KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Ternyata


__ADS_3

Malam ini Zalin menginap dirumah Arnold, dia tidur di kamar Adi, Adi walaupun anak laki-laki, kamarnya cukup rapih dan beberapa barang juga tersusun, kamar Adi banyak sekali miniatur motor-motor dan beberap koleksi Lego yang dari kecil sudah memilikinya.


Zalin tidak bisa tidur, dia kepikiran tentang kondisi papih mamaihnya.


Aku chat kak Yusuf deh, siapa tau belum tidur. batin Zalin


πŸ’Œ Zalin


Kaka sudah tidur?


Kamar Khanza


"Kak Yusuf, besok kerumah sakit yuk" ujar Khanza memelas


"Ngga mau, kaka yakin kalo kita sehat" jawab Yusuf jutek


"Ayolah kak, please" ucap Khanza memohon


"Tapi ada syaratnya nya" jawab Yusuf menatap Khanza


"Apa syaratnya, nanti aku turuti deh" sahut Khanza cemberut mendengar kata syarat


"Besok kamu kuliah lagi ya" ucap Yusuf pelan


"Apa harus besok?" tanya Khanza males


"Iya dong, sudah berapa hari ndak ke kampus" jawab Yusuf


"Ruby masih ada disana ndak?" tanya Khanza pelan


"Kata yang lain Ruby menghilang, kaka juga ndak tau kemana, tapi kemarin uncle Andre chat kaka, katanya urusan Ruby sudah beres dengan uncle, jadi kamu aman untuk ke kampus lagi" jawab Yusuf jujur


"Apa uncle Andre menyembunyikan Ruby?" tanya Khanza semakin penasaran


"Ndak tau, aku ndak mau bahas dia" jawab Yusuf dingin


"Maaf, aku hanya takut dia masih ada" ucap Khanza pelan


"Mau kan besok kuliah lagi" tanya Yusuf


"Besok maunya ke dokter, nanti habis dari dokter baru kuliah, tadi kan kaka bilang setuju, aku juga setuju dengan syarat kaka tapi lusa" jawab Khanza santai


Tring !!! suara pesan


πŸ’Œ Zalin


Kaka sudah tidur?

__ADS_1


"Zalin ada apa chat aku?" gumam Yusuf dapat di dengar Khanza


"Zalin kenapa?" tanya Khanza


"Ndak tau dia chat, nanya aku sudah tidur atau belum" jawab Yusuf


πŸ’Œ Yusuf


Belum, ada apa?


πŸ’Œ Zalin


Mau bicara berdua, kak Khanza jangan tau ya


πŸ’Œ Yusuf


Hanya berdua aja? ndak boleh bertiga?


πŸ’Œ Zalin


Iya berdua aja kak, kaka keluar dong, aku sudah di depan pintu kamar kaka nih


πŸ’Œ Yusuf


Tunggu sebentar ya


"Sayang, aku temanin Zalin dulu ya, katanya dia ndak bisa tidur mau curhat dulu" ucap Yusuf


"Bukan karena kama, ya udah kaka temui dulu, kamu bobo duluan aja, besok katanya mau ke rumah sakit" ucap Yusuf mencium pipi Khanza


Yusuf keluar dari kamar sudah ada Zalin yang menunggu.


"Mau bicara apa?" tanya Yusuf


"Diruang tamu depan aja yuk" jawab Zalin mengajak Yusuf


"Jelaskan secara detail apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Yusuf to the point


"Jadi saat kaka dan kak Khanza keluar dari rumah, papih sama mamih ribut kak, mamih terus membela ka Sabrina yang ingin dijodohkan dengan kaka, papi semakin marah dan menampar mamih, lalu kak Sabrina dengan santainya memvideokan itu semua, ponselnya Zalin ambil aja dengan cepat, terus Zalin apus deh sampe ke bagian sampahnya, hingga ngga ada sisa, mamih malah marah dengan Zalin, dan menampar Zalin kak, papih yang melihat itu kembali menampar mamih. mamih bilang akan menuntut papih, dengan kasus KDRT, dan saat itu juga papih mentalak mamih kak, semua fasilitas yang papih berikan akan ditarik semua dari mamih, hanya rumah itu saja, yang akan papih kasih untuk mamih, Zalin ngga mau mamih dan papih pisah kak" tutur Zalin menangis sesegukan di pelukan Yusuf


"Kaka kira ndak sampe sepanjang ini permasalahannya" ucap Yusuf mengelus kepala adiknya yang ada di dalam pelukan


