
Para ayah sudah tidak tahan hanya berdiri diluar rumah menyaksikan anak dan istrinya berdiskusi.
"Assalamu'alaikum" ucap Arnold & papih Yusuf
"Wa'alaikumsalam" jawab semua dan menoleh kesumber suara
"Ayah, papi" ucap Khanza dan Yusuf
"Kalian ke sini juga?" tanya Yusuf pelan
"Memangnya kita tidak boleh kesini?" tanya balik papih
"Bu..kan begitu pih, maksud Yusuf kalian barengan datangnya" ucap Yusuf
"Kebetulan saja, tadi habis ada pekerjaan bareng, lalu kita akan ketempat yang sama yaitu menemui mamih mu" jawab papih Yusuf dengan tenang dan santai
"Ayah mau dipeluk dong, sama anak ayah" ucap Arnold merentangkan tangannya
Khanza menghampiri Arnold dan memeluknya, mereka berdua saling menyalurkan rasa sayang
"Ternyata anak ayah ini masih harus banyak banyak belajar ya" ucap Arnold masih memeluk anaknya
"Iya ayah, maafin kaka ya" jawab Khanza
"Pasti dong, ayah dan bunda akan selalu ada untuk kaka, dan mengajarkan kaka mana yang baik serta yang buruk" ucap Arnold mencium kepala anaknya
"Jadi bagaimana rencana selanjutnya?" tanya papih Yusuf
"Rencana apa?" tanya Yusuf dan Khanza bersamaan
"Semoga pernikahan kalian berdua tetap langgeng ya" jawab papih tersenyum
"Kenapa papih jadi aneh, pertanyaan kita kan rencana apa lalu di jawabnya apa" sahut Yusuf
"Intinya kalian berdua fokus lah pada pernikahan ini, jangan ada bahas kata pisah, cerai dan apa lah itu" ucap Arnold
"Siang ini kita makan bersama ya" sahut mamih Yusuf
"Dengan senang hati, tapi setelah makan siang bersama kita lanjut ke acara selanjutnya ya" ucap Arnold tersenyum, Aisyah segera mencubit pinggang suaminya
"Awwss, sakit sayang" lirih Arnold menatap Aisyah
"Acara apa lagi? kalian semua penuh misteri deh" ucap Yusuf tambah bingung
"Setelah makan siang bersama kamu akan tau kok" jawab Arnold
__ADS_1
"Saya juga bingung sebenarnya, acara apa lagi ya pak Arnold?" tanya papi dengan wajah kebingungan
"Setau saya juga tidak ada acara apapun lagi selain kunjungan teman saya tadi" timpal mamih Yusuf ikut bingung
"Kita makan siang dulu saja, setelah itu kita bahas" jawab Arnold
"Jam makan siang belum tiba, ini masih jam 10.30" ucap Aisyah ikut heran dengan sikap suaminya
"Iya kah, masa sih, wah jam kalian lambat mungkin" jawab Arnold
"Bilang saja memang perut ayah yang lapar" sahut Khanza tertawa pelan
"Hahaha, tuh anak ayah tau" ucap Arnold mengelus kepala Khanza
"Ya ampun, saya sih sudah menyiapkan semuanya, kalau memang mau makan sekarang silahkan" jawab mamih Yusuf
"Malu maluin deh, belum waktunya makan malah minta makan disini" ucap Aisyah gemas dengan tingkah suaminya
"Saya juga lapar sih, tadi pas rapat hanya nyemil kue kue ringan saja" sahut papi Yusuf
"Bisa kompakan laparnya" ucap Yusuf
"Maklum lah, papih kan hidup sendiri" jawab papi Yusuf
"Makanya nikah lagi dong" sahut Arnold
"Anak anak akan bahagia apabila melihat orangtua nya pun bahagia" sahut Arnold menaik turunkan alisnya menatap papih Yusuf
"Tapi Yusuf belum mengizinkan papih menikah lagi, ayah" ucap Yusuf menatap papi nya
"Haduh, kamu ini masa melarang papi menikah lagi, laki laki juga kan butuh kehangatan dong" sahut Arnold
"Ayah apaan bicaranya begitu" tegur Aisyah
