh


"Tidak ada apa-apa ayah" jawab Khanza tersenyum


"Anak ayah pandai sekali menutupi masalah yang ada, apa perlu ayah mengikutinya?" tanya Arnold tersenyum


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2