KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Biasa, Adi Emosi


__ADS_3

Di kantor Zavier Intermedia semua staff heran dan bingung dengan Adi yang tiba-tiba mengajak semuanya untuk makan siang bersama di salah satu restoran.


Tentunya semua staff pada senang bisa makan di restoran mewah, tidak lupa juga setelah selesai makan siang para staff mengucapakan terima kasih pada Adi dan juga Aira.


Pasangan suami istri itu langsung pergi ke rumah orangtua Aira, mereka sudah tidak sabar ingin memberitahukan tentang kehamilan Aira.


"Sayang, kamu hubungi ayah untuk bersiap semuanya ya" ucap Adi senyum menoleh sebentar ke arah istrinya


"Bersiap? mau kemana?" tanya Aira tidak paham maksud Adi


"Suruh saja bersiap, nanti kalau sampai kamu akan tau sendiri" jawab Adi


Aira menghubungi abinya sesuai keinginan Adi, sampai dirumah Adi dan Aira segera masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum" ucap Adi dan Aira mencium tangan abi uminya begitu juga kedua adik Aira mencium tangan kakaknya


"Wa'alaikumsalam" jawab serempak


"Kita mau kemana disuruh bersiap, untung Rafael sudah pulang dari sekolah" ucap Rafael


"Begini abi umi dan adik-adik, Adi ingin memberika kabar pada kalian, Alhamdulillah saat ini Aira sedang mengandung, dan masih sangat muda kandungannya" tutur Adi selalu tersenyum


Umi hingga meneteskan airmatanya mendengar anak pertama yang dia lahirkan dan di didik akan memiliki keturunan, umi langsung memeluk Aira begitu juga abi dan kedua adiknya yang terlihat sangat senang.


"Alhamdulillah, kamu benaran hamil kan nduk" ucap umi bahagia


"Iya umi, doain Aira terus ya, semoga bisa menjaga anak Aira yang masih di dalam kandungan" jawab Aira ikut meneteskan airmata


"Tujuan Adi dan Aira kesini hanya ingin memberitahukan itu, lalu Adi ingin mengajak kalian ke beberapa panti untuk meminta doa dari mereka juga, hanya saja Adi di ingatkan bunda untuk tidak memberitahukan terlebih dahulu kehamilan Aira pada orang lain selain keluarga" ucap Adi serius


"Umi setuju dengan bunda mu" jawab umi


"Ya sudah kita tetap ke panti karena ini sudah niat Adi dari tadi pagi" ucap Adi


"Anggap saja bang Adi sedekah dan meminta doa kebahagiaan untuk keluarga kecilnya" sahut Rafael


Adi dan keluarga Aira pergi menggunakan 2 mobil, kedua adik Aira ikut mobil para bodyguard Adi yang selalu mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuan orang.


Dibeberapa panti Adi sedikit menyumbang beberapa rezeki yang dia punya, rezeki yang selalu di cari secara halal dan penuh perjuangan, setelah ke beberapa panti, Adi juga mengutarakan jika dia ingin pindah rumah hari itu juga.


Abi dan umi, tidak terkejut sama sekali dengan keinginan Adi mereka sudah tau, sedangkan kedua adik Aira pada terkejut.

__ADS_1


Selesai dari rumah abi, Adi dan Aira kembali ke rumah Arnold, hari juga sudah semakin sore, Adi tidak mampir kemana-mana lagi, Aisyah sudah memperingatkan segera pulang jika urusan mereka sudah selesai semua.


"Ternyata ramai dirumah" ucap Adi setelah mengucapkan salam dan mencium tangan kedua orangtua serta kakanya, kecuali Aira tidak bersetuhan dengan Yusuf.


"Kamu dari mana dek?" tanya Khanza


"Habis dari rumah abi sama umi" jawab Adi duduk di samping Aira


"Aira dan Adi bersih-bersih dulu sana, ini sudah sore tidak baik jika mendekati maghrib, apalagi kalian dari luar" ucap Aisyah senyum dan bersuara lembut


Adi dan Aira masuk ke dalam kamar.


"Ayah sudah ketemu dengan papih?" tanya Yusuf


"Sudah dan papihmu mengizinkan jika Zalin ingin berta'aruf dengan pilihan ayah" jawab Arnold


"Lalu rencana papih dan ayah apa?" tanya Khanza


"Ya mempertemukan Zalin dan anak teman ayah, tadi ayah juga sudah menghubungi teman ayah itu" jawab Arnold


"Ayah jangan salah pilih loh, apalagi ini untuk Zalin" ucap Khanza khawatir


"Khanza hanya khawatir, apalagi kan jika mereka menikah mau tidak mau melepas Zalin hidup dengan suaminya" ucap Khanza


"Jangan khawatir berlebihan tidak baik kalau kata bunda" sahut Yusuf senyum, Aisyah dan Arnold hanya tertawa kecil


"Kenapa belakangnya harus ada kata bunda sih, kak" ucap Khanza cemberut pada suaminya


"Mungkin lusa, teman ayah dan anaknya akan ke sini, Yusuf usahakan ada ya, papih juga ada, hanya saja mamih tidak tau apapun, papih mu melarang memberitahu mamih mu" tutur Arnold


"Nanti mamih marah apabila tidak di kasih tau acara penting anaknya" ucap Khanza


"Itu urusan aku, Zalin dan papih, kamu tenang saja, jangan mikirin hal tidak baik, itu juga tidak baik untuk kandunganmu, prioritaskan saja anak kita dan kuliah mu" jawab Yusuf yakin


"Aku hanya takut mamih mengamuk tau Zalin di jodohkan sama ayah, aku hanya tidak ingin bunda yang kena imbasnya" ucap Khanza serius


"Jika dia berani mengusik bunda, Adi tidak akan segan-segan membuat hidupnya hancur, sekalipun dia mertua kaka, ibu dari kandung dari kak Yusuf" timpal Adi serius dengan mimik wajah yang tidak pernah dia tunjukan pada siapapun termasuk keluarganya


"Kenapa mas Adi mengerikan sekali" sahut Aira sedikitt takut


"Iya, kamu seperti mau membasmi serangga aja mukanya sampai begitu" ucap Arnold

__ADS_1


"Adi, kita itu harus positif, jangan gegabah, nak" sahut Aisyah menenangkan anaknya


"Bunda itu terlalu baik, ucapan Adi yang barusan sangat serius, jadi jika kak Yusuf, dan mamihnya ataupun papinya sekaligus mengusik ayah bunda ku terutama bunda, habis kalian di tangan Adi sendiri" ucap Adi penuh amarah


"Istighfar sayang, tidak boleh mengancam orang lain" sahut Aisyah ngeri melihat Adi


"Iya, kamu seperti orang kesetanan deh" timpal Arnold


"Aira jadi takut lihat mas Adi" lirih Aira tapi masih bisa di dengar yang lain


Adi memeluk Aira yang sedang ketakutan.


"Aku tidak akan menyakiti mu, kecuali kamu menyakiti bunda maka. aku juga tidak segan menyakiti mu" ucap Adi


"Adi !!!, istighfar nak, kamu membuat istri mu ketakut lalu kamu bilang begitu tambah membuat Aira takut" bentak Aisyah


"Maaf ya sayang" ucap Adi kembali memeluk Aira


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2