
"Oke, pengacara saya sebagai saksi dan dia akan ikut menandatangani, apabila perjanjian ini dilanggar, maka bersiap lah pak Malik" sahut Arnold
Selesai menandatangi semua, pengacara Arnold pamit lebih dulu.
"Ini semua gara gara lu, salah yang salah itu lu" ucap Indra pada Adi
"Kok gua yang salah, salah gua dimana?" tanya Adi kesal
"Mau ribut diluar, saya kasih kalian lapangan yang ada di lantai 3 untuk ribut" tutur Arnold
"Indra, kamu apaan sih" ucap Malik melihat anaknya berseteru dengan anak bos
"Pah, yang salah dia, kenapa Indra yang kena" sahut Indra
"Maksud kamu apa sih Ndra" ucap Malik
"Ini Adi yang aku maksud, yang sudah menjebak aku" jawab Indra
"Menjebak? siapa yang menjebak lu, enak aja lu asal tuduh orang" sahut Adi emosi
"Indra jaga bicara mu, dia tidak mungkin menjebak kamu, dia anaknya pak Arnold, bos papa" ucap Malik kesal
Indra terkejut dengan kenyataan ternyata Adi anak dari Arnold Zavier.
"Masih mau menjelekan anak saya?" tanya Arnold tersenyum sinis pada Indra dan Malik
"Jadi sebelum datang, kalian menuduh anak saya yang bersalah?" tanya Aisyah
"Sudah tidak penting, pak Malik lanjut bekerja, dan anaknya suruh pulang, jangan kebanyakan main di jalan dan bergaul tidak benar" ucap Arnold
Malik dan anaknya keluar dari ruangan Arnold, dia juga malu, Indra sudah menjelekan anak bos besar.
"Saya mohon maaf jadi merepotkan banyak orang" ucap uminya Aira
"Aira dan keluarga berterima kasih, kepada bapak dan ibu semua, Aira janji akan membayarnya, tapi Aira hanya bisa membayar berbulan 300.000, apa boleh?" tanya Aira menunduk karena malu
"Jawablah sayang" ucap Arnold pada istrinya, yang dari tadi hanya menatap wajah Arnold
"Aira membayar hutang kami dengan cara menuruti semua kemauan kami, bagaimana?" tanya Aisyah
"Dengan cara apa?" tanya Aira takut permintaannya akan di jodohkan lagi
"Caranya mudah, Aira cukup berhenti bekerja dan fokus belajar hingga lulus, setelah lulus Aira mau bekerja lagi silahkan" ucap Aisyah
"Maksudnya Aira mencicil hutangnya di saat Aira sudah lulus sekolah" tanya Aira tidak paham
__ADS_1
"Anggap saja begitu" jawab Aisyah
Aira bingung, karena dia bekerja juga untuk kebutuhan sehari hari, kalau dia berhenti bekerja berarti dia untuk makan dan ongkos sekolah cari kemana?.
"Sepertinya terlalu berat bun" ucap Yusuf
"Begini saja, ayah mengambil jalan tengah deh, Aira pulang sekolah jam berapa?" tanya Arnold
"Sekitar jam satuan keluar dari sekolah" jawab Aira
"Aira besok berhenti bekerja dan pindah kerja ke cafe milik istri saya, pulang sekolah Aira bekerja disana, Aira bekerja cukup 5 jam, misal Aira datang ke cafe jam 2 berarti jam 7 Aira sudah selesai bekerja, begitu setiap harinya, jadi Aira hitung sendiri jam kerja Aira, bagaimana bun?" tutur Arnold
"Bunda setuju, walau sebenarnya bunda masih ingin melihat Aira hanya fokus belajar" jawab Aisyah
"Selesai ya? atau mau ada yang ditanya lagi Aira?" tanya Arnold
"Besok Aira bertemu dengan siapa di cafe tersebut dan alamatnya dimana?" tanya Aira pelan
"Aira akan bertemu dengan saya, saya datang setiap hari tapi hanya sebentat terkadang siang sudah pulang lagi, atau paling lama jam tiga sore baru pulang, jadi untuk pembayaran kita samakan dengan di tempat Aira yang lama tidak apa apa?" ucap Aisyah
"Tidak apa bu, terima kasih atas pertolongan kalian" sahut Aira