"Pas hikss.. papih masuk hiks.. ke dalam kamar hiks.. Mamih bilang akan tetap men hiks.. menjodohkan kak Yusuf dengan Sabrina hiks.. dengan cara apapun hiks.. Sabrina juga hikss.. tadi mendorong dan menampar aku hikss.. karena aku selalu bela kak Khanza" sahut Zalin terisak


"Maafin kaka ya Dek, kamu pulang dari luar negeri bukannya senang, malah mendapat perilaku seperti ini, kaka janji akan buat perhitungan pada Sabrina yang sudah berani menampar kamu bahkan menghasut mamih, jangan sedih lagi, kak Yusuf jadi ikutan sedih" ucap Yusuf menenangkan Zalin


"Kalian belum tidur?" tanya Aisyah yang sudah terbiasa setiap malam meriksa semua pintu dan jendela, Aisyah kaget melihat Zalin nangis

__ADS_1


"Zalin kenapa nangis sayang" ucap Aisyah lembut memeluk Zalin


"Ngga apa-apa bun, maafin Zalin sudah merepotkan bunda" jawab Zalin memeluk erat Aisyah, Aisyah semakin bingung ada apa dengan Zalin


"Bunda ndak ngerasa direpotkan, tadi kan bunda bilang senang semakin banyak orang disini" sahut Aisyah membelai kepala Zalin


"Hemm, bunda" ucap Yusuf ragu


Aisyah melihat wajah Yusuf "Ada apa Suf?" tanya Aisyah lembut masih memeluk Zalin yang nyaman


"Khanza tadi memaksa minta cek kesuburan ke rumah sakit, sekalian katanya mau program hamil" jawab Yusuf pelan, Zalin menoleh ke Yusuf


"Cek kesuburan ya ndak apa Suf, kalo kalian di nyatakan sehat semua, untuk apa Promil, lebih baik ndak usah, kita positif aja pada Allah, karena Allah memang belum mengizinkan punya anak, jalani aja apa adanya, usahanya manual aja, ndak usah pake dokter segala" ucap Aisyah santai


"Kali ini Khanza tetap pada pendiriannya bun, bingung juga kenapa ingin cepat-cepat punya anak" sahut Yusuf


"Pasti gara-gara mamih kak Yusuf, mamih kan bilang kalo kak Khanza belum bisa memberikan keturunan, berarti kak Khanza di nyatakan mandul sama mamih, dan mamih akan mencarikan istri pengganti buat kak Yusuf" ucap Zalin polos dan keceplosan


"Astaghfirullah" sahut Aisyah mengucapkan istighfar berkali-kali


"Eh, maaf lupa" timpal Zalin menutup mulutnya


"Bunda, Yusuf minta maaf, Yusuf juga ndak tau kenapa mamih jadi sekejam itu, padahal saat sebelum pertemuan dia yang paling bahagia" ucap Yusuf menyesali sikap mamihnya


"Semua orangtua ingin anaknya mendapat pasangan yang terbaik, jadi wajar saja jika Khanza di tuntut untuk hamil, mungkin hanya salah saja cara yang diberikan, hamil itukan gimana kuasa Allah, bukan kuasa manusia, jika kita sehat tapi belum hamil itu semua kehendak Allah, marah pada Allah ndak mungkin kan, yang ngasih kita setiap detik Allah. Disini yang sedang di uji adalah Kesetian Cinta kamu Yusuf, disaat istrimu belum mampu memberikan keturunan, mampukah kamu menjaga dan menepati janji kamu saat acara pernikahan waktu lalu, kamu mengatakan akan selalu setia pada pasanganmu apapun itu yang terjadi kelak. Bunda ndak bisa ikut campur masalah rumah tangga kalian berdua, bunda hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian, bunda istirahat duluan ya, kalian jangan malam-malam ngobrolnya" tutur Aisyah meninggalkan Yusuf dan Zalin dengan perasaan sedih dan ngga sanggup melihat anaknya di hina oleh mertuanya sendiri.


Ya Allah berikan lah kekuatan, ketabahan untuk putri hamba Adiba Khanza Zavier, bantulah pertahankan rumah tangganya, ringankan lah beban hidupnya. Gumam Aisyah dalam hati, didepan pintu kamar Khanza


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia, Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Berikan dukungan juga untuk Kedua cerita ini. Oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang No. 1 ya, karena masih sambungan cerita


__ADS_2