
"Beneran belum makan?" tanya Yusuf khawatir
"Dia hanya bercanda, tidak perlu di tanggapi, Adi itu sebelum ke sini izin ngumpul sama temannya di kafe" timpal Aisyah melerai kekonyolan Adi
"Bunda tidak asikkk, kenapa harus dipisahkan antara aku dan kak Yusuf" ucap Adi
"Maksudnya apa?" tanya Aisyah bingung
"Aku hanya mau bercanda saja dengan kak Yusuf, bunda ku tersayang yang cantik bagai bidadari turun dari kayangan membuat orang klepek-klepek" jawab Adi tertawa
"Berisik" ucap Arnold menatap Adi
"Huft, si pecemburu datang" sahut Adi melengos
Aisyah, Khanza dan Yusuf hanya tersenyum mendengar kata si Pecemburu.
"Anak siapa sih kamu?" tanya Arnold kesal
"Ya Allah, maafin Adi ya, Adi mau tanya, Adi ini anak siapa" ucap Adi seperti orang sedang memanjatkan doa
"Bunda ketok kamu" sahut Aisyah mendengar anaknya berdoa aneh
"Kok bisa bun, kamu melahirkan anak seperti dia" ucap Arnold
"Konyolnya Adi itu sama seperti kamu, ayah" jawab Aisyah
"Heh, mana ada begitu" ucap Arnold
"Giliran yang jelek tidak mau mengakui" sahut Aisyah
"Adi, ikut ayah sebentar" ucap Arnold
Arnold dan Adi sedang membicarakan sesuatu dengan serius, membuat Aisyah menjadi curiga pada suaminya, suaminya orang yang nekat dan juga absurd, apa saja bisa dia lakukan tanpa persetujuan orang lain.
Adi mendengarkan ucapan ayahnya hanya manggut-manggut, sebagai tanda dia paham yang diperintahkan oleh ayahnya.
"Paham, tidak?" tanya Arnold
"Tidak paham aku" jawab Adi polos
"Jangan sampe uang jajan mu ayah potong" ucap Arnold
"Ehhh, jangan dong, iya aku paham, hanya bercanda tadi" sahut Adi nyengir
"Kamu tuh bikin orang cepet darah tinggi" ucap Arnold kesal pada anaknya sendiri
"Aihh, darah tinggi berarti di gantung di atas gedung ya" sahut Adi tertawa
"Sudah sana, jalankan perintah ayah" ucap Arnold tegas
Adi kembali meninggalkan rumah Yusuf dengan alasan mau pergi sebentar menemui temannya yang sudah menunggu.
"Ayah merencanakan apalagi" ucap Aisyah menatap suaminya
"Ya Allah bun, ngagetin ayah saja" sahut Arnold mengelus dada
__ADS_1
"Mencurigakan, Adi dan ayah tuh" ucap Aisyah
"Tidak boleh curiga sama suami, dosa tau" sahut Arnold mencium kepala istrinya
"Yusuf, keluarga mu temani dulu ya, nanti uncle Andre yang akan menjemput penghulunya" ucap Aisyah
"Iya bun, itu lagi pada bincang-bincang sama Khanza diruang tamu, Yusuf ngapain lagi sekarang" jawab Yusuf
"Istirahat saja sampai acara tiba, lumayan ada waktu sejenak" ucap Arnold
"Mana bisa istirahat, rumah lagi bising begini" jawab Yusuf
"Temani papih kamu sana, jangan ganggu ayah sama bunda" ucap Arnold ketus
"Bener kata Khanza, ayah tuh bucin sama bunda" jawab Yusuf meninggalkan mertuanya
"Kaya sendirinya tidak bucin aja tuh anak" gerutu Arnold kesal
"Bunda juga mau istirahat, di dalam mobil aja deh biar tenang" ucap Aisyah
"Kita disediain kamar tadi sama Yusuf, bunda istirahat di kamar saja" sahut Arnold mengelus kepala Aisyah
"Tidak nyaman, lebih baik di mobil saja" jawab Aisyah
"Ya sudah, ayah temani boleh?" tanya Arnold, Aisyah hanya menganggukan kepalanya
Waktu yang ditunggu sudah tiba, keluarga berkumpul untuk menyaksikan pernikahan. dan beberapa saksi juga sudah berkumpul dan duduk di tempat yang sudah disediakan.