"Bapak, ibu, saya sangat sangat terima kasih, sudah menyelamatkan anak saya, saya tidak tau harus bagaimana dengan kebaikan bapak dan ibu" ucap umi Aira menangis
"Semua orang tua ingin sekali melihat anaknya bahagia dan sukses, tidak ada maksud untuk menyusahkan anak, tetapi dengan kondisi apapun anak juga tidak akan tega melihat orangtuanya kelelahan, semoga suami ibu, ayahnya Aira cepat pulih" sahut Aisyah
"Kata dokter, Abi lumpuh sementara, akibat kecelakaan motor, saat Abi ingin mengisi tausiyah disalah satu masjid, Abi di tabrak tidak tau siapa yang menabrak" jawab Aira sedih
"Tidak lapor polisi?" tanya Arnold heran
"Sudah, ditanggapi hanya sesaat, sisanya kasus ini ditutup dengan alasan penabrak tidak ditemukan, mungkin juga karena kita tidak ada uangnya dan tidak menguntungkan bagi mereka" jawab Aira
"Itu oknum yang tidak benar, saya akan membiayai pengobatan semua Abi nya Aira, dan itu sudah saya niatkan sejak anak saya bercerita orangtua Aira sakit" ucap Arnold, Aira melihat ke arah Adi yang sejak tadi sibuk main game
"Tidak perlu, kami tidak mau menambah hutang kami, yang ini saja belum kami bayar sepeser pun" ucap umi Aira
"Ini murni dari anak dan mantu saya" sahut Arnold menepuk bahu Yusuf, Yusuf juga bingung mana mungkin dia membiayai, sementara dia baru bekerja di perusahaan papihnya
Arnold mengedipkan satu mata pada Yusuf agar dia paham, Aisyah yang melihat merasa jijik suaminya begitu.
"Ah, iya, jadi ibu dan Aira tidak perlu memikirkan biaya pengobatan, nanti apabila sudah siap semua, kita akan membawa suami ibu untuk mengecekan lebih lanjut dulu, supaya kita paham tindakan apa yang akan di ambil selanjutnya" ucap Yusuf meyakinkan
"Jangan dipikirin bu, yang penting suami sehat, dan bisa kembali bekerja untuk membiayai Aira dan adiknya hingga ke perguruan tinggi, dan menjadi sarjana" timpal Aisyah mengelus bahu umi Aira
Mereka semua bubar, Aira kembali pulang dengan uminya yang akan diantar oleh pak Yono, Adi di tugaskan mengantar mereka hingga lobby
__ADS_1
"Adi, terima kasih untuk semuanya" ucap Aira pelan
"Terima kasih untuk apa, aku tidak pernah melakukan apapun" jawab Adi
"Untuk yang kemarin kemarin, kamu pernah tolongin aku, dan untuk hari ini juga keluargamu telah membantu aku, aku janji akan segera melunasi hutang ku pada ayah mu" ucap Aira
"Oh itu, santai aja, bunda ku kan tadi bilang, lebih baik kamu fokus pendidikan dulu, buat orang yang sudah merendahkan mu menjadi memuji mu, tapi ingat ketika sukses jangan sampe kita sombong, dan acuh pada orang dibawah kita" sahut Adi tersenyum manis
"Maaf juga, gara gara aku kamu jadi di keroyok sama gengnya Indra" ucap Aira
"Lupaka saja, tidak masalah buat ku" jawab Adi
"Permisi deh, pak Yono nganterin siapa?" tanya pak Yono datang
"Ini pak, tolong antar teman ku dan uminya pulang sampai kerumahnya, nanti aku dan bunda pulang sama ayah" jawab Adi membuka pintu mobil untuk Aira dan uminya
"Terima kasih ya nak, kamu anak laki laki yang soleh" ucap umi Aira
"Umi terlalu berlebihan, Adi juga begini karena bunda kok" sahut Adi menyanjung bundanya
"Umi sangat percaya, karena bunda mu punya hati yang tulus dan mulia, pasti anak anaknya juga memiliki akhlak yang mulia" ucap umi Aira
"Aamiin" ucap Adi dan Yusuf, Adi kaget mendengar suara Yusuf
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.