KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Berkunjung Ke Rumah Mertua


__ADS_3

"Ciee, yang sedang berbunga bunga hatinya, habis dipuji sama calon mertua" ledek Yusuf menggoda Adi


"Aiih, kenapa mesti muncul sih kak Yusuf" ucap Adi meninggalkan Yusuf di Lobby kantor


"Dasar, ini namanya cinta monyet masa masa SMA" ucap Yusuf pelan dan tersenyum melihat Adi meninggalkannya


Ruangan Arnold


Ceklek ... suara pintu terbuka


"Bunda, kita kapan pulangnya?" tanya Adi duduk di samping bundanya


"Nunggu ayah, atau kita nunggu pak Yono lagi" jawab Aisyah tersenyum


"Tunggu ayah saja, ayah hanya ada rapat sebentar doang" timpal Arnold


"Hadeh, pasti lama deh" lirih Adi masih terdengar oleh orangtuanya


"Bun, tadi Aira cantik ya, terus anak ustad juga" ucap Arnold melirik ke arah Adi


"Pasti Aira soleha, demi membantu ayahnya karena sedang sakit dia rela banting tulang untuk adiknya" sahut Aisyah ikutan melirik ke Adi


"Bagaimana kalau kita ..." ucap Arnold terpotong


"Sudah ah berisik, kok bahas Aira, tidak ada pembahasan lain apa" gerutu Adi


"Memang ayah salah ya bahas Aira?" tanya Arnold


"Ayah ndak salah, Adi saja yang lagi baperan" jawab Aisyah


"Adi lagi yang salah" gerutu Adi kesal


Aisyah dan Arnold hanya tersenyum melihat anak laki lakinya.


Yusuf mencoba menghubungi Khanza tapi belum di jawab.


"Kemana istriku ini, apa masih di kelas" lirih Yusuf menatap ponselnya


πŸ’Œ Khanza


Kak, aku masih ada kelas tambahan siang ini, nanti jika sudah selesai aku infi ke kaka, dan aku juga izin ya mau kerumah mamih untuk menjenguk


Yusuf segera membaca pesan tersebut.


"Tidak bisa Khanza ketemu mamih sendiri" ucap Yusuf


πŸ’Œ Yusuf


Selesai jam berapa, kaka akan jemput


πŸ’Œ Khanza


Belum tau, ini juga masih di kelas, nanti aku hubungi kaka kalau sudah selesai


πŸ’Œ Yusuf


Biasanya sampe jam berapa, tambahan itu?


πŸ’Œ Khanza


Terkadang cepat, terkadang juga lama kak, jadi tidak menentu jam selesainya


πŸ’Œ Yusuf


Ya sudah, kaka tunggu info dari kamu

__ADS_1


πŸ’Œ Khanza


Iya kak, selamat bekerja I Love You sayang


πŸ’Œ Yusuf


Love you too honey


"Lebih baik aku menunggu Khanza di kampus , supaya tidak kecolongan saat Khanza akan pergi kerumah mamih" ucap Yusuf pada dirinya sendiri


Yusuf melajukan mobilnya ke kantor sang papih untuk meminta izin, dan akan menjemput Khanza, Yusuf juga bercerita pada papih, bahwa Khanza ingin menemui mamihnya.


"Sana lindungi istrimu, walaupun niat dia baik, tapi kita tidak tau niat mamihmu" ucap papi


"Iya pih, maaf jika pekerjaan ini Yusuf tinggal hari ini" sahut Yusuf tidak enak


"Santai aja, nanti papi yang menyuruh asisten pribadi untuk menyelesaikan tugas mu" ucap papi menepuk bahu Yusuf


"Yusuf jalan duluan ya pih, Assalamu'alaikum" sahut Yusut mencium tangan papihnya


"Hati hati, wa'alaikumsalam l" jawab papi Yusuf


Semoga rumah tangga mu selalu dalam Lindungan Allah SWT. gumam papih Yusut


Yusuf segera berlari dan mengemudi mobilnya menuju kampus sang istri, saat tiba di sana sudah banyak mahasiswa yang berkeliaran mungkin memang sudah jadwalnya ada yang pulang lebih awal.


