KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Rumah Sakit


__ADS_3

"Zalin kenapa diam aja? apa memikir kan sesuatu" tanya Arnold pelan


"Ngga mikir apa-apa kok ayah" jawab Zalin ramah


Yusuf dan Khanza keluar dari kamarnya.


"Holla kaka-kaka ku sayang" ucap Adi tersenyum manis pada Yusuf dan Khanza


"Pagi juga adik yang nyebelin" sahut Khanza malas


"Sungguh teganya...teganya...teganya" ucap Adi cemberut


"Adi selesaikan makannya dan segera berangkat dengan Ayah" sahut Aisyah


"What!! sama ayah? Adi kan bawa motor sendiri" jawab Adi heran


"Hari ini bunda tidak mengizinkan Adi bawa motor. titik" ucap Aisyah no penolakan, Adi hanya bisa diam cemberut


"Kalian berdua apa jadwal hari ini?" tanya Arnold


"Yusuf mau ajak Khanza jalan-jalan hari ini, besok Khanza juga sudah mulai masuk kembali untuk kuliah" jawab Yusuf sedikit berbohong


"Alhamdulillah" ucap Arnold dan Aisyah


Setelah makan Khanza dan Yusuf pergi kerumah sakit, untuk melakukan check up sesuai dengan keinginan Khanza.


"Kak Yusuf dari tadi diam aja, ada apa?" tanya Khanza pelan


"Kaka hanya ndak mau kamu cek kerumah sakit" jawab Yusuf pelan


"Ini juga kan untuk kesehatan kita" ucap Khanza


"Bukan untuk kesehatan kita, tapi ini tuntutan mamih yang ingin kamu kabulkan" jawab Yusuf dingin


"Setidaknya jika kita tau hasilnya, lebih membuat kita tenang, dan mencari solusi bersama" ucap Khanza pelan menatap suaminya


"Terserah" sahut Yusuf malas berdebat dengan Khanza


"Kaka jangan bersikap dingin begini sama aku" ucap Khanza


Tapi Yusuf hanya diam tidak mau memperdulikan ucapan Khanza, Yusuf terus saja menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tidak ingin cepat sampai di rumah sakit.


"Kalo kak Yusuf memang ndak Ridho lebih baik pulang saja lagi, aku akan tetap kembali ke kampus besok" ucap Khanza pelan


Yusuf hanya membuang nafas dengan kasar. dia kepikiran chat yang mamihnya kirim ke Khanza, untung saja Yusuf segera menghapus


Disalah satu konter, Yusuf berhenti sejenak membeli kontak sementara untuk Khanza gunakan.


"Ganti kontak kamu dengan nomor ini" ucap Yusuf menyodorkan kartu berukuran kecil


"Harus ganti kartu?" tanya Khanza pelan dan aneh


"Ya" jawab Yusuf singkat

__ADS_1


Khanza tidak mau banyak bertanya lagi, terlihat sekali Yusuf sedang badmood saat ini. Khanza melepaskan kontak lamanya dan diberikan pada Yusuf.


Saat itu juga Yusuf mematahkan kartu kecil itu dan membuangnya dengan sembarangan.


Ada apa dengan kak Yusuf, sampe aku harus mengganti kontak dengan yang baru. Batin Khanza


Sesampai di parkiran Rumah Sakit Yusuf menyuruh Khanza masuk sendiri tanpanya.


"Kan kesepakatan kita, untuk cek bersama" ucap Khanza pelan


"Kamu sendiri aja" jawab Yusuf


"Kaka tuh kenapa sih? kadang lembut kadang juga bisa menjadi harimau yang sedang kelaparan" tanya Khanza pelan


"Yang mau cek kamu kan? ya sudah kamu aja yang masuk, aku tunggu sini" jawab Yusuf memainkan ponselnya.


Astaghfirullah, sabar Khanza. menikah dengannya adalah keputusanmu saat itu, maka dari itu kamu ndak boleh mengeluh dengan sikap suami mu ini. Gumam Khanza dalam hati


"Ya sudah aku sendiri, kaka pulang saja, ndak penting juga kan nungguin aku" ucap Khanza keluar dari mobil berjalan masuk ke gedung rumah sakit


Maafin Aku Khanza. Jika lagi dan lagi aku menyakiti mu. Batin Yusuf


Yusuf berlari masuk ke dalam rumah sakit untuk mengejar Khanza.


