
Setelah mengantar Khanza ke kampus Yusuf segera ke kantor papihnya, sebenarnya dia sudah telat, tapi mau bagaimana lagi, saat ini prioritas Yusuf hanya Khanza dan calon anaknya tidak memikirkan yang lain.
"Baru datang kamu?" tanya salah satu HRD baru tidak mengenal Yusuf sebagai anak pemilik perusahaan
"Iya pak, ada apa?" jawab Yusuf berbalik tanya
"Saya perhatikan hampir setiap hari kamu masuk ke kantor terlambat" ucap HRD tegas
"Karena saya menemani istri terlebih dahulu" jawab Yusuf santai
"Kamu itu tidak bisa seenaknya masuk dan keluar kantor sembarangan, kemarin saya lihat kamu tidak balik lagi ke kantor setelah makan siang" ucap HRD
"Benar sekali, istri saya lebih penting" jawab Yusuf masih mau mendengarkan ocehan HRD baru tersebut
"Saya akan berikan surat peringatan, supaya kamu tidak seenaknya fi kantor ini" ucap HRD emosi
"Silahkan, saya tidak pernah takut surat peringatan apapun" jawab Yusuf melipat kedua tangannya di dada menatap HRD
"Benar-benar tidak berdedikasi pada perusahaan, kamu itu harus sadar diri, kalau di perusahan lain sudah pasti kamu akan langsung diberhentikan" ucap hrd marah
"Saya sangat berterimakasih pada perusahaan ini karena tidak memberhentikan saya dari sini, jadi saya harus berterimakasih pada siapa? pak direktur atau pak komisaris?" jawab Yusuf tersenyum sinis
"Maaf ini ada apa?" tanya pak satpam
"Bukan urusan kamu, tugas mu hanya di luar" jawab HRD
"Maaf pak, demi kenyamanan kantor ini salah satu tugas saya agar tidak ada keributan dikantor ini" sahut satpam tegas
"Pak satpam, saya disini tidak mencari ribut, tadi saya hanya mendapatkan teguran dari bapak HRD yang terhormat karena saya datang telat, dan beliau juga berkata akan memberikan saya surat peringatan" tutur Yusuf mengedipkan matanya pada satpam
Satpam kaget melihat kedipan mata yang Yusuf berikan, dia juga paham agar tidak memberitahukan siapa Yusuf sebenarnya.
"Tapi apakah bisa untuk tidak membuat gaduh disini pak" ucap satpam tidak enak hati menegur anak pemilik perusahaan
"Lebih baik kalian bubar kerjakan tugas-tugas kalian dengan benar, karyawan tidak punya etika" ucap hrd meninggalkan Yusuf dan pak satpam
"Pak Yusuf, maaf saya jadi menegur bapak" sahut satpam menunduk
"Tidak masalah, siapapun yang membuat gaduh atau keributan di kantor ini, mau dia pemilik perusahaan pun kamu wajib melerainya untuk kenyamanan yang lain juga" jawab Yusuf menepuk bahu satpam dan masuk ke lift
"Untung pak Yusuf baik orangnya, kalau seperti bos-bos yang lain sudah di maki-maki aku sama hrd baru belagu itu" gerutu satpam
Yusuf mulai fokus pada pekerjaannya supaya nanti siang dia bisa menjemput Khanza.
__ADS_1
"Pak Yusuf dipanggil ke ruangan tuan besar" ucap salah satu karyawan
"Oke, tunggu sebentar ya" jawab Yusuf membereskan mejanya yang penuh kertas
Yusuf berjalan menuju ruangan papihnya, tuan besar adalah papihnya Yusuf, semua karyawan memanggilnya dengan sebutan tersebut
Tok... tok...