"Itu bukannya teman Khanza? kok dia sudah selesai, tadi Khanza bilang ada jadwal tambahan" gumam Yusuf pelan


Yusuf terus memantau mahasiswi yang keluar kampus, dan Yusuf melihat Khanza keluar menuju luar parkiran kampus. Yusuf segera menghubungi Khanza.


πŸ“±Yusuf


Sayang dimana?


πŸ“± Khanza


πŸ“±Yusuf


Tadi kamu bilang ada tambahan, bagaimana?


πŸ“±Khanza


Dosennya tidak jelas kak, sekarang aku sudah jalan keluar gerbang mau cari taxi


πŸ“±Yusuf


Tunggu jangan naik Taxi, tunggu kaka disitu


πŸ“± Khanza


Takut keburu sore kak, kaka susul aja kerumah mamih


πŸ“±Yusuf


Tidak ada penolakan, kaka bilang tunggu ya tunggu


πŸ“± Khanza


Baiklah, aku akan tungguin kaka di depan gerbang


πŸ“±Yusuf


Bagus, jangan pergi tanpa se izin kaka


Yusuf mematikan ponselnya sepihak, dia segera keluar gerbang.

__ADS_1


"Kak Yusuf selalu saja begitu, masa aku tidak boleh kemana mana sendiri, harus sama dia, nanti kalau aku ketergantungan bagaimana?" ucap Khanza ada rasa kesal


Tin... tin... suara klakson mobil Yusuf


Kok dari dalam parkiran mobil kak Yusuf keluar, atau memang dia sebenarnya menunggu di sana. guman Khanza bingung


"Masuk lah" ucap Yusuf membuyarkan lamunan Khanza


Khanza masuk ke dalam mobil, tidak lupa juga mencium tangan suaminya.


"Kenapa dari dalam kampus datangnya?" tanya Khanza


"Kaka sudah di dalam dari tadi, sengaja saat kamu bilang ada tugas tambahan dan tidak tau kapan pulangnya, jadi kaka berpikir akan stay di parkiran saja" jawab Yusuf tenang


"Kita kerumah mamih ya" ucap Khanza menatap suaminya


"Iya, walau sebenarnya hati kecil kaka ingin melarang kamu kesana" jawab Yusuf lesu


"Tidak boleh gitu kak, mamih juga butuh di kunjungi anaknya" ucap Khanza meningatkan sang suami


"Buat apa ketemu, ujung ujungnya ribut dan berdebat hanya masalah yang tidak jelas" sahut Yusuf datar


"Nanti kalau begini terus, hubungan ku dengan mamih yang semakin sulit" jawab Khanza


"Kamu nya saja yang mempersulit diri sendiri, aku bodo amat mau mamih suka atau tidak dengan mu, yang penting rumah tangga aku dan kamu yang menjalankan" ucap Yusuf


"Sudah ya jangan debat terus kitanya, lebih baik kita berpikir positif dan berdoa agar mamih segera menerima aku sebagai mantunya" sahut Khanza


"Terlalu angkuh mamih tuh, menilai orang hanya dari sisi luarnya saja, tidak bisa kah dia melihat mu dari sisi yang lain" ucap Yusuf melirik sebentar ke arah istrinya


"Justru itu aku mau kesana, menunjukan sisi lain yang aku punya pada mamih, agar mamih bisa menerima ku dengan tulus" sahut Khanza kesal


"Orang seperti mamih sudah di nasehati, maunya sesuka hatinya aja, tidak mikir bahwa dia telah menyakiti hati orang lain, terlebih hati anak dan menantunya" ucap Yusuf


"Istighfar kak, kenapa jadi menjelekan mamih, kita itu harus mendukung kesehatan mamih" sahut Khanza


"Aku setuju hanya mendukung kesehatan mamih, tapi tidak mendukung hal yang lain" ucap Yusuf


"Terserah kaka deh, yang penting aku sudah niatkan hari ini berkunjung kerumah mamih, dab tadi juga aku sudah memesan kue kesukaan mamih, jadi kita mampir sebentar ke toko kue yang deket galeri marketing tuh" sahut Khanza


"Iya istriku yang cantik, dan baik hati tidak sombong, semoga aja mamih mau ya, dan kamu jangan sedih, karena ini keinginan mu bertemu mamih" ucap Yusuf mengingatkan agar Khanza tidak sakit hati dengan ucapan mamihnya nanti.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2