"Hanya bercanda sayang" sahut Arnold membelai wajah Aisyah
"Sepertinya ayah mau nikah lagi tuh bun" ledek Khanza
"Eh, sembarangan kamu ya, mana mungkin ayah nikah lagi dan meninggakan bunda mu yang sempurna ini" ucap Arnold
Hahaha... semua orang pada tertawa melihat tingkah Arnold pada Aisyah
Ternyata terlena dengan candaan hingga jam makan siang tiba, mereka semua menikmati makanan yang tersaji di atas meja makan, seperti keluarga pada umumnya, makan bersama di satu meja dan saling melempar candaan, padahal Arnold dan Aisyah tidak pernah bercanda di saat jam makan, karena demi besan, anak dan mantu jadi Arnold serta Aisyah mengikuti alur
"Alhamdulillah, nikmat Allah mana yang Engkau dustakan" ucap Arnold
__ADS_1
"Harus banyak banyak bersyukur apapun yang terjadi, jangan banyak mengeluh" sahut Aisyah
"Pasti itu, sudah yuk kita ke acara selanjutnya" ucap Arnold semangat
"Acara apa sih, kaka jadi penasaran" sahut Yusuf pelan
"Aku juga kak, tapi papi, mamih dan bunda sepertinya tidak tau acara apa, ini hanya kerjaan ayah mungkin" ucap Khanza
"Dilarang bisik bisik di saat sedang ada oranglain di samping kalian" tegur Arnold pada anak dan mantunya
"Ya Allah, salah lagi kita" jawab Yusuf
"Pak Arnold mau buat acara apa?" tanya papih Yusuf yang bergabung di ruang keluarga rumah mamih Yusuf
"Begini besan, kan tadi besan tidak memikirkan untuk menikah lagi, lalu Yusuf juga tidak mengizinkan papihnya menikah, bagaimana kalau misalkan besan dengan istrinya nih kembali rujuk saja, kita sudah pada tua loh besan, sekarang yang di pikirkan hanya anak anak, bukan ego satu sama lain" tutur Arnold dengan pelan dan hati hati takut menyinggung perasaan
Papih dan mamih Yusuf hanya diam mendengar ucapan Arnold.
"Kalau itu Yusuf setuju banget" sahut Yusuf semangat
"Jangan mikir yang terlalu berat, lihat lah anak anak, apalagi besan masih ada satu anak gadis, masih membutuhkan kasih sayang serta kehangatan keluarga, bukannya saya melarang anak besan tinggal lama lama dirumah saya, hanya saja saya dan istri khilaf, dengan kasih sayang yang kami berikan padanya lalu dia lupa kalau memiliki orangtua yang sesungguhnya" tutur Arnold kembali
"Kali ini saya sependapat dengan suaminya, walaupun setiap hari anak gadis besan menghubungi saya menanyakan kabar tentang saya, tapi saya juga mengingatkan dia untuk bertanya kabar pada besan sebagai orangtua yang asli, anak tersebut hanya jawab iya bun nanti saja gampang, itu ke khawatiran kami juga, takut kasih sayang dia ke besan berdua luntur walau saya yakin hati kecil ingin sekali melihat kedua orangtuanya akur dan damai" sahut Aisyah
"Sering sekali Khanza melihat ketika dia menatap ayah, bunda dan Adi tertawa bersama, pasti hati dia ikut menangis secara tidak langsung, selama ini dia hidup jauh di luar negeri, saat kembali keluarganya berantakan dan dia dititipkan pada ayah dan bunda, pikiran dia, apa dia dibuang?, jadi lebih baik papih dan mamih bersama dan ajak pulanglah adik kak Yusuf" ucap Khanza mengingatkan adiknya Yusuf sering melamun saat menatap Adi dengan kedua orangtuanya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.