"Maaf, Tuan memanggil saya" ucap Yusuf
"Silakhan masuk, Yusuf" jawab papih
Ganteng juga nih cowo, keren, walaupun hanya karyawan tidak malu-maluin untuk di ajak kencan. batin perempuan
"Yusuf, perkenalkan ini salah satu klien baru kita, namanya ibu Dewi" ucap papih Yusuf
"Saya Dewi Permata, anak dari perusahaan sebelah" timpal Dewi mengulurkan tangannya
"Salam hormat bu, senang berkenalan dengan anda" jawab Yusuf menangkupkan kedua tangannya, dia tidak mau menerima uluran tangan perempuan itu.
Dengan rasa malu Dewi menarik kembali tangannya.
Semakin menarik laki-laki ini. batin Dewi
Yusuf melototi papihnya, dalam pikirannya kenapa harus dia, bukan karyawan lain yang mewakili.
"Apa tidak bisa dengan yang lain tuan" jawab Yusuf keberatan dengan permintaan papihnya
"Untuk saat ini hanya kamu yang bisa mengatasi kendala dan masalah yang ada di proyek" ucap papih
"Dengan senang hati saya akan ikut meninjau langsung proyek-proyek kerjasama kita" timpal Dewi tersenyum manis pada Yusuf
Yusuf tidak bisa berbuat apa-apa, ini juga demi perusahaan papihnya.
"Bagaimana kalau besok kita jalan bersama ke lokasi" usul Dewi semangat
"Maaf, mungkin saya akan langsung jalan dari rumah menuju lokasi, jadi kita masing-masing saja bertemu di sana" jawab Yusuf datar
Kalau aku pergi meninjau proyek, Khanza bagaimana, lalu siapa yang jemput dan makan siang sama siapa, aku akan membujuk papih, agar aku tidak terlibat dengan wanita aneh ini. batin Yusuf mulai berpikir tentang istrinya
"Apa saya minta kontak pak Yusuf, agar lebih mudah berkomunikasi apabila ada sesuatu hal yang saya butuhkan dalam pekerjaan ini" ucap Dewi tersenyum
"Maaf sekali lagi, saya hanya karyawan biasa, seharusnya ibu berkomunikasi langsung dengan bagiannya atau dengan sekretaris tuan, jadi saya kira kita tidak perlu bertukar nomor ponsel, lagian besok masih bertemu di proyek" tutur Yusuf sudah malas menghadapi perempuan aneh ini.
__ADS_1
"Ternyata karyawan disini begini ya tuan Mahadika, enggan memberikan nomor ponsel, apa bisa dipercaya karyawannya?" tanya Dewi pura-pura komplain
"Semua karyawan punya hak untuk tidak memberikan kontak mereka, dan saya tidak bisa memaksa itu semua, jadi jika ibu Dewi membutuhkan sesuatu bisa langsung menghubungi kantor dan sekertaris saya" tutur papih Yusuf
"Baiklah, setidaknya ini minus buat saya, padahal kalian tau siapa saya" ucap Dewi dengan sombong
"Saya selaku pemilik perusahaan ini, minta maaf atas ketidaknyamanan bu Dewi pada staf-staf saya, tapi itu sudah tertulis dalam kontrak kerja dan lain-lain" jawab papih Yusuf
"Besok jam berapa pak Yusuf tiba di lokasi?" tanya Dewi
"Mungkin sekitar jam sepuluh saya baru bisa tiba disana" jawab Yusuf
"Kenapa siang sekali, tadi pak Yusuf bilang akan langsung dari rumah menuju proyek, jam kantor bukannya pagi ya" ucap Dewi bingung
"Benar, tapi saya sudah izin besok telat ke kantor, jadi saya kemungkinan baru bisa datang jam segitu" jawab Yusuf
"Saya tunggu pak Yusuf jam delapan pagi, jika telat maka kontrak kerjasama kita batal" ucap Dewi pergi begitu saja, dia sengaja agar bisa berlama-lama dengan Yusuf
Kita lihat saja, kamu tidak akan bisa menolak keinginan saya, atau perusahaan kamu taruhannya. batin Dewi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1