KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Teguran Adi Untuk Andre


__ADS_3

"Terserah mamih mau bicara apa, yang jelas niat kita datang ke sini dengan tulus" sahut Yusuf menaikan nada bicaranya


"Ndak boleh marah marah sama mami" bisik Khanza mengingatkan suaminya


"Kita pulang dulu" ucap Yusuf menarik pelan tangan Khanza


"Tunggu kalian" panggil mamih


Yusuf dan Khanza menghentikan langkah kakinya dan kembali menoleh ke arah mamih.


"Kita makan siang bersama" ucap mami, membuat Yusuf dan Khanza saling pandang kembali


"Mari Den, Non" timpal bibi melihat pasangan suami istri itu hanya diam


"Bagaimana ini?" tanya Yusuf dengan pelan


"Gimana apanya, namanya diajak makan bersama ikut aja dulu, memang niat kita kan ingin bertemu mamih" jawab Khanza berbisik


"Kalian sedang berbisik apa?" tanya mamih datar


"Tidak ada urusannya dengan mamih" jawab Yusuf ketus


Mereka makan bersama dalam satu meja makan, tidak ada yang berkomunikasi, hanya suara sendok dan garpu beradu dengan piring. selesai makan siang mamih mengajak mereka keruang keluarga sejenak, Yusuf dan Khanza pun mengikuti keinginan mamihnya.


"Bagaimana kuliah kamu, Khanza?" tanya mamih memecahkan keheningan yang tercipta sejak tadi


"Alhamdulillah, sampai saat ini lancar mih" jawab Khanza dengan suara lembutnya


"Kerjaan kamu Yusuf?" tanya mami


"Baik" jawab Yusuf singkat padat jelas


"Apa rencana kalian kedepannya?" tanya mamih kali ini menatap anak dan mantunya


"Yang kami rencakan banyak, terus mamih mau apa?" tanya Yusuf heran dengan sikap maminya


"Orangtua itu bertanya dengan baik baik, apa harus di jawab dengan nada seperti itu" sindir mamih pada anaknya


"Bicara sama mami baik baik, terkadang ujungnya tidak enak, mending langsung kepahitnya aja" sahut Yusuf mulai kesal


"Apa sih bicara begitu" tegur Khanza menatap tajam suaminya


"Mamih itu jangan di baikan, nanti setelah ini juga akan menyakiti hati kamu" ucap Yusuf kesal menatap Khanza


"Tapi caranya salah, seburuk apapun orangtua, dia tetaplah orangtua mu kak" jawab Khanza


"Aku tau apa yang harus aku lakukan untuk melindungi kamu" ucap Yusuf


"Itu boleh saja, kaka melindungi ku dan memang sudah tugas kaka, tapi caranya salah, aku yakin jika bunda mendengar seperti ini juga akan menegur kaka" jawab Khanza


"Kaka harus apa?" tanya Yusuf menatap wajah cantik istrinya yang teduh dan penuh kedamaian


Hemmm ..... suara deheman mami


"Sudah diskusinya?" tanya mamih tersenyum

__ADS_1


Yusuf mengeryitkan dahinya, kenapa mamihnya tersenyum.


"Terima kasih atas makan siangnya, kami pulang duluan" ucap Yusuf mulai tidak nyaman dan mengajak istrinya


"Terima kasih juga Khanza, sudah menyediakan waktu dan tenaga untuk memasak makan siang kali ini, rasanya enak mamih suka" jawab mamih tersenyum hangat berbeda dari biasanya


Khanza dan Yusuf semakin dibuat bingung dengan tingkah mamihnya hari ini.