"Apa calon pengantinnya sudah siap?" tanya penghulu
"Bunda, Khanza dan kak Yusuf saja yang menemui mamih dan papih" sahut Khanza menahan tangan bundanya
"Baiklah, jika sudah siap langsung diajak kesini saja, supaya segera dimulai" ucap Aisyah
Yusuf memanggil papihnya sedangkan Khanza memanggil mamihnya. Keduanya sudah pada siap, dan akan segera di mulai tanpa menunggu apapun lagi.
Sah....
sah....
Ucap para hadirin yang datang, dan merasa terharu.
"Alhamdulillah, akhirnya mamih dan papih ku bersatu kembali"
"Sekarang kak Zalin maju kedepan, temui mereka" ucap Adi
Ternyata Adi menjemput Zalin yang sudah berada diterminal, Zalin sudah diminta datang oleh Arnold, mendengar kabar mamih dan papihnya kembali bersatu membuat Zalin bahagia, dan dia tidak sabar ingin menemui keluarganya.
Zalin sengaja berangkat sendiri dari pesantren, karena dibiasakan oleh Aisyah dan Arnold untuk tidak pernah mengandalkan jemputan, selama hidup dengan Aisyah dan Arnold banyak sekali pelajaran untuk hidup mandiri tanpa fasilitas mewah.
"Assalamu'alaikum" ucap Zalin terharu dengan mata berkaca kaca
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak para tamu
semua orang menoleh ke sumber suara, dan menatap Zalin dan Adi.
__ADS_1
"Zalin" lirih mamih dan papih
Aisyah menatap suaminya, tetapi yang di tatap hanya tersenyum manis pada sang istri
Yusuf berlari ke arah Zalin dan memeluknya dengan erat, suasana haru jadi bertambah.
"Kakak kangen sama kamu" ucap Yusuf memeluk Zalin
"Zalin juga kak, sangat kangen dengan kalian" sahut Zalin membalas pelukan hangat sang kakak
"Kamu bisa sampai sini, gimana caranya?" tanya Yusuf penasaran
"Sehari sebelum acara, ayah Arnold sudah memberitahukan rencananya, jadi Zalin senang saat dapat kabar rencana ayah, makanya Zalin langsung pulang naik bus, dan tadi Adi menjemput di terminal" jawab Zalin senang
"Apa? bus?" ucap Yusuf tidak percaya adiknya naik bus tanpa adanya perlindungan
Papih dan mamih Yusuf juga terkejut anaknya berpergian naik bus.
"Pak Arnold, sebelumnya saya mohon maaf, tapi kenapa pak Arnold membiarkan anak saya naik bus tanpa ada yang menemani" tanya papih ada rasa kesal
"Kata siapa Zalin tidak ditemani?" tanya balik Arnold menatap papih Yusuf
"Itu tadi Zalin yang mengatakan" jawab papih Yusuf
"Zalin itu di temani dan di lindungi langsung oleh pemilik bumi dan langit ini, yaitu Allah SWT, jadi tidak ada ceritanya Zalin datang kesini tanpa perlindungan" ucap Arnold santai
Zalin hanya tersenyum, dia juga yakin Arnold tidak mungkin membiarkan dia kemana mana sendiri, karena Zalin pernah merasa ada yang mengikuti saat di cari tau ternyata itu bodyguard yang disuruh Arnold untuk mengawasi Zalin kemana pun dia melangkah.
Zalin menghampiri papih mamihnya dan memeluk erat, saling menyalurkan rasa sayang dan cinta antara anak dan orangtua.
"Mamih rindu sama kamu nak" ucap mamih masih memeluk Zalin
"Zalin juga rindu, kangen dan semuanya pada mamih" jawab Zalin tersenyum senang
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.