KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Yusuf Marah


__ADS_3

"Masih mau main ponsel?" tanya Yusuf ketus


"Lagi tanggung bikin tugas" jawab Khanza keceplosan, Yusuf sudah menatapnya dengan tajam seperti orang mau menerkam


"Maksud aku ...." ucap Khanza terpotong


"Kita pulang sekarang kerumah kake Niel" sahut Yusuf menarik pelan tangan Khanza


"Nanti mamih nyariin, ini udah mau selesai" ucap Khanza


"Dengerin kata aku coba, jangan membantah, dan jangan membuat keputusan apapun tanpa persetujuan ku" bentak Yusuf kesal


"Kita istirahat yuk, ke kamar" ucap Khanza mengalihkan dan memegang lengan suaminya


Yusuf menendang meja yang ada di depannya, lalu melangkah kembali ke kamar lebih dulu. Semua yang dilakukan Yusuf dan Khanza di lihat oleh papih dan Zalin.


Mereka tidur dalam keadaan tidak baik, saling diam tanpa ada yang menyapa lebih dulu.


Pagi hari mereka semua sudah berkumpul di meja makan, tanpa ada yang mengeluarkan suara, Yusuf dan Khanza pun masih tidak berbicara, bahkan pagi ini Yusuf tidak mau diambilkan makannya oleh Khanza.


Papih dan Zalin hanya menatap dengan rasa kasihan.


"Kami berangkat dulu, Assalamu'alaikum" ucap Yusuf setelah sarapan


Selama diperjalanan menuju rumah kake Niel, Yusuf masih mendiamkan istrinya.


"Kalau kaka buru-buru ke kantor, ditinggal saja aku, nanti bisa naik taxi atau ojeg online" ucap Khanza saat tiba di depan rumah kake Niel


"Cepatlah ambil barangmu, setelah itu kita berangkat ke kampus" jawab Yusuf tanpa melihat istrinya


Khanza keluar dari mobil Yusuf mengambil perlengkapan yang dibutuhkan hari ini dikampusnya, tidak lupa juga Khanza membawa pakaian salin untuk menginap dirumah mamih.


Yusuf melajukan mobilnya menuju kampus Khanza.


"Aku masuk ke kampus dulu ya kak" ucap Khanza mencium tangan suaminya tapi Yusuf masih enggan melihat Khanza


"Maaf, kalau sudah membuat kaka kesal dan terlambat ke kantor" ucap Khanza lagi


Tanpa menjawab apa yang Khanza katakan, Yusuf langsung menginjak pedal gas menjalankan mobilnya.


"Maaf, jika sudah membuat mu marah dan kesal" lirih Khanza melihat kepergian suaminya


Siang hari, yang biasanya Yusuf sudah sibuk ingin menjemput Khanza, tapi kali ini tidak, dia masih asik bekerja, seperti lupa pada istrinya.


"Tumben masih dikantor?" tanya papih


"Ada larangannya tidak dikantor?" tanya balik Yusuf


"Biasa sudah sibuk ingin menjemput istrimu" ucap papih


"Dia bisa pulang sendiri" jawab Yusuf datar


"Kamu tidak khawatir padanya" ucap papih


"Tidak" jawab Yusuf singkat


"Bukannya kemarin bunda mu mengingatkan, agar kamu mengontrol emosi dalam dirimu" ucap papi mengingatkan anaknya


"Hemm" sahut Yusuf hanya deheman


"Kasihan istrimu, jemputlah dia" ucap papih membujuk

__ADS_1


"Dia bisa mengambil keputusan sendiri, itu tandanya dia juga bisa pulang dan menjaga dirinya sendiri" jawab Yusuf acuh


Kampus


"Kak Yusuf jemput apa tidak ya?" pikir Khanza


"Khanza ke kantin yuk, temani aku, kamu belum di jemput kan" ajak Olive teman satu kelas Khanza


"Boleh, yuk" sahut Khanza tersenyum padanya


"Biasa suamimu tepat waktu kalau jemput" ucap Olive


"Lagi banyak pekerjaan katanya di kantor, jadi antara bisa jemput dan tidak" jawab Khanza tidak tau harus jawab apa lagi


"Lalu kamu pulang sama siapa?" tanya Olive melihat Khanza


"Naik ojol saja lah biar cepat sampai rumah" jawab Khanza


Apa aku chat saja ya, menanyakan pada kak Yusuf. batin Khanza


Khanza mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan mencoba mengirim chat pada Yusuf.


