
Lamaran Zalin sudah H-1 semua keperluan sudah selesai semua tinggal menunggu esok hari acara yang di tunggu-tunggu banyak orang untuk bisa menjalin hubungan hingga ke pernikahan, ibadah yang katanya terlama dan menyempurnakan separuh agama.
Kini Zalin masih tinggal bersama Yusuf dan juga Khanza, entah kenapa dia masih enggan untuk menemui mamihnya, dia takut akan dihasut atau dimanfaatkan oleh mamihnya sendiri.
"Hei, melamun sih" ucap Khanza duduk disamping Zalin
"Heh, aku takut mamih besar kepala setelah tau siapa calon besannya" jawab Zalin membuang nafasnya dengan berat
"Tidak perlu di pikirkan tentang itu, fokus saja untuk masa depanmu" ucap Khanza
"Kakak bener juga, untuk apa aku mikir begitu" jawab Zalin senyum
"Kamu sudah siap bukan, jika setelah menikah kamu hanya hidup berdua dengan Raymond di Cairo?" tanya Khanza menatap adiknya
"Siap tidak siap kak, setelah menikah status ku menjadi seorang istri dan dimana seorang istri akan selalu mengikuti suami, susahnya senang juga harus dihadapi, sama seperti kak Khanza, selalu menghadapi ke egoisan mamih" jawab Zalin
"Kamu benar seorang istri harus mengikuti suaminya, kakak cuma berharap jika kamu di sakiti fisik mu sama Raymond segera lah mengabari kakak, kakak tau ini salah tidak seharusnya kakak ikut campur rumah tangga mu, bagaimana pun kalian bertemu karena di jodohkan oleh ayah Arnold, jadi kakak akan merasa bersalah juga jika salah mencarikan imam untuk mu" tutur Khanza serius
"Apa kakak melihat dari Raymond ada laki-laki yang sering main tangan?" tanya Zalin
"Kakak tidak pernah melihat itu, yang kakak tau dia anak yang ceria dan sangat nurut sama mamihnya, sama seperti Adi, mereka berdua besar di tangan orang lain, Adi besar di pesantren dan Raymond besar bersama kakeknya" jawab Khanza
"Berapa persen Raymond bisa melakukan kdrt?" tanya Zalin lagi
"Berapa ya, mungkin 5% saja boleh, sebab dia selalu menghargai mamihnya dan juga sepupuh perempuannya, dia bahkan membenci jika melihat laki-laki menyakiti perempuan, pernah kakak lagi sama dia di taman membahas salah satu bisnis ayah, lalu ada sepasang kekasih berantem si laki membentak pacarnya, alhasil dia menghampiri dan membuat laki-laki itu babak belur dan menyuruh wanita tersebut untuk pulang kerumahnya" jawab Khanza tenang
"Sedekat itu hubungan kakak dan Raymond?" tanya Zalin ada rasa cemburu
"Keluarga Raymond dan keluaga Ayah Arnold sangat dekat, tidak mungkin kakak tidak dekat dengan Raymond, yang sudah di anggap adik sendiri sama seperti Adi, dan kamu juga sudah kakak anggap adik sendiri, makanya kakak paling tidak suka kalau kamu menyebutkan diri hanya adik ipar" jawab Khanza tau Zalin sedang cemburu
"Selama ini apa Raymond punya kekasih?" tanya Zalin
"Kekasih?" tanya balik Khanza yang enggan menceritakan hal itu
"Iya kak, kekasih, pasti pernah bukan" ucap Zalin cemberut
"Kalau urusan kekasih lebih baik kamu bertanya langsung pada Ray, kalian saling diskusi satu sama lain dan ingat jangan mudah percaya dengan ucapan oranglain yang akan menghancurkan hubungan kalian, menjelang pernikahan cobaannya itu banyak sekali, dan itu cara Allah untuk kita belajar bagaimana caranya mempertahankan, menuju pernikahan itu hal yang baik dan setan tidak suka dengan itu" jawab Khanza
"Kakak waktu nikah lancar-lancar saja tuh" ucap Zalin
"Kata siapa? Ada masa di mana kakak ingin membatalkan pernikahan" jawab Khanza
__ADS_1
"Pasti godaan pernikahan kakak adalah mamih kan?" tanya Zalin
"Itu rahasia tau" jawab Khanza tersenyum
"Pakai rahasia segala, tapi tetap aku yakin jika selama ini masalah yang ada dirumah tangga adalah mamih ku" ucap Zalin yakin
"Su'udzon sama orang tidak baik tau" jawab Khanza
"Bukan begitu, tapi kenyataan lah yang berkata begitu" ucap Zalin
"Mamih itu orang baik, kak Yusuf pernah cerita tentang mamih, hanya saja mungkin mamih belum bisa menerima jika kak Yusuf menikah dengan kakak" jawab Khanza
"Alasan mamih tidak suka?" tanya Zalin
"Anak ini ya, sudah kita tidak perlu membahas mamih, kita bahas saja antara kamu dengan Ray kedepannya" jawab Khanza.
"Assalamu'alaikum" ucap Yusuf baru pulang
"Wa'alaikumsalam" jawab Khanza dan Zalin, mereka berdua mencium tangan Yusuf
"Aku buatkan minum dulu ya" ucap Khanza
"Kenapa sedih disaat Zalin bilang begitu" ucap Yusuf tak semangat
"Sabar, doakan jika Raymond bisa membahagiakan Zalin lebih dari kita, selama ini kita sudah berusaha membuat Zalin bahagia bukan" jawab Khanza mengelus wajah suaminya
"Iya yang selalu aku harapkan saat bertemu Raymond, aku menaruh besar pada dia untuk kebahagian Zalin" ucap Yusuf
"Jangan tunjukan wajah sedihmu di depan Zalin, nanti dia ikut terbawa suasana, jadi berpikir ulang" jawab Khanza mengingatkan suaminya
"Iya sayang, selama Zalin masih milikku maka aku akan membahagiakan dia di sisa waktu yang ada" ucap Yusuf mencium pipi Khanza
"Mandi dulu, setelah itu kita diskusi bersama Zalin, untuk memberikan semangat" jawab Khanza
"Mandiin ya" ucap Yusuf senyum mengedipkan sebelah matanya
"Tidak mau, jadi jangan macem-macem, segera mandi sana" jawab Khanza bergidik ngeri lihat suaminya yang selalu minta di mandiin, dia sudah membayangkan apa yang akan suaminya lakukan
"Jahat sama suami" ucap Yusuf merajuk
"Kamu tega sama istri, istri sudah rapih dan bersih di ajak main air lagi" jawab Khanza
__ADS_1
"Ya sudah aku mandi, tapi semangatin dulu" ucap Yusuf
"Semangat kak Yusuf mandinya" jawab Khanza senang
"Kok begitu kasih semangatnya, kamu kira aku bocah" ucap Yusuf kesal
"Terus gimana, tadi hanya minta semangat doang" jawab Khanza
"Cium lah masa semangatin suami begitu, tidak ada mesra-mesranya" oceh Yusuf tambah kesal
"Jangan disini lah, kekamar saja sekalian aku menyiapkan pakaian untuk kaka" jawab Khanza mengalah dari pada suaminya badmood
"Disini aja" ucap Yusuf
"Tidak boleh, disini ada Zalin" jawab Khanza bangun dari duduknya dan masuk ke dalam kamar, Yusuf pun mengikuti sang istri
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
Perbedaan Dua Insan ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1