
Aira merenungkan kembali ucapan mertuanya, tujuan dia saat ini membuka hati untuk suaminya, dia juga ingin membalas cinta suami, agar suaminya tidak merasa kecewa lagi.
Pikir Aira, mungkin setelah bisa membalas cinta Adi, rumah tangganya bisa berjalan dengan baik dan dia jauh lebih percaya diri juga.
"Ayo, kenapa melamun lagi" ucap Aisyah membuyarkan lamunan Aira
"Tidak bun, bun Aira boleh tidak besok mau bawain mas Adi makan siang, tetapi bunda jangan bilang mas Adi" jawab Aira
"Tapi kan kamu keluar rumah harus izin pada suamimu" ucap Aisyah
"Nanti Aira tetap izin, tidak bilang mau ke kantor" jawab Aira
"Coba saja ya, sekarang kamu panggil Adi dulu untuk makan malam bersama" ucap Aisyah memanggilkan suaminya yang ada di dalam kamar
Aira pun kembali ke dalam kamarnya untuk memanggil Adi.
"Mas Adi, kita makan dulu yuk" ajak Aira lembut
"Sudah siap semua? " tanya Adi
"Sudah dong, makanya Aira panggil mas Adi" jawab Aira
Keluarga tersebut sudah memulai makan malam terlebih dahulu tanpa suara, hanya terdengar suara sendok dan garpu itupun tidak terlalu terdengar.
Karena suara dentingan sendok dan garpu di atas piring bisa di bilang haram apabila di samping kita ada orang yang menahan lapar ataupun kelaparan.
Selesai makan Adi dan Arnold sedikit membahas pekerjaan, sedangkan Aisyah dan Aira masih duduk di bangku meja makan, mereka membahas bahan-bahan untuk membuat kue.
Aira begitu antusias ketika Aisyah memberikan izin dapurnya di pakai untuk dia berkreasi.
"Astahfirullah, ayah tentang Zalin bagaimana?" ucap Aisyah baru sadar dengan perjodohan Zalin
"Besok jam 10 teman ayah dan anaknya akan datang ke sini, makanya ayah lagi bahas sama Adi, dia bisa izin sebentar tidak untuk ikut mendampingi ayah" jawab Arnold
"Yahh, besok gagal dong bun" lirih Aira, Aisyah hanya tersenyum
"Masih ada hari esoknya lagi" jawab Aisyah
"Kenapa kalian bisik-bisik begitu" tanya Adi penasaran
"Kepo kamu jadi laki" sahut Aisyah
"Bunda bantuin pesan makanan ya, maaf ayah mendadak infonya" ucap Arnold
"Tidak apa, nanti bunda hubungi pihak resto" jawab Aisyah
"Jadi Adi tidak bekerja nih besok" tanya Adi
__ADS_1
"Temani ayahmu dulu nak, apa kamu malas menemani ayahmu" ucap Aisyah
"Adi tidak pernah malas bun, untuk kedua orangtua Adi ataupun Aira jika membutuhkan Adi, hanya saja Adi besok ada pertemuan" jawab Adi pelan
"Reschdule saja, mudah kan" ucap Aisyah senyum
"Demi bunda dan ayah, mengundurkan waktu untuk pertemuan sangatlah mudah" jawab Adi membalas senyuman bundanya
"Acaranya disini atau dirumah Khanza? " tanya Aisyah
"Yusuf minta di rumahnya, supaya tidak ada kesalahpahaman antara kita dengan mamihnya Yusuf" jawab Arnold
"Bagus lah, Adi juga semakin kesal dengan orang tersebut" ucap Adi
"Adi, tidak boleh begitu dong ucapannya, nanti jika kak Yusuf dengar tidak enak loh, seakan kita membenci orangtuanya" tegur Aisyah
"Kak Yusuf tau jika Adi tidak suka dengan mamihnya" jawab Adi santai
"Tetap saja tidak boleh begitu, hilangkan rasa benci dan dendam dalam dirimu, itu tidak sehat untuk psikis kamu, pikiran mu juga selalu negatif terus" ucap Aisyah mengingatkan
"Bunda itu kenapa sih selalu baik dengan orang yang jelas-jelas sudah menyakiti perasaan kakak dan perasaan bunda juga" tanya Adi serius
"Karena musuh terbesar dalam hidup adalah diri kita sendiri sayang, masalah kenapa bunda masih baik, itu semua ajaran kakek mu, kakek Daniel, yang selalu bilang kejahatan itu tidak boleh di balas dengan kejahatan, tetapi di balas dengan kebaikan, Allah maha melihat, jadi kita sebagai umatnya tidak perlu memperkeruh suasana hati, percayakan saja pada sang pencipta kalau masalah yang datang pada kita itu adalah hadiah dari Allah, dan Allah yakin kita bisa" tutur Aisyah
"Cape deh bicara sama bunda, otaknya terlalu positif sama orang" sahut Adi kesal
"Mau di hasut aja tidak mempan" jawab Adi
"Lagian apa untungnya menghasut orang?" tanya Aisyah
"Untungnya bisa membalas rasa sakit yang kita miliki" jawab Adi
"Bunda tidak suka melihat anak bunda menyimpan dendam pada orang lain, bukannya kamu belajar waktu di pesantren, kemana ilmu yang kamu dapat selama di pesantren, apa bunda gagal mendidik mu" tutur Aisyah serius
"Ya ampun bunda, Adi tuh niatnya hanya menggoda bunda, tapi bunda malah serius banget" jawab Adi mulai takut dengan tatapan bundanya
"Makanya jangan macem-macem bicara sama bunda mu" sahut Arnold tertawa
"Huftt, kamu tidak ingin membela suami mu ini, istriku" ucap Adi menatap Aira
"Aira juga takut lihat tatapan bunda begitu" jawab Aira nyengir
"Ternyata bunda di takuti banyak orang" ucap Adi
"Jangankan kalian, ayah juga takut melihat bunda mu yang lagi marah begitu" sahut Arnold
"Masa kepala rumah tangga takut istri" ucap Adi
__ADS_1
"Demi menjaga keutuhan rumah tangga tau" jawab Arnold
"Istirahatlah, besok kita persiapkan semuanya untuk Zalin" ucap Aisyah
"Ayo sayang, kita masuk kamar" sahut Adi menggandeng tangan Aira
"Bukannya mereka lagi berantem bun?" bisik Arnold pada istrinya
"Alhamdulillah jika mereka bisa menyelesaikan masalah dalam rumah tangganya dengan kilat, tidak baik juga berlama-lama berantem" ucap Aisyah
"Bener juga sih" jawab Arnold
"Yuk kita juga istirahat" ucap Aisyah
"Sebelum istirahat boleh itu tidak? " tanya Arnold
"Itu apa? " tanya balik Aisyah
"Itu loh bunda, hubungan suami istri" jawab Arnold menaik turunkan alisnya
"Sudah tua juga, masih mikir kaya begitu, bukannya banyak-banyak ibadah" ucap Aisyah menahan malu
"Itu juga ibadah bunda sayang, dan walaupun ayah sudah tua tetap saja semangat ayah masih 45, kita buktikan saja yuk" jawab Arnold semangat
"Memang modus ayah itu" ucap Aisyah berlari kecil masuk ke dalam kamar lebih dulu dari pada mendengarkan ucapan suaminya seperti anak muda yang lagi puber di usia lanjut
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.