πŸ’Œ Khanza


Kak Yusuf, hari ini jemput apa tidak?


10 menit kemudian, Khanza memeriksa pesannya, ternyata Yusuf hanya membaca tanpa dibales


Semarah itu kamu sama aku, kak. batin Khanza sedih


πŸ’Œ Khanza


Lagi-lagi Yusuf hanya membaca pesan dari Khanza. Khanza pulang naik ojol kerumah mamihnya.


"Assalamu'alaikum" ucap Khanza mencium tangan mamihnya karena sedang duduk di teras bersama Zalin


"Wa'alaikumsalam, pulang sama siapa?" tanya mamih


"Naik ojol tadi mih" jawab Khanza tersenyum


"Yusuf tidak menjemput?" tanya mamih lagi


"Lagi ada pekerjaan dengan papih katanya" jawab Khanza berbohong, Zalin menatap Khanza, dia tau kalau kaka iparnya berbohong, sesibuknya Yusuf dia akan selalu mengutamakan Khanza.


"Ya sudah kamu masuk, bersih-bersih, makan dan istirahat, tadi mamih dan Zalin sudah makan siang" ucap mamih


"Khanza masuk dulu ya mih, Zalin" sahut Khanza, mereka berdua hanya menganggukan kepala saja


Pasti ada yang tidak beres nih. batin Zalin


Tidak seperti biasanya Yusuf pulang larut malam, padahal papih sudah tiba dirumah saat menjelang adzan maghrib.


"Pih, apa kak Yusuf sibuk?" tanya Khanza pelan


"Tidak, dia bahkan pulang lebih awal, makanya papih kaget pas kamu bilang Yusuf belum sampai rumah" jawab papih menatap mantunya


"Nanti Khanza hubungi kak Yusuf lagi" ucap Khanza tersenyum


Disalah satu taman Yusuf sedang menikmati malamnya didunia ini, dia melihat banyaknya orang, ada yang sedang pacaran, hingga satu keluarga tertawa bersama anaknya.


πŸ“² Panggilan Masuk - Khanza

__ADS_1


"Maaf Khanza, aku lagi benar-benar malas dengan kamu" ucap Yusuf mematikan ponselnya


Rumah Mahadika


"Sekarang tidak aktif ponselnya" lirih Khanza sedih


Khanza tidak bisa fokus belajar, dia khawatir dengan suaminya hingga pukul 21.00 Yusuf belum tiba dirumah mamih.


πŸ’Œ Khanza


Kaka dimana? kaka marah sama aku dan tidak mau bertemu dengan ku kah?


Hingga pagi menjelang lagi, ternyata Yusuf tidak pulang. Khanza semakin khawatir dan merasa bersalah karena tidak mengikuti kemauan Yusuf.


"Mamih dari kemarin hingga sekarang belum lihat Yusuf" ucap mamih


"Yusuf, papi suruh mengerjakan salah satu proyek" jawab papih bohong


"Khanza berangkat kuliah sama siapa?" tanya mamih


"Naik ojol saja mih" jawab Khanza lesu


"Sama papih saja, lagian searah juga" ucap papih


"Iya benar, kamu berangkat sama papi saja, dari pada naik ojol" sahut mamih setuju


Kalau memang kamu tidak mau ketemu aku, lebih baik aku tinggal saja dirumah kake Niel. batin Khanza


"Oh iya mih, hari ini Khanza izin nginap dirumah bunda, karena Adi besok aja ujian dia tidak paham katanya, jadi minta tolong ke Khanza untuk mengajarinya" ucap Khanza berbohong


"Yusuf bagaimana?" tanya mamih


"Nanti kak Yusuf seperti pulang ke sini, menepati kalau kita menginap tiga hari, lagian besok Zalin juga harus pulang ke pondok" jawab Khanza


"Rencana Zalin juga hari ini mau nginap dirumah bunda" ucap Zalin tiba-tiba


"Kok gitu sih nak" sahut mamih tidak rela


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2