"Permisi, Assalamu'alaikum" ucap Yusuf menarik pelan lengan istrinya


"Wa'alaikumsalam, jangan lupa untuk sering sering mampir dan memasak lagi ya" jawab mamih tersenyum melihat tingkah Yusuf


Di dalam mobil


"Kepentok apa kepala orangtua itu, sampai memuji masakan kamu dan menyuruh sering sering berkunjung" gerutu Yusuf melajukan mobilnya


"Mamih marah salah, mamih baik salah, kaka tuh gimana sih" ucap Khanza bingung


"Baik pasti ada maunya deh nanti" jawab Yusuf paham dengan watak ibu kandungnya itu


"Jangan berburuk sangka, tidak baik, ingat kata bunda benar nanti bisa jadi ghibah, salah bisa jadi fitnah" ucap Khanza


"Iya... iya, sekarang kita pulang saja, habis itu kaka balik lagi ke kantor, tadi papih wa minta tolong" jawab Yusuf dengan lembut


"Buru buru tidak papih? kalau mendesak aku naik taxi aja" ucap Khanza tidak enak dengan papihnya


"Yang ada aku bisa digantung sama papih, meninggalkan menantu kesayangan dia dipinggir jalan" jawab Yusuf tertawa


"Eh, emang papih sekejam itu apa" sahut Khanza merebahkan kepalanya di sandaran kursi mobil


"Karena kaka tuh nakal, makanya papih sayang sama kaka sedikit" jawab Khanza dengan mata terpejam


"Bobolah sayang, jika sudah sampai aku akan bangunkan" ucap Yusuf mengelus kepala istrinya yang terpejam


"Awas saja jika tidak dibangunkan" gerutu Khanza


"Lucu sekali, istri kaka satu ini, semakin tambah gemas" ucap Yusuf mencium kening Khanza


Kantor Zavier Intermedia


"Apa masih lama, aku lapar nih" ucap Adi kesal menunggu ayahnya rapat


"Beli makan sana, kita makan siang disini saja sambil menunggu ayah selesai rapatnya" jawab Aisyah tersenyum melihat anaknya kelaparan dan guling guling di atas karpet


Ceklek .... suara pintu


"Halo semua" ucap Andre, Adi mengeryitkan dahinya menatap Andre


"Kenapa menatap uncle mu seperti itu sih nak" tanya Aisyah ketawa pelan


"Uncle pindah keyakinan ya?" tanya Adi menyelidiki


"Astaghfirullah" ucap Andre dan Aisyah terkejut


"Adi, bicaranya tidak di jaga" tegur Aisyah

__ADS_1


"Tau nih bocil, kamu lagi sakit ya bicara begitu" ucap Andre mendekatkan wajahnya ke wajah Adi


"Kalau memang tidak pindah keyakinan, kenapa masuk ruangan tidak mengucapkan salam" sahut Adi menatap uncle


"Astaghfirullah, uncle khilaf maaf lah" jawab Andre baru sadar kesalahannya


"Menegurnya masa begitu, kan bisa pakai bahasa lain sayang" ucap Aisyah menimpali


"Kebiasaan" jawab Adi menatap layar hpnya kembali


"Anaknya, kak Aisyah nyebelin satu ini" ucap Andre kesal


"Maafin Adi ya uncle, kalau ada salah salah kata" tutur Aisyah sambil meningatkan anaknya


"Selalu di maafkan, nih uncle bawa makanan takut cacing diperut Adi ngamuk dan ngerusuh" ucap Andre tersenyum menaik turunkan alisnya menatap Adi


"Terima kasih makanannya, maafin Adi ya uncle" jawab Adi dengan tulus


"Iya, uncle juga minta maaf karena melakukan kesalahan" ucap Andre mencium kepala Adi


"Kalian sudah pada makan?" tanya Aisyah kepada Andre


"Belum beres, ini juga melipir ke sini sebentar, kaka dan Adi makan saja duluan, aku harus kembali ke ruang meeting" jawab Andre mengelus kepala Adi dengan kasih sayang


Adi menikmati makanannya, sedangkan Aisyah dia akan makan tapi bareng dengan suaminya, itulah Aisyah selalu menunggu Arnold apabila dia tau suaminya belum makan.


"Bunda tidak makan?" tanya Adi melihat bundanya sibuk otak atik laptop ayahnya


"Adi duluan saja, bunda belum terlalu lapar sekalian tunggu ayah" jawab Aisyah


"Oh, oke bun" sahut Adi melanjutkan makan siangnya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2