Brukk ....


"Aws" lirih Khanza yang tersungkur


"Maaf, saya ngga sengaja" ucap seseorang mencoba menolong Khanza


"Apa ada yang sakit atau apa gitu, kita periksa saja bagaimana?" tanya orang itu khawatir


"Saya ba..ik" jawab Khanza pelan setelah melihat orang di depannya


"Diba kan?" tanya laki-laki itu


"I..iya, kamu Bara, teman SD ku ya" jawab Khanza ragu


"Benar sekali, terakhir kita reunian itu dua tahun yang lalu, dan kamu ngga berubah sama sekali, masih cantik" ucap Bara teman Khanza


"Ah, iya kamu juga ngga berubah, masih sering gombalin orang" sahut Khanza tertawa kecil mengingat dimasa-masa lalu


"Kamu sedang apa disini?" tanya Bara ramah


"Mau cek up biasa aja sih, sudah biasa" jawab Khanza bohong


"Owhh, sendirian aja?" tanya Bara lagi


"I..y" ucap Khanza terpotong


"Dia ngga sendiri tapi sama saya suaminya" ucap Rama dingin menatap Bara


"Suami? sejak kapan kamu menikah? kok aku ngga di undang ya?" tanya Bara menatap Khanza

__ADS_1


"Waktu itu kamu katanya ke Ausi, jadi aku titip pesan saja sama nenek mu" jawab Khanza canggung


"Kok nene ngga cerita ya?" pikir Bara


"Itu urusan anda bukan urusan saya, saya dan istri permisi" ucap Yusuf menggenggam tangan Khanza dan sedikit menarik Khanza agar menjauh dari Bara


"Tunggu, boleh aku minta kontak Khanza?" tanya Bara santai


Yusuf membalikan badannya melihat ke ara Bara.


"Saya ngga kasih izin, jadi jangan pernah minta kontak istri saya lagi" sahut Yusuf dingin kembali melanjutkan jalannya


Sombong kali orang tu. gumam Bara pelan


"Kaka kenapa masuk ke sini, aku kan sudah bilang, kaka lebih baik pulang saja, aku bisa sendiri" ucap Khanza


"Bisa sendiri atau mau berduan dengan laki tadi" jawab Yusuf ketus


"Jika kamu sudah kehilangan kepercayaan untuk ku, lebih baik kita akhiri aja deh kak rumah tangga kita, jujur aku ngga sanggup kalo terus seperti ini, dengan kamu yang sedikit-sedikit marah, dan keluarga mu yang benci aku, jujur kak, aku lelah dan cape, rasanya benar-benar ngga sanggup jalaninya lagi. sahut Khanza yang sudah berkaca-kaca


Yusuf hanya terdiam, dia sungguh ngga bermaksud membuat istrinya emosi atau bagaimana, pikiran dia saat ini hanya ingin bertemu mamihnya, dan mengeluarkan uneg-uneg dan amarah untuk mamihnya.


"Kita cek sama-sama kondisi kita, bisa saja kan bukan kamu yang sulit memiliki anak melainkan aku yang bermasalah dengan tubuhku" jawab Yusuf tidak sesuai dengan ucapan Khanza sebelumnya


"Dan jika memang aku terbukti sulit untuk memiliki keturunan, kamu bisa meninggalkan aku, jika kamu mau" ucap Yusuf lagi dengan pelan


Sekarang giliran Khanza yang terdiam, mereka menunggu antrian, Yusuf yang masih memegang tangan Khanza sedikit gugup dia juga takut jika kenyataan akan pahit untuk dirinya sendiri.


Khanza yang merasakan tangan Yusuf semakin lama semakin dingin dan berkeringat melihat wajah Yusuf yang tegang.


"Kita pulang aja yuk kak, antriannya masih lama" ucap Khanza bohong


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia, Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


Berikan dukungan juga untuk Kedua cerita ini. Oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang No. 1 ya, karena masih sambungan cerita


__